Tata Cara Penggunaan Aplikasi Pemantauan Pembelajaran Tatap Muka Masa Pandemi

Tata Cara Penggunaan Aplikasi Pemantauan Pembelajaran Tatap Muka Masa Pandemi

Amongguru,com. Tata cara penggunaan Aplikasi Pemantauan Pembelajaran Tatap Muka masa pandemi Covid-19 tertuang dalam Lampiran SKB 4 Menteri tentang Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Aplikasi Pemantauan Pembelajaran Tatap Muka diperlukan untuk memantau kelancaran penyelenggaraan pembelajaran secara tatap muka pada masa pandemi Covid-19 pada Pendidikan Anak Usia DIni, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah agar sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.

Berikut ini adalah tata cara penggunaan Aplikasi Pemantauan Pembelajaran Tatap Muka masa pandemi Covid-19.

Pembuatan QRCode aplikasi PeduliLindungi untuk Skrining Masuk Pengunjung atau Tamu ke Satuan Pendidikan

1. Dinas pendidikan provinsi dan kantor wilayah Kementerian Agama melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk menentukan tanggal pengiriman pos-el (e-mail) pembuatan QRCode aplikasi PeduliLindungi untuk satuan pendidikan pada masing-masing provinsi.

2. Pos-el konfirmasi akan dikirimkan oleh Kementerian Kesehatan paling lama 3 x 24 jam dari tanggal yang sudah disepakati dengan dinas pendidikan provinsi dan kantor wilayah Kementerian Agama ke pos-el satuan Pendidikan yang sudah terdaftar pada basis data DAPODIK/EMIS.

3. Aktivasi akun dengan cara membuat password melalui tautan yang terdapat di dalam pos-el yang dikirimkan oleh aplikasi PeduliLindungi. Tautan di pos-el hanya berlaku 1 x 24 jam sejak pos-el dikirimkan.

4. Melakukan login melalui situs http://cms.pedulilindungi.id.

5. Memasukkan detail informasi tempat dan lokasi:

a. pilih sesuai dengan jenis aktivitas usaha, di dalam atau di luar ruangan;

b. foto lokasi (agar disiapkan terlebih dulu foto lokasinya). Format foto JPEG, dan ukuran file tidak lebih dari 500KB;

c. kecamatan;

d. alamat lengkap;

e. maksimal kapasitas pengunjung yang sudah disesuaikan dengan peraturan yang berlaku di daerah masing-masing;

f. atur radius auto checkout sesuai dengan area lokasi satuan pendidikan;

g. atur radius check-in point;

h. jumlah check-in point bisa diisi lebih dari satu titik/akses masuk;

i. apabila sudah terisi lengkap klik “Submit”.

6. Setelah submit, akan muncul informasi tempat beserta check-in point.

7. Di halaman yang sama akan muncul juga tombol “Download Poster QR” lalu diklik.

8. Poster QRCode dapat diunduh dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan.

9. Kementerian Kesehatan menyediakan 1 (satu) pasang file Poster QRCode yang terdiri dari poster check-in untuk masuk dan poster check-out untuk keluar.

10. Setelah diunduh, poster dipasang di pintu masuk dan pintu keluar.

11. Poster QRCode dapat didesain ulang sesuai dengan kebutuhan, namun wajib memunculkan logo Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi atau Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan aplikasi PeduliLindungi.

Baca :

Pemasangan QRCode aplikasi PeduliLindungi di Satuan Pendidikan

1. Lokasi penempatan QRCode aplikasi PeduliLindungi diletakkan pada akses pintu masuk dan keluar satuan pendidikan dengan memperhatikan ketersediaan koneksi internet.

2. Kriteria warna hasil pemindaian QRCode aplikasi PeduliLindungi:

a. hijau

1) telah divaksin lengkap atau 2 (dua) kali vaksin, dan tidak ada hasil tes positif COVID-19 atau catatan kontak erat);

2) telah divaksin booster;

3) 3 x 24 jam tes PCR hasil negatif atau 1×24 jam tes antigen hasil negatif; atau

4) telah divaksin 1 (satu) kali dan sembuh dari COVID-19 kurang dari 90 (Sembilan puluh) hari (penyintas);

b. kuning

1) telah divaksin 1 (satu) kali atau vaksin dosis pertama; atau

2) belum divaksin, tetapi sembuh dari COVID-19 kurang dari 90 (Sembilan puluh) hari (penyintas); dan

3) tidak ada data bahwa yang bersangkutan positif COVID-19 atau kontak erat;

c. merah

1) belum divaksin; dan

2) tidak ada kontak erat dengan kasus positif COVID-19;

d. hitam

1) positif COVID-19;

2) kontak erat dengan kasus positif COVID-19; atau

3) baru tiba dari luar negeri.

3. Kriteria warna hasil pemindaian QRCode aplikasi PeduliLindungi dapat berubah mengikuti kebijakan Kementerian Kesehatan yang berlaku.

4. Satuan pendidikan menyiapkan petugas pada lokasi penempatan QRCode aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan penerapan pemindaian QR Code aplikasi PeduliLindungi dan pengawasan protokol kesehatan di satuan pendidikan.

Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi

1. Pengunjung atau tamu, dan warga satuan pendidikan yang belum terdaftar dalam DAPODIK atau EMIS yang akan masuk ke dalam kawasan satuan pendidikan wajib melakukan pemindaian QRCode dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi yang terkoneksi dengan internet di pintu masuk kemudian menunjukkan hasil QRCode kepada petugas.

2. Pengukuran suhu tubuh sebelum masuk ke dalam kawasan satuan pendidikan.

3. Petugas memastikan setiap orang yang akan masuk ke dalam satuan pendidikan menerapkan protokol kesehatan.

4. Tindak lanjut hasil pemindaian QRCode aplikasi PeduliLindungi di satuan pendidikan sebagai berikut:

a. kategori hijau diperkenankan masuk dengan tetap wajib menerapkan protokol kesehatan;

b. kategori kuning dan merah diperkenankan masuk dengan tetap wajib menerapkan protokol kesehatan ketat seperti 3M dan menggunakan faceshield; dan

c. kategori hitam tidak diperkenankan masuk dan ditindaklanjuti sesuai dengan tata laksana penanganan kasus konfirmasi atau kasus kontak erat COVID-19.

5. Apabila pengunjung, tamu, orangtua/wali peserta didik tidak memiliki gawai atau telepon genggam untuk melakukan pemindaian QRCode maka petugas akan membantu melakukan verifikasi manual berdasarkan nomor induk kependudukan (NIK) dan nama melalui situs https://www.pedulilindungi.id/ melalui komputer, tablet, gawai lainnya yang terkoneksi dengan internet.

6. Apabila aplikasi PeduliLindungi belum dapat berfungsi, pengunjung atau tamu wajib menunjukkan sertifikat vaksin.

Tata cara penggunaan Aplikasi Pemantauan Pembelajaran Tatap Muka pada masa pandemi Covid-19 selengkapnya dapat dibaca di sini.

Demikian tata cara penggunaan Aplikasi Pemantauan Pembelajaran Tatap Muka masa Pandemi Covid-19. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan