Bahaya Luka Diabetes pada Kaki dan Cara Pencegahannya

Amongguru.com. Bahaya Luka Diabetes pada Kaki dan Cara Pencegahannya.

Diabetes adalah penyakit metabolik yang disebabkan karena meningkatnya kadar gula darah. Pola hidup tidak sehat, seperti kurangnya berolahraga dan banyak mengkonsumsi makanan berkalori serta berlemak, saat ini menjadi salah satu pemicu munculnya penyakit diabetes ini, selain karena faktor keturunan.

Diabetes akan menciptakan kondisi buruk pada tubuh akibat gula darah, kolesterol, dan tekanan darah yang tidak terkontrol. Hal ini akan beresiko pada komplikasi ke organ tubuh tertentu yang dialiri oleh pembuluh darah tersebut, termasuk ke kaki  (diabetic foot).

Aliran darah ke kaki yang terganggu karena gula darah yang tinggi ini akhirnya akan menimbulkan penyakit pembuluh darah perifer pada kaki. Penyakit tersebut ditandai dengan menyempitnya pembuluh darah karena adanya timbunan lemak.

Penderita diabetes tidak dapat merasakan sakit akibat penyempitan ini, sehingga yang terjadi adalah infeksi telah berkembang tanpa disadari oleh penderita. Penderita sama sekali tidak merasakan awal luka, ditambah peredaran darah yang menyempit menjadikan sulitnya penyembuhan pada luka di kaki tersebut.

Bahaya Luka Diabetes pada Kaki dan Cara Pencegahannya

Kadar gula yang tinggi akan membuat bakteri leluasa berkembang biak pada luka di kaki penderitanya, akibatnya luka tadi membusuk. Meskipun luka borok tersebut disebabkan oleh bakteri, kadang pemberian anti bakteri terkadang tidak dapat menyembuhkan luka.

Hal ini disebabkan karena bakteri sudah menyebar ke dalam sistem peredaran darah dan merusak berbagai jaringan pada daerah sekitar luka. Amputasi adalah alternatif terakhir untuk mencegah kuman menyebar lebih luas lagi.

Tidak semua penderita diabetes terserang luka bernanah ini. Luka tersebut biasanya terjadi apabila penderita diabetes mengalami hal-hal berikut.

  • Neurophaty

Neuropathy merupakan keadaan dimana jaringan saraf mengalami berbagai kerusakan. Biasanya kondisi ini adalah awal dari terjadinya luka di kaki. Penyakit ini ditandai dengan kurangnya kemampuan sistem sensorik dan motorik. Hal inilah yang menyebabkan penderita tidak merasakan sakit, meskipun lukanya dibasuh dengan cairan kimia sekalipun.

  • Vasculopathy

Vasculopathy adalah keadaan dimana sistem peredaran darah tidak berjalan lancar, akibatnya distribusi oksigen ke anggota tubuh, termasuk kaki menjadi terhambat. Penyebaran nutrisi dan mineral juga terganggu yang menyebabkan semakin parahnya luka pada kaki.

  • Immunopathy

Immunopathy dapat diartikan menurunnya kekebalan tubuh, sehingga berakibat penderita diabetes mudah terserang berbagai penyakit, termasuk mudah terkena luka pada bagian kaki. Luka diabetes yang tidak kunjung sembuh tersebut mengakibatkan kebusukan dan bau  menyengat.

Pencegahan dan penyembuhan luka busuk pada diabetes sampai saat ini masih sulit dilakukan, karena jaringan-jaringan syaraf yang rusak dan semakin meluas. Kurangnya pasokan oksigen ke daerah yang luka akan semakin menambah parah kondisi luka.

Pada kondisi yang demikian, maka penderita diabetes menjadi 25 kali lebih mungkin kehilangan kakinya karena harus amputasi. Akan tetapi sebuah tindakan amputasi kaki pada penderita diabetes dapat dicegah dengan perawatan mandiri yang baik dari kaki penderita diabetes.

Pencegahan diabetes sebenarnya dapat dibagi menjadi tiga tahap. Pencegahan tahap satu, merupakan pencegahan awal sebelum orang tersebut menderita diabetes. Pencegahan tahap dua, adalah apabila seseorang sudah terkena diabetes agar jangan sampai terkena komplikasinya.

Sedangkan pencegahan tahap tiga, adalah jika seseorang sudah terkena komplikasi diabetes agar jangan sampai komplikasi itu semakin memburuk.

Pencegahan diabetes secara serius dan disertai dengan tindakan preventif juga diperlukan bagi mereka yang memiliki potensi untuk terkena penyakit kencing manis tersebut.

Penderita diabetes dengan komplikasi ke kaki, dapat melakukan langkah-langkah agar komplikasi tersebut tidak semakin memburuk, antara lain dengan melakukan perawatan kaki secara rutin. Pengecekan kondisi pembuluh darah, syaraf, dan bagaimana pasien merawat kakinya dapat dilakukan dengan perawatan medis.

Sedangkan usaha mandiri yang dapat dilakukan, misalnya mencuci kaki secara rutin dengan air yang steril, menggunakan alas kaki yang baik, rutin memotong kuku kaki, dan melakukan senam kaki.

Baca juga :

Demikian ulasan mengenai Bahaya Luka Diabetes pada Kaki dan Cara Pencegahannya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan