Tidak Banyak yang Tahu, Inilah Pencipta Logo OSIS Sebenarnya

Tidak Banyak yang Tahu, Inilah Pencipta Logo OSIS Sebenarnya

Amongguru.com. Logo OSIS tentu tidak asing lagi buat kalian yang masih sekolah di jenjang SMP dan SMA. Logo tersebut pasti akan terpasang di setiap baju seragam OSIS.

Logo OSIS menjadi salah satu kelengkapaan atribut seragam, sehingga wajib dipasang. OSIS sendiri merupakan singkatan dari Organisasi Siswa Intra Sekolah.

Organisasi ini di bentuk pada tingkat sekolah menengah, yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). OSIS dimiliki oleh hampir semua sekolah menengah di Indonesia.

OSIS dibentuk di dalam sekolah, beranggotakan siswa dari sekolah tersebut, dan dibina oleh guru untuk memajukan kegiatan sekolah.

OSIS menjadi wadah bagi guru dan siswa untuk mencapai tujuan pembinaan dan pengembangan pendidikan sesuai visi dan misi sekolah.

OSIS akan memfasilitasi para siswa untuk belajar bertanggung jawab sesuai tugas masing-masing pengurus untuk kepentingan sekolah,

Selain itu, OSIS mempunyai fungsi sebagai pendorong berkembangnya kemampuan dan kreativitas siswa.

OSIS juga dapat berfungsi untuk mencegah munculnya pengaruh negatif pada siswa. Melalui OSIS, siswa akan memiliki kegiatan yang positif.

Siswa dapat memaksimalkan kreativitas dan menyalurkan bakatnya yang bermanfaat untuk siswa itu sendiri dan sekolah.

Taukah kalian, bahwa logo OSIS ini diciptakan oleh orang asli Indonesia? Pencipta logo OSIS adalah H. Idik Sulaeman Nataatmadja.

Beliau dilahirkan di Kuningan, Jawa Barat, pada tanggal 20 Juli 1933. Selain sebagai pencipta logo OSIS, Idik Sulamen juga merupakan pencetus nama Paskibraka.

Baca : Pengertian OSIS, Sejarah, Tujuan, dan Fungsinya Bagi Siswa

Biografi H. Idik Sulaeman, Pencipta Logo OSIS

Idik Sulaeman menghabiskan masa kecil di daerah kelahirannya, Kuningan, sampai dengan tamat SMP dan pindah ke Jakarta saat masuk SMA. Jiwa seni sudah tampak dalam dirinya sejak kecil.

Karena antusiasnya yang tinggi terhadap seni, maka setelah lulus SMA, beliau melanjutkan pendidikan di ITB dan memilih jurusan seni rupa pada tanggal 9 April 1960.

Setelah lulus kuliah, Idik Sulaiman bekerja di Balai Penelitian Tekstil selama empat tahun, dari tahun 1960 sampai dengan 1964.

Pada tanggal 1 Februari 1965, beliau diangkat menjadi Kepala Biro Menteri Perindustrian dan Kerajinan.

Idik Sulaiman kemudian pindah bekerja ke Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) sebagai Kepala Dinas Pengembangan dan Latihan tanggal 1 Desember 1967.

Di Depdikbud inilah, Idik Sulaiman banyak membantu Husein Mutahar dalam mewujudkan gagasannya membentuk Paskibraka.

Bersama-sama dengan pembina lainnya, Idik Sulaiman membantu Husen Mutahar menyempurnakan konsep pembinaan Paskibraka.

Pada tahun 1966 dan 1967, dibentuk Pasukan Pengerek Bendera Pusaka. Kemudian, di tahun 1973, disempurnakan namanya menjadi Paskibraka, yang merupakan singkatan dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka.

Selain mencetuskan nama Paskibraka, Idik Sulaiman juga menciptakan Seragam Paskibraka, Lambang Korps, Lambang Anggota, serta Tanda Pengukuhan berupa Lencana Merah-Putih Garuda (MPG) dan Kendit Kecakapan.

Pada tanggal 30 Juni 1975, beliau diangkat menjadi Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Pembinaan Kegiatan di Direktorat Pembinaan Generasi Muda (Ditbinmud).

Posisi puncak diraih oleh Idik Sulaimen pada 9 Maret 1977 ketika ditunjuk sebagai Pelaksana Harian Direktur Pembinaan Generasi Muda, Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Olahraga (Ditjen PLSOR).

Selama tiga tahun penuh Idik Sulaiman benar-benar menjadi ”komandan” dalam latihan Paskibraka, yakni Paskibraka 1977, 1978, dan 1979.

Idik Sulaiman ditarik ke Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) pada tanggal 24 November 1979 dan menjabat sebagai Direktur Pembinaan Kesiswaan sampai tanggal 15 November 1983.

Selama kurun waktu tersebut. Idik Sulaiman mencatatkan sejarah dalam penciptaan seragam sekolah yang dikenal sampai sekarang.

Beliau telah menciptakan seragam merah putih SD, seragam putih biru SMP, dan seragam putih abu-abu SMA. Idik Sulaiman juga melengkapi seragam-seragam tersebut dengan lambang SD dan OSIS.

Idik Sulaiman wafat pada tanggal 4 April 2013 karena penyakit stroke yang dideritanya, Beliau meninggalkan sang istri, Aisah Martalogawa, dan tiga orang anak.

Arti Lambang OSIS

Berikut ini adalah arti dari lambang OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah).

1. Bunga bintang sudut lima dan lima kelopak daun bunga

Generasi muda merupakan bunga harapan bangsa dengan bentuk bintang sudut lima menunjukkan kemurnian jiwa siswa yang berintikan Pancasila.

Siswa berdaya upaya melalui lima jalan dengan kesungguhan hati, agar menjadi warga negara yang baik dan berguna. Kelima jalan tersebut dilukiskan dalam bentuk lima kelopak daun bunga, yaitu abdi, adab, ajar, aktif, dan amal.

2. Buku terbuka

Belajar keras menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi, merupakan kontribusi siswa terhadap pembangunan bangsa dan negara.

3. Kunci pas

Kemauan bekerja keras akan menumbuhkan rasa percaya pada kemampuan diri dan bebas dari ketergantungan belas kasihan orang lain, sehingga siswa berani mandiri.

Kunci pas adalah alat kerja yang dapat membuka semua permasalahan dan kunci pemecahan dari segala kesulitan.

4. Tangan terbuka

Kesediaan menolong orang lain yang lemah sesama siswa dan masyarakat yang memerlukan bantuan dan pertolongan, yang menunjukkan adanya sikap mental siswa yang baik dan bertanggung jawab.

5. Biduk

Biduk atau perahu yang melaju di lautan untuk menuju masa depan yang lebih baik, yaitu tujuan nasional yang dicita-citakan.

6. Pelangi merah putih

Tujuan nasional yang dicita–citakan adalah masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sejahtera, baik material maupun spiritual.

7. Tujuh belas butir padi, delapan lipatan pita, empat buah kapas, lima daun kapas

Tanggal 17 Agustus 1945 adalah peristiwa penegakan jembatan emas kemerdekaan Indonesia mengandung nilai–nilai perjuangan 45 yang harus dihayati siswa sebagai kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional. Kemerdekaan yang telah ditebus dengan mahal harus diisi dengan partisipasi penuh siswa.

8. Warna kuning

Warna kuning sebagai dasar lambang, yaitu warna kehormatan atau agung. Suatu kehormatan jika generasi muda diberi kepercayaan untuk berbuat baik dan bermanfaat melalui organisasi, untuk kepentingan dirinya dan sesama mereka, sebagai salah satu sumbangan nyata kepada tanah air, bangsa dan negara.

9. Warna coklat

Warna coklat dapat berarti sifat kedewasaan dan sikap rela berkorban bagi tanah air.

10. Warna merah putih

Warna merah putih adalah warna kebangsaan Indonesia yang menggambarkan hati yang suci dan berani membela kebenaran.

Tinggalkan Balasan