Tradisi Unik Menyambut Puasa Ramadhan di Negara Iran

Amongguru.com. Tradisi Unik Menyambut Puasa Ramadhan di Negara Iran.

Iran merupakan salah satu negara di Asia Barat yang terletak di persimpangan jalur strategis antara Eropa dan Asia. Iran beribukota di Teheran dengan sistem pemerintahan Republik Teokratis, dimana kepala negaranya adalah seorang Pemimpin Agung yang berkuasa lebih tinggi daripada Presiden.

Negara ini berbatasan dengan Azerbaijan dan Armenia di barat laut, serta di sebelah Timur berbatasan dengan Pakistan dan Afghanistan.

Iran juga berbatasan dengan Turkmenistan di Timur Laut, sedangkan Turki dan Irak di sebelah baratnya. Di sebelah utara Iran adalah laut Kaspia serta sebelah selatannya adalah Teluk Persia dan Teluk Oman.

Iran dahulu dikenal dengan nama Persia, hingga pada tahun 1959, nama Persia digantikan menjadi Iran yang artinya adalah “Tanah Bangsa Arya”. Hampir seluruh penduduk Iran memeluk agama Islam (99,4%). Bahasa resmi Iran adalah bahasa Persia.

Tradisi Unik Menyambut Puasa Ramadhan di Negara Iran

Bulan Ramadhan selalu dinanti oleh jutaan umat Muslim di seluruh penjuru dunia, Umat Muslim dari berbagai negara akan saling bersuka cita menyambut datangnya bulan mulia tersebut.

Masing-masing negara juga memiliki tradisi sendiri dalam memeriahkan puasa di bulan Ramadhan, termasuk juga Iran. Berikut ini tradisi unik menyambut puasa Ramadhan di negara Iran untuk menambah referensi wawasan kita tentang tradisi Ramadhan dari berbagai negara di dunia.

  • Budaya Mudik

Iran ternyata mempunyai budaya mudik sebagaimana yang ada di Indonesia. Teheran, layaknya seperti Jakarta, yaitu sebagai tempat orang-orang Iran dalam mengadu nasib. Pada hari-hari tertentu, penduduk yang mengadu nasib ke Teheran akan berbondong-bondong untuk pulang kampung (mudik).

Jika budaya mudik di Indonesia dilakukan menjelang lebaran Idul Fitri, maka lain halnya dengan di Iran, mudik dilakukan pada awal puasa dan Tahun Baru.

  • Makanan khas berbuka

Makanan yang biasa disajikan pada saat berbuka oleh penduduk Muslim Iran biasanya teh, roti, keju, sayuran segar, serta zoolbia dan bamiyeh (kudapan berlapis sirup manis khas Persia) dan halva (makanan manis yang antara lain terbuat dari pati, telur, gula, saffron, dan kacang).

Ada juga makanan yang disebut dengan shole zard, yaitu makanan penutup yang terbuat dari beras, gula, dan kunyit dan haleem, sejenis bubur yang dibuat dari terigu, barley, dan daging.

  • Buka bersama di masjid

Tradisi Unik Menyambut Puasa Ramadhan di Negara Iran

Selama Ramadhan, masjid-masjid di Iran akan menggelar takjil untuk berbuka bersama sesama umat Muslim yang datang di negaranya. Pada bulan Ramadhan, banyak tempat-tempat suci di Iran yang dikunjungi oleh para peziarah dari berbagai negara di dunia.

Takjil ini sebagai bentuk penghormatan negara Iran terhadap para tamu peziarah yang datang berbondong-bondong ke Iran agar mereka dapat berbuka puasa dengan baik.

  • Tidak ada tarawih berjamaah di masjid

Di negara Iran, salat Tarawih tidak dilaksanakan secara berjamaah di masjid. Kondisi ini membuat suasana masjid-masjid di Iran pada malam hari selama bulan Ramadhan cenderung sepi.

Menurut penduduk Iran, salat Tarawih berjamaah tidak ada pada jaman Rasulallah, akan tetapi baru muncul pada jaman kepemimpinan Umar bin Khatab. Hal inilah yang menjadi alasan penduduk Muslim Iran untuk melaksanaan ibadah salat Tarawih di rumah masing-masing.

  • Berpuasa menjelang Ramadhan

Penduduk Muslim di provinsi Utara Mazandaran, Iran, akan menyambut bulan Ramadhan dengan melakukan puasa selama tiga hari sebelum awal bulan. Mereka akan berpuasa dari hari-hari terakhir Sha’ban, yaitu, sebelum bulan Ramadhan.

Mereka juga akan mengadakan Khatm-e An`am, yaitu semacam upacara dimana mereka akan membaca Surah Al-An`am dari Alquran sebelum berbuka puasa (Iftar). Setelah itu, dilanjutkan berbuka puasa dengan roti, sedikit garam dan air, yang dimasukkan ke dalam sebuah nampan besar.

  • Lomba dan pameran Alquran

Selama bulan Ramadhan, terasa sekali suasana Qurani di Iran. Ada banyak pameran dan lomba-lomba seputar Alquran (musabaqe Quran). Di dalam pameran tersebut, digelar berbagai hasil karya yang berhubungan dengan Alquran, mulai dari pameran mushaf, kaligrafi, tafsir, buku-buku, CD, sampai berbagai aksesoris Quran lainnya.

Silahkan baca juga artikel terkait berikut.

Demikian ulasan mengenai Tradisi Unik Menyambut Puasa Ramadhan di Negara Iran. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan