Tanda-tanda Gejala Penyebab Stroke dan Pencegahannya

Amongguru.com. Tanda-tanda Gejala Penyebab Stroke dan Pencegahannya.

Stroke merupakan kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terputus akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Hal tersebut menyebabkan terjadinya kematian sel-sel pada sebagian wilayah otak hanya dalam beberapa menit.

Di dalam beberapa menit, sel-sel otak mulai mati. Stroke merupakan kondisi yang dapat mengancam hidup seseorang dan dapat menimbulkan kerusakan permanen. Stroke adalah kondisi kesehatan serius yang memerlukan penanganan secara cepat.

Otak Anda akan dapat berfungsi dengan baik apabila pasokan oksigen dan nutrisi yang disediakan darah mengalir dengan baik.  Pada saat pasokan darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak terputus, maka sel-sel otak akan mulai mati. Kondisi tersebut menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh otak yang rusak, tidak dapat berfungsi dengan baik.

Semakin cepat kasus stroke ditangani, maka kerusakan yang terjadi pun semakin kecil dan resiko kematian dapat dihindari.

Tanda-tanda Gejala Penyebab Stroke dan Pencegahannya
Tanda-tanda Gejala Penyebab Stroke dan Pencegahannya

Tanda tanda dan Gejala Terjadinya Stroke

Stroke biasanya didiagnosis melalui tanda-tanda fisik dan foto atau pencitraan otak. Setidaknya, terdapat tiga gejala utama stroke yang paling mudah untuk diingat, sebagai berikut.

  • Wajah (face

Wajah penderita stroke akan terlihat menurun pada satu sisi  (asimetris) dan tidak mampu tersenyum karena mulut dan mata terkulai.

  • Lengan (arms)

Penderita stroke tidak mampu mengangkat salah satu lengannya. Hal ini disebabkan karena lengan terasa lemas atau mati rasa. Demikian juga pada tungkai yang satu sisi dengan lengan juga akan mengalami lemah.

 

  • Cara bicara (speech) 

Penderita stroke sering mengucapkan sesuatu secara tidak jelas dan kacau. Bahkan dalam kondisi kronis, penderita stroke tidak mampu berbicara sama sekali meskipun dalam keadaan sadar.

Berikut ini beberapa gejala stroke yang perlu Anda ketahui.

  1. Mengalami kesulitan memahami pembicaraan, pada tingkat lebih lanjut sulit bicara
  2. Sering mengalami sakit kepala hebat dan diikuti kaku leher, lebih lanjut dapat menjadi vertigo.
  3. Mengalami kesulitan koordinasi gerak dan keseimbangan.
  4. Mata dan mulut pada salah satu sisi wajah penderita terlihat turun
  5. Kebas dan kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh
  6. Kesadaran menurun dan mengalami kebingungan
  7. Penglihatan menjadi buram dan kabur

Jenis-jenis Penyakit Stroke

Stroke dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu stroke iskemik dan stroke Hemoragik

1.  Stroke Iskemik

Stroke Iskemik adalah jenis Stroke yang paling banyak terjadi. Sekitar 85% stroke adalah stroke iskemik, di mana aliran darah ke otak tersumbat oleh gumpalan darah atau timbunan lemak yang disebut plak di lapisan pembuluh darah.

2. Stroke Hemoragik

Stroke Hemoragik terjadi karena pecahnya pembuluh darah di otak, sehingga darah akan menumpuk dan menekan jaringan otak di sekitarnya.

Stroke hemoragik dibagi menjadi dua, yaitu: (1) Perdarahan intraserebral, adalah jenis yang paling umum dari stroke hemoragik. Ini terjadi ketika arteri di otak pecah, membanjiri jaringan sekitarnya dengan darah; dan (2) Perdarahan subarachnoid, adalah pendarahan di daerah antara otak dan jaringan tipis yang menutupinya.

Faktor Pemicu Terjadinya Stroke

Serangan stroke dapat terjadi kapan saja tanpa diketahui secara jelas penyebabnya. Dengan demikian, penting bagi Anda untuk mengetahui pemicu terjadinya stroke tersebut. Faktor penyebab terjadinya stroke dapat dibedakan menjadi dua, yaitu faktor kesehatan dan faktor gaya hidup.

Penyebab stroke karena faktor kesehatan :

  1. Kelebihan berat badan (obesitas)
  2. Diabetes yang tidak terkontrol
  3. Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  4. Riwayat penyakit kardiovaskuler (jantung)
  5. Kolesterol yang tinggi
  6. Gangguan tidur (sleep apnea)

Penyebab stroke karena faktor gaya hidup :

  1. Konsumsi alkohol
  2. Kebiasaan merokok
  3. Kolesterol
  4. Kurang berolahraga
  5. Konsumsi obat-obatan terlarang

Faktor pemicu stroke lainnya yang tidak berhubungan dengan kesehatan dan gaya hidup, antara lain keturunan, usia, dan jenis kelamin. Jika ada salah satu anggota keluarga yang terkena stroke, maka resiko terkena stroke juga semakin tinggi.

Semakin bertambahnya usia, maka seseorang memiliki resiko terkena stroke lebih tinggi dibandingangkan yang masih berusia muda. Sedakan jika dilihat dari faktor jenis kelamin, maka laki-laki memiliki risiko stroke lebih tinggi dibandingkan perempuan.

Perempuan biasanya akan terkena stroke pada usia lanjut dan lebih rentan terhadap kematian akibat stroke dibandingkan laki-laki.

Upaya Pencegahan Stroke

Langkah paling utama untuk mencegah terjadinya stroke adalah dengan menerapkan pola hidup sehat.

  • Menjaga tekanan darah agar tetap normal

Upaya yang dapat dilakukan, antara lain tidak mengkonsumsi garam lebih dari 1500 mg per hari (sekitar setengah sendok teh), menghindari makanan tinggi kolesterol, mengkonsumsi buah, melakukan aktivitas fisik (olahraga) secara rutin.

  • Menjaga berat badan agar dalam kondisi ideal

Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi porsi makan yang berlebih secara berlahan lahan dan melakukan rutinitas olahraga.

  • Berolahraga secara teratur

Aktivitas fisik, seperti berolahraga sangat efektif untuk menurunkan berat badan dan juga menurunkan tekanan darah tinggi, sebagai pemicu terjadinya stroke. Hal yang perlu diperhatikan adalah tidak terlalu memporsir tenaga pada saat berolahraga. Berhenti berolahraga ketika sudah merasa terengah-engah.

  • Menghindari alkohol

Alkohol dapat menjadi salah satu pemicu terjadinya stroke. Membatasi jumlah asupan alhokol dapat mengurangi resiko terkena stroke. Selain dapat memicu terjadinya stroke, konsumsi alhokol secara belebihan juga dapat berakibat pada terserangnya penyakit lain yang berbahaya, misalnya jantung koroner dan gagal ginjal.

  • Berhenti merokok

Hasil riset menunjukkan bahwa kebiasaan merokok akan dapat mempercepat terjadinya pengentalan darah dan mempercepat penumpukan plak pada pembuluh arteri. Kondisi yang demikian akan memicu terjadinya stroke.

  • Mengecek kadar gula darah

Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya penggumpalan darah dan resiko rusaknya pembuluh darah mikro. Pengecekan kadar gula darah secara rutin merupakan langkah yang tepat untuk mencegah terjadinya stroke.

Baca juga artikel terkait berikut.

Demikian ulasan mengenai Tanda-tanda Gejala Penyebab Stroke dan Pencegahannya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan