Susunan Upacara Peringatan Hari Pahlawan Ke 74 Tahun 2019

Susunan Upacara Peringatan Hari Pahlawan Ke 74 Tahun 2019

Amongguru.com. Setiap tanggal 10 November bangsa Indonesia selalu memperingati Hari Pahlawan. Hari Pahlawan diperingati untuk mengenang sebuah peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia, yaitu Pertempuran Surabaya.

Pertempuran Surabaya merupakan peristiwa peperangan antara Indonesia dengan pasukan Britania Raya dan Belanda.

Tanggal peringatannya diambil tanggal 10 November 1945, karena pihak Indonesia mengabaikan ultimatum yang dikeluarkan Inggris.

Pertempuran Surabaya merupakan pertempuran pertama Indonesia melawan tentara asing, setelah memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Salah satu insiden penting yang melatarbelakangi pertempuran ini adalah insiden di Hotel Yamato pada tanggal 18 September 1945.

Pada saat itu, pihak Belanda di bawah pimpinan Mr.W.V.Ch. Ploegman mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru) tanpa persetujuan pemerintah Republik Indonesia Daerah Surabaya. Melihat hal itu, para pemuda Surabaya menjadi marah, sehingga memicu perlawanan terhadap tentara asing.

Pertempuran pertama Indonesia melawan Inggris terjadi pada 27 Oktober 1945, yang memakan banyak korban jiwa diantara kedua pihak.

Melihat kejadian tersebut, Jenderal D.C Hawthorn kemudian meminta bantuan Soekarno untuk meredakan situasi.

Meskipun situasi telah berangsur membaik, tetap terjadi beberapa bentrokan, yang memuncak ketika terbunuhnya Brigadir Jendral Mallaby (Pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur).

Mayor Jenderal Robert Mansergh kemudian mengeluarkan ultimatum agar rakyat saat itu meletakkan senjata ditempat yang ditentukan, dan menyerah dengan tangan di atas sebelum jam 6.00 tanggal 10 November.

Ultimatum itu ditolak oleh pihak Indonesia, sehingga tentara Inggris melancarkan serangan pada pagi 10 November, mengawali pertempuran besar di Surabaya.

Baca : Download Pedoman Peringatan Hari Pahlawan Ke 74 Tahun 2019

Susunan Upacara Peringatan Hari Pahlawan Ke 74 Tahun 2019

Salah satu acara seremonial dalam mempertingati Hari Pahlawan adalah Upacara Bendera. Upacara Bendera memperingati Hari Pahlawan diselenggarakan untuk mengenang kembali peristiwa bersejarah Pertempuran Surabaya tanggal 10 November 1945.

Di dalam rangka melaksanakan upacara bendera peringatan Hari Pahlawan tahun 2019, Kementerian Sosial Republik Indonesia telah menerbitkan pedoman penyelenggaran Upacara Peringatan Hari Pahlawan Ke 74 Tanggal 10 November 2019, sebagai berikut.

1. Tema

Aku Pahlawan Masa Kini

2. Sifat Upacara

Khidmat, Tertib, dan Sederhana

3. Tanggal Upacara :

Hari Minggu, 10 November 2019

4. Waktu dan Tempat Upacara

Pukul 08.00 waktu setempat, di lapangan terbuka

5. Susunan Upacara Bendera

a. Penghormatan umum kepada Pembina Upacara dipimpin oleh Komandan

b. Laporan Komandan Upacara kepada Pembina

c. Pengibaran bendera     Merah     Putih,    diiringi    Lagu     Kebangsaan “Indonesia Raya ” yang dinyanyikan oleh seluruh peserta upacara.

d. Mengheningkan cipta, dipimpin oleh Pembina

e. Pembacaan Pancasila

f. Pembacaan Pembukaan UUD’45.

g. Pembacaan pesan-pesan Pahlawan/kata-kata mutiara (ditentukan panitia).

h. Amanat Pembina

i. Pembacaan Do’a.

j. Laporan Komandan Upacara kepada Pembina

k. Penghormatan kepada Pembina Upacara dipimpin oleh Komandan

l. Upacara

Catatan :

Apabila Upacara terpaksa tidak dapat dilaksanakan  di  lapangan  terbuka,  pengibaran Bendera Merah Putih diganti dengan Bendera Merah Putih yang sudah dipasang di tiang. Akan tetapi, pokok-pokok acara lainnya wajib diikuti dengan penyesuaian seperlunya.

Kelengkapan Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019

A. Teks Pancasila

PANCASILA

1. Ketuhanan Yang Maha Esa.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.

3. Persatuan Indonsia.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh khikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

B. Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

P e m b u k a a n 

Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. 

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya. 

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

C. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mengheningkan Cipta

Instrumen lagu Indonesia Raya dan Mengheningkan Cipta dapat diunduh pada tautan di bawah ini.

– Instrumen Lagu Kebangsaan Indonesia Raya (Download)

– Instrumen Lagu Mengheningkan Cipta (Download)

D. Pesan-pesan Perjuangan Pahlawan Nasional

1. Pesan Pahlawan Nasional Nyi Ageng Serang

“ Untuk keamanan dan kesentausaan jiwa, kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, orang yang mendekatkan diri kepada Tuhan tidak akan terperosok hidupnya, dan tidak akan takut menghadapi cobaan hidup, karena Tuhan akan selalu menuntun dan melimpahkan anugerah yang tidak ternilai harganya “.

(Disampaikan pada saat Nyi Ageng Serang mendengarkan keluhan keprihatinan para pengikut/rakyat, akibat perlakuan kaum penjajah ).

2. Pesan Pahlawan Nasional Jenderal Sudirman

“ Tempat saya yang terbaik adalah ditengah-tengah anak buah. Saya akan meneruskan perjuangan. Met of zonder Pemerintah TNI akan berjuang terus”.

(Disampaikan pada jam-jam terakhir sebelum jatuhnya Yogyakarta dan Jenderal Sudirman dalam keadaan sakit, ketika menjawab pernyataan Presiden yang menasihatinya supaya tetap tinggal di kota untuk dirawat sakitnya).

3. Pesan Pahlawan Nasional Prof. DR. R. Soeharso

“ Right or Wrong my country, lebih-lebih kalau kita tahu, negara kita dalam keadaan bobrok, maka justru saat itu pula kita wajib memperbaikinya “.

(Pernyataannya sebagai seorang nasionalis dan patriot).

4. Pesan Pahlawan Nasional Prof, Moh. Yamin, SH

“ Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri “.

(Disampaikan pada konggres II di Jakarta tanggal 27-28 Oktober 1928 yang dihadiri oleh berbagai perkumpulan pemuda dan pelajar, dimana ia menjabat sebagai sekretaris).

5. Pesan Pahlawan Nasional Supriyadi

“ Kita yang berjuang jangan sekali-kali mengharapkan pangkat, kedudukan ataupun gaji yang tinggi “.

(Disampaikan pada saat Supriyadi memimpin pertemuan rahasia yang dihadiri beberapa anggota Peta untuk melakukan pemberontakan melawan Pemerintah Jepang).

6. Pesan Pahlawan Nasional Teuku Nyak Arif

“ Indonesia merdeka harus menjadi tujuan hidup kita bersama “

(Disampaikan pada pidato bulan Maret 1945, dimana Teuku Nyak Arif menjadi Wakil Ketua DPR seluruh Sumatera).

7. Pesan Pahlawan Nasional Abdul Muis

“ Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda-pemuda kita tidak bisa, jika memang mau berjuang “.

(Menceritakan  pengalamannya  di  luar  negeri  kepada  para  pemuda   di Sulawesi, ketika Abdul Muis melakukan kunjungan ke Sulawesi sebagai anggota Volksraad dan sebagai wakil SI).

8. Pesan Pahlawan Nasional Pangeran Sambernyowo/KGPAA Mankunegoro I

– Rumongso melu handarbeni ( merasa ikut memiliki )

– Wajib melu hangrungkebi ( wajib ikut mempertahankan )

– Mulat sario hangroso wani ( mawas diri dan berani bertanggung jawab ).

(Merupakan prinsip Tri Dharma yang dikembangkan oleh Mangkunegoro I).

9. Pesan Pahlawan Nasional Pattimura

“Pattimura-pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi kelak Pattimura- pattimura muda akan bangkit”

(Disampaikan  pada   saat  akan  digantung  di  Kota   Ambon   tanggal  16 Desember 1817).

10. Pesan Pahlawan Nasional Silas Papare

“Jangan sanjung aku, tetapi teruskanlah perjuanganku”

( Disampaikan pada saat memperjuangkan Irian Barat / Papua agar terlepas dari belenggu kolonialisme Belanda dan kembali bergabung dengan NKRI).\

11. Pesan Pahlawan Nasional Bung Tomo 

“Jangan memperbanyak lawan, tetapi perbanyaklah kawan”.

(Pidato Bung Tomo melalui Radio Pemberontakan)

Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga.”

(Pidato Bung Tomo di radio  pada  saat  pertempuran  menghadapi  Inggris di Surabaya bulan November 1945)

12. Pesan Pahlawan Nasional Gubenur Suryo

“Berulang-ulang telah kita katakan, bahwa sikap kita ialah lebih baik hancur daripada dijajah kembali”

(Pidato Gubernur Suryo di radio menjelang pertempuran 10  November 1945 di Surabaya)

13. Pesan Pahlawan Nasional Ir. Soekarno

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya.  Dan berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.”

(Pidato Hari Pahlawan 10 November 1961)

“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka”

(Pidato HUT Proklamasi 1963)

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”

“Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah”

14. Pesan Pahlawan Nasional Moh. Hatta

“Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata untuk membela cita-cita”

“Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekedar nama dan gambar seuntaian pulau di peta. Jangan mengharapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan Ibu Pertiwi.”

15. Pesan Pahlawan Nasional R.A. Kartini 

“Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! 2 patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata “Aku tidak dapat!” melenyapkan rasa berani. Kalimat “Aku mau!” membuat kita mudah mendaki puncak gunung”.

16. Pesan Pahlawan Nasional Ki Hajar Dewantara 

Ing Ngarso Sung Tulodo (Di depan memberi contoh)

Ing Madyo Mangun Karso (Di tengah memberi semangat) Tut Wuri Handayani (Di belakang memberi dorongan)

(Semboyan yang diajarkan saat Ki Hajar Dewantara merintis Taman Siswa yang didirikan pada tahun 1922 dan hingga kini masih dipakai dalam dunia pendidikan).

17. Pesan Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai 

“Kami sanggup dan berjanji bertempur terus hingga cita-cita tercapai”

(surat I Gusti Ngurah Rai kepada Letnan Kolonel Termeulen, seperti tersalin dalam Bali Berjuang)

E. Doa

Demikian susunan Upacara Peringatan Hari Pahlawan Ke 74 Tahun 2019. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan