Teori Belajar Bandura dan Implementasinya dalam Pembelajaran

Amongguru.com. Teori Belajar Bandura dan Implementasinya dalam Pembelajaran.

Albert Bandura mengemukakan bahwa peserta didik belajar melalui meniru. Pengertian meniru bukan berarti mencontek, akan tetapi meniru hal-hal yang dilakukan oleh orang lain, khususnya guru.

Apabila tulisan guru baik, guru berbicara dengan sopan santun dan bahasa yang baik, tingkah laku yang terpuji, menjelaskan dengan jelas dan sistematik, maka peserta didik akan menirunya.

Sebaliknya, apabila contoh-contoh yang diperagakan guru kurang baik, maka peserta didik juga akan menirunya. Dengan demikian, maka guru harus menjadi manusia model yang profesional untuk anak didiknya.

Bandura memandang tingkah laku manusia bukan semata-mata refleks otomaris atas stimulus, melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif manusia itu sendiri.

Teori belajar sosial dari Albert Bandura ini merupakan gabungan dari teori belajar behavioristik dengan penguatan dan psikologi kognitif yang berpinsip pada modifikasi perilaku.

Teori Belajar Bandura dan Implementasinya dalam Pembelajaran
Teori Belajar Bandura dan Implementasinya dalam Pembelajaran

Teori Belajar Sosial (Social Learning Theory) dari Bandura didasarkan pada tiga konsep berikut.

1. Reciprocal determinism

Pendekatan yang menjelaskan tingkah laku manusia dalam bentuk interaksi timbal bali secara terus menerus, antara kognitif, tingkah laku, dan lingkungan. Seseorang akan menentukan atau memengaruhi tingkah lakunya dengan mengontrol lingkungan, tetapi orang tersebut juga dikontrol oleh kekuatan lingkungan tersebut.

2.  Beyond reinforcement

Bandura memandang  bahwa jika setiap unit respon sosial yang kompleks harus diplah-pilah untuk dibangun kembali satu per satu, maka bisa jadi orang tersebut malah tidak belajar apa pun.

Menurutnya reinforcement penting dalam menentukan apakah suatu tingkah laku akan terus menerus atau tidak, akan tetapi hal ini bukanlah satu-satunya pembentuk tingkah laku. Orang dapat belajar melakukan sesuatu hanya dengan mengamati dan kemudian mengulang apa yang dilihatnya,

Belajar melalui observasi tanpa ada reinforcement yang terlibat berarti tingkah lakunya ditentukan oleh antisipasi konsekuensi.

3. Self regulation

Teori belajar tradisional sering terhalang oleh ketidaksenangan atau ketidakmampuan seseorang dalam menjelaskan proses kognitif. Konsep Bandura menempatkan manusia sebagai pribadi yang dapat mengatur diri sendiri (self regulation), memengaruhi tingkah laku dengan cara mengatur lingkungan, menciptakan dukungan kognitif, dan mengadakan konsekuensi bagi tingkah lakunya sendiri.

Prinsip Dasar Belajar Sosial (Social Learning) menurut Teori Belajar Bandura

Berikut ini beberapa prinsip dasar belajar sosial menurut teori belajar Bandura.

  1. Sebagian besar dari yang dipelajari oleh manusia terjadi melalui peniruan (imitation) dan penyajian contoh perilaku (modeling).
  2. Seorang peserta didik akan mengubah perilakunya sendiri melalui penyaksian cara orang atau sekelompok orang yang mereaksi (merespon) sebuah stimulus tertentu.
  3. Peserta didik dapat mempelajari respon-respon baru dengan cara pengamatan terhadap perilaku contoh dar orang lain, misalnya guru atau orangtuanya.
  4. Pendekatan teori belajar sosial terhadap proses perkembangan sosial dan moral peserta didik ditekankan pada perlunya pembiasaan merespon (conditioningi) dan peniruan (imitation).

Implikasi Teori Belajar Bandura dalam Pembelajaran di Kelas

Terdapat banyak implikasi teori belajar sosial yang dikemukakan oleh Bandura untuk pembelajaran di kelas, antara lain sebagai berikut.

  1. Peserta didiksering belajar hanya dengan mengamati tingkah laku oran lain, yaitu guru.
  2. Menggambarkan konsekuensi perilaku yang secara efektif dapat meningkatkan perilaku yang sesuai dengan yang diharapkan dan menurunkan perilaku yang tidak pantas.
  3. Peniruan (modeling) menyediakan alternatif untuk membentuk perilaku baru untuk belajar. Di dalam mempromosikan model yang efektif, seorang guru harus memastikan bahwa empat kondisi esensial harus ada, yaitu perhatian, retensi, motor reproduksi, dan motivasi.
  4. Guru dan orangtua harus menjadi mode perilaku yang sesuai dan berhati-hati agar peserta didik tidak meniru perilaku yang tidak pantas.
  5. Peserta didik harus percaya bahwa mereka mampu menyelesaikan tugas-tugas sekolah, sehingga guru dapat meningkatkan rasa percaya diri peserta didik dengan memperlihatkan pengalaman orang lain yang sudah sukses atau menceritakan pengalaman kesuksesan guru itu sendiri.
  6. Guru harus membantu peserta didik dalam menetapkan harapan yang realistis untuk prestasi akademiknya. Guru juga harus memastikan bahwa target prestasi peserta didik tidak lebih rendah dari potensi peserta didik yang bersaungkutan.

Silahkan baca juga artikel terkait berikut.

Demikian ulasan mengenai Teori Belajar Bandura dan Implementasinya dalam Pembelajaran. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan