Vertigo : Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahannya

Vertigo : Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahannya 

Amongguru.com. Vertigo adalah sebuah gejala dengan sensasi rasa tidak seimbang yang membuat diri sendiri seolah terasa berputar secara tiba-tiba.

Vertigo sering diistilahkan dengan pusing berputar. Gejala ini tidak dapat disepelekan, mengingat dampak yang ditimbulkan juga cukup berbahaya.

Vertigo : Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahannya
Vertigo : Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahannya

Beberapa kasus vertigo dapat membahayakan bahkan mengancam jiwa. Kondisi vertigo yang berat akan menyebabkan penderitanya kehilangan kemampuan pendengaran, sehingga tidak dapat beraktivitas secara normal seperti semula.

Gejala Vertigo dan Dampaknya Bagi Penderita 

Kondisi vertigo ada yang ringan dan ada juga yang parah, sehingga gejala yang menyertainya berbeda-beda.

Serangan vertigo bervariasi, bisa dari pusing yang ringan dan muncul berkala sampai dengan pusing yang belangsung terus menerus, sehingga membuat penderitanya tidak dapat beraktivitas dengan baik.

Gejala lain yang berhubungan dengan vertigo adalah hilangnya keseimbangan tubuh. Gejala ini akan menyebabkan penderita vertigo kesulitan untuk berdiri dan berjalan.

Perasaan berputar atau bergerak (bahkan pada saat penderita dalam keadaan diam) memicu pengidap vertigo untuk mual dan muntah, berkeringat, sakit kepala, dan nistagmus (melakukan gerakan mata tidak normal).

Tanda-tanda lain yang sering juga dialami oleh penderita vertigo adalah suara berdengung di telinga yang berakibat pada gangguan pendengaran.

Penyakit vertigo dapat menyebabkan gangguan lain yang lebih berbahaya. Kehilangan keseimbangan tumbuh akan membuat koordinasi pada salah satu bagian tubuh terganggu dan beresiko terhadap serangan stroke serta gangguan otak.

Vertigo juga mengganggu aktivitas rutin penderitanya. Penderita vertigo yang sudah parah akan kesulitan melakukan gerakan berdiri, berjalan, dan melakukan aktivitas lainnya.

Penderita vertigo rawan mengalami kehiangan pendengaran, khususnya vertigo yang disebabkan oleh gangguan pada telinga bagian dalam.

Selain itu, serangan vertigo juga dapat mengakibatkan gangguan pada gerakan bola mata dan anggota badan.

Penderita vertigo akan mudah jatuh karena kehilangan keseimbangan, sehingga tidak disarankan untuk mengendarai kendaraan.

Penyebab Vertigo

Berdasarkan penyebabnya, vertigo dibedakan menjadi dua, yaitu vertigo perifer dan vertigo veral.

Jenis vertigo yang paling sering terjadi adalah vertigo perifer, yang disebabkan oleh gangguan pada telinga bagian dalam. Gangguan vertigo ini memicu masalah mekanisme keseimbangan tubuh.

Sedangkan vertigo sentral adalah vertigo yang disebabkan karena adanya gangguan pada otak atau sistem saraf pusat.

Telinga memiliki dua saraf keseimbangan yang berfungsi mengirim sinyal untuk menentukan arah dan kendali keseimbangan pada otak.

Labirinitis adalah kondisi dimana salah satu saraf tersebut mengalami inflamasi atau peradangan. Ketika peradangan terjadi, maka akan memicu terjadinya vertigo.

Vertigo juga dapat muncul pada penderita penyakit Meniere, yakni kondisi di mana terjadi kerusakan pada telinga bagian dalam.

Penyebab Meniere sendiri belum diketahui pasti. Akan tetapi diduga kondisi ini disebabkan oleh jumlah cairan yang terdapat pada telinga bagian dalam menjadi tidak normal.

Kelainan jumlah cairan telinga bagian dalam tersebut dapat dipengaruhi oleh inveksi virus, migrain, alergi, keturunan (kelainan genetika), penyumbatan, dan cidera bagian kepala.

Pada dasarnya, vertigo muncul karena adanya gangguan pada telinga atau otak. Dengan demikian ada beberapa kondisi yang juga dapat menjadi penyebab terjadinya vertigo, sebagai berikut.

  • Cholesteatoma, yaitu kondisi di mana terjadi pertumbuhan kulit yang tidak normal pada telinga, tepatnya di balik gendang telinga akibat infeksi.
  • Otosclerosis, yaitu kondisi di mana terjadi pertumbuhan tulang yang tidak normal pada telinga.
  • Stroke, yaitu gangguan pada pasokan darah ke otak karena adanya perdarahan atau penggumpalan darah.
  • Fistula perilymphatic, yaitu kondisi di mana terjadi robekan pada dinding pemisah telinga bagian dalam dan telinga bagian tengah yang menyebabkan cairan di telinga bagian dalam berpindah ke telinga bagian tengah.
  • Neuroma akustik, yaitu tumor jinak pada saraf penghubung otak dan telinga bagian dalam.
  • Multiple sclerosis, yaitu kondisi di mana sistem imun menyerang lapisan pelindung saraf otak dan tulang belakang, sehingga lapisan pelindung yang rusak dan mengganggu proses pengiriman sinyal dari otak ke seluruh tubuh.
  • Penyakit Parkinson, yaitu kondisi yang ditandai dengan pergerakan dan keseimbangan tubuh yang tidak normal, akibat adanya gangguan pada fungsi otak.
  • Migrain, yaitu kondisi di mana menyebabkan penderitanya mengalami sakit kepala di salah satu sisi.
  • Diabetes, yaitu kondisi peningkatan kadar gula darah yang dapat menyebabkan komplikasi berupa pengerasan arteri dan penurunan pasokan darah ke otak.
  • Kehamilan, kondisi selam hamil menyebabkan terjadinya perubahan hormon, penurunan kadar gula darah, dan penyempitan pembuluh darah.
  • Malformasi Chiari, yaitu kondisi di mana jaringan otak turun ke saluran tulang belakang. Hal itu menyebabkan gangguan pada fungsi otak.
  • Sifilis, yaitu penyakit sistem reproduksi yang disebabkan oleh bakteri yang dapat dapat menimbulkan gejala hilangnya pendengaran, pusing, dan memicu vertigo.
  • Gangguan kecemasan, rasa cemas dan panik dapat memicu munculnya vertigo, dan stres berpotensi memperburuk vertigo yang diderita.
  • Tekanan udara, perubahan tekanan udara, seperti saat menyelam, dapat menyebabkan kerusakan pada telinga.
  • Alergi, vertigo dapat menjadi salah satu gejala yang muncul ketika seseorang mengalami alergi.
  • Obat, vertigo dapat muncul sebagai efek samping dari obat, antara lain obat antikejang, anti depresan, obat penenang, dan antihipertensi.
  • Cedera kepala dan leher, kondisi ini juga dapat menimbulkan vertigo, apabila benturan menyebabkan kerusakan pada otak atau telinga bagian dalam.

Pencegahan Vertigo

Vertigo bukanlah sebuah penyakit dan hanya merupakan gejala, sehingga cara pencegahanya tergantung pada gejala penyebabnya.

Ada sebagian kasus vertigo yang dapat sembuh dengan sendirinya tanpa melalui pengobatan. Tetapi banyak juga kasus vertigo yang membutuhkan penganganan medis untuk disembuhkan.

Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi atau mencegah gejala vertigo.

  1. Hindari gerakan yang dilakukan secara spontan atau tiba-tiba, agar tidak jatuh.
  2. Segera posisikan diri untuk duduk atau tidur di tempat yang nyaman ketika vertigo menyerang.
  3. Posisikan kepala lebih tinggi pada saat Anda tidur, sehingga sirkulasi darah kembali normal.
  4. Lakukan gerakan kepala secara perlahan dan hindari mendongak, jongkok. atau membungkuk.
  5. Kurangi konsumsi garam pada menu makanan sehari-hari.
  6. Kurangi penggunaan minyak goreng pada masakan yang akan dikonsumsi.
Referensi : www.alodokter.com.

Baca juga :

Demikian informasi mengenai Vertigo : Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahannya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan