Ziarah Kubur dan Festival Gula Tradisi Rutin Penduduk Turki Saat Lebaran

Ziarah Kubur dan Festival Gula Tradisi Rutin Penduduk Turki Saat Lebaran

Amongguru.com. Perayaan Idul Fitri selalu menjadi sesuatu yang istimewa, karena dimaknai sebagai hari kemenangan oleh umat Muslim setelah berhasil melaksanakan ibadah puasa wajib selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan.

Ziarah Kubur dan Festival Gula Tradisi Rutin Penduduk Turki Saat Lebaran

Berbagai tradisi lebaran pun digelar untuk memeriahkan hari istimewa tersebut. Tradisi lebaran menjadi ciri khas tersendiri bagi umat muslim di seluruh belahan dunia, sehingga menjadikan idul fitri sebagai sebuah momen yang selalu ditunggu-tunggu.

Umat Muslim dari berbagai negara memiliki cara tersediri dalam memeriahkan lebaran, salah satunya tradisi lebaran di Turki. Berbicara tentang lebaran di Turki, maka di negara tersebut tradisi lebaran juga tidak kalah meriah dengan di Indonesia.

Ziarah Kubur dan Festival Gula Tradisi Rutin Penduduk Turki Saat Lebaran

Ziarah kubur dan festival gula menjadi dua tradisi rutin yang dilakukan oleh umat muslim di Turki saat lebaran tiba. Berziarah ke makam merupakan tradisi yang wajib dilakukan oleh penduduk Turki, baik tua maupun muda. Tradisi ziarah ini akan dilakukan setelah mereka selesai melaksanakan salat Idul Fitri.

Dengan demikian, tidak heran jika makam-makam di Turki menjadi sangat ramai ketika Idul Fitri, karena banyak peziarah yang datang untuk mendoakan leluhur mereka.

Selain ziarah kubur, tradisi ruin lainnya yang dilakukan oleh penduduk Turki saat lebaran adalah mengadakan festival gula atau dikenal dengan nama seker bayram.

Pada saat lebaran, semua penduduk Turki akan menghidangkan makanan yang serba manis. Permen, coklat, dan jajanan tradisional baklava selalu menjadi hidangan dengan cita rasa manis ketika Idul Fitri di Turki.

Anak-anak Turki akan berkeliling ke rumah-rumah tetangga mereka dengan membawa kantung-kantung gula dan mengucapkan selamat Idul Fitri. Sebagai balasnanya, anak-anak tersebut akan diberi hadiah permen atau coklat oleh tuan rumah.

Selain dua tradisi tersebut, masih terdapat beberapa tradisi unik yang dilakukan penduduk Turki dalam merayakan Idul Fitri. Berikut ini beberapa tradisi unik lainnya dalam menyambut lebaran di negara Turki.

1.  Tradisi Sungkeman

Ternyata sungkeman tidak hanya menjadi tradisi lebaran di Indonesia saja, karena tradisi tersebut juga ada di Turki. Pada saat Idul Fitri, penduduk Turki akan saling bersilaturahmi ke kerabat mereka untuk mengucapkan selamat Idul Fitri. Selain itu, mereka akan saling bersalam-salaman dan melakukan sungkem dengan orang yang lebih tua.

2.  Salat Idul Fitri Bagi Kaum Pria di Masjid

Di negara Turki, salat Idul Fitri hanya dilakukan oleh kaum pria di masjid, sementara kaum wanita tetap tinggal di rumah menyiapkan hidangan lebaran.

Pemandangan ini tentu berbeda dengan di Indonesia, karena pada saat Idul Fitri, baik pria maupun wanita semuanya berbondong-bondong ke masjid atau lapangan untuk melaksanakan salat Idul Fitri.

3. Mengenakan Baju Baru

Seperti halnya di Indonesia, penduduk Turki juga akan mengenakan baju baru atau baju terbaik mereka pada saat lebaran.  Anak-anak Turki akan memakai baju tradisional terbaik mereka dilengkapi dengan asesoris yang membuat mereka lebih terlihat cantik dan gagah di hari lebaran. Tradisi ini di Turki dinamakan dengan bayramlik atau perayaan Idul Fitri.

4.  Menyambut Musafir yang Silaturahmi

Turki dikenal sebagai negara yang sangat ramah dengan musafir. Setiap lebaran, penduduk Turki selalu menyediakan banyak makanan (Turki delight) dan teh untuk musafir dan juga para tetangga yang akan berkunjung untuk bersilaturahmi. Penduduk muslim Turki menyediakan berbagai makanan khas mereka untuk menyambut musafir dan tetangga tersebut.

5.  Mudik dan Silaturahmi dengan Kerabat

Meskipun tidak semeriah di Indonesia, umat Muslim Turki juga melakukan pulang kampung atau mudik. sama seperti penduduk Muslim Indonesia, mereka lebih senang merayakan Idul Fitri dengan berkumpul bersama keluarga.

Istanbul dan Anarka relatif menjadi kota yang sepi ketika lebaran, karena banyak penduduk yang pulang kampung. Tradisi silaturahmi serta mengunjungi keluarga di kampung menjadi tradisi tersendiri umat Muslim di Turki saat lebaran.

6.  Berbagi Uang Jajan Untuk Anak-anak

Kebahagaian merayakan lebaran tidak hanya dirasakan oleh para orangtua, akan tetapi juga oleh anak-anak Turki. Seperti halnya di Indonesia, anak-anak Turki akan diberikan angpau uang jajan ketika mereka berkunjung ke rumah kakek nenek atau kerabatnya. Uang jajan ini sudah disiapkan terlebih dahulu untuk dibagikan kepada anak-anak pada saat perayaan Idul Fitri.

7.  Festival Musik 

Perayaan Idul Fitri di negara Turki juga dimeriahkan dengan adanya pergelaran musik dan seni tradisional, seperti Caragoz dan Hacivat. Penduduk Turki akan berbondong-bondong untuk menyaksikan festival tersebut sehingga suasana lebaran menjadi semakin ramai.

8.  Menghiasi Rumah dengan Lampu Warna-warni

Di dalam memeriahkan suasana Idul Fitri, maka penduduk akan Turki akan menghias rumah-rumah mereka dengan hiasan lampu berwarna warni, termasuk sepanjang jalan dan sudut-sudut kota.

9. Penggalangan Dana

Selain menyelenggarakan festival seni dan hiburan, dilakukan juga acara penggalangan dana untuk membantu penduduk yang kurang mampu. Tradisi ini sebagai bentuk kepedulian penduduk Turki kepada sesama umat Muslim pada saat perayaan Idul Fitri.

Demikian ulasan mengenai Ziarah Kubur dan Festival Gula Tradisi Rutin Penduduk Turki Saat Lebaran. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan