Susunan Upacara Bendera Peringatan Hari Ibu Ke 91 Tahun 2019

Susunan Upacara Bendera Peringatan Hari Ibu Ke 91 Tahun 2019

Amongguru.com. Hari Ibu merupakan hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun di lingkungan sosialnya.

Peringatan Hari Ibu biasanya dilakukan dengan membebastugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.

Di Indonesia, Hari Ibu dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional.

Di beberapa negara lain, Hari Ibu atau Mother’s Day dirayakan pada hari Minggu di pekan kedua bulan Mei.

Sedangkan pada beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day diperingati setiap tanggal 8 Maret.

Hari Ibu di Indonesia dirayakan secara nasional pada tanggal 22 Desember. Tanggal ini diresmikan oleh Presiden Soekarno di bawah Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959, pada ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia 1928.

Tanggal tersebut dipilih untuk merayakan semangat wanita Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara.

Sekarang, arti Hari Ibu telah banyak berubah, dimana hari tersebut kini diperingati dengan menyatakan rasa cinta terhadap kaum ibu.

Perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang harus sadar bahwa mereka mempunyai akses dan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk memperoleh sumber daya, seperti akses terhadap ekonomi, politik, sosial, dan sebagainya.

Begitu juga pengasuhan dalam keluarga, peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan dalam pengasuhan anak tidak hanya orang tua namun perlu didukung oleh semua pihak.

Peringatan Hari Ibu diharapkan sebagai momen penting untuk mendorong semua pemangku kepentingan guna memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan.

Pada akhirnya memberikan keyakinan yang besar bahwa perempuan akan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan sebagai agen penggerak (agent of change).

Tema Peringatan Hari Ibu ke 91 tahun 2019 ini adalah Perempuan Berdaya, Indonesia Maju yang dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia yang masih mengalami kekerasan, perlakukan diskriminatif, dan lain-lain.

Kondisi tersebut memerlukan berbagai strategi, pelibatan semua unsur masyarakat dan multistakeholder sangat diperlukan, termasuk peran laki-laki dalam kampanye-kampanye atau gerakan yang mendukung pencegahan kekerasan, dan pencapaian kesetaraan gender. He for She menjadi salah satu komitmen global yang harus digelorakan sampai akar rumput.

Peringatan Hai Ibu ke 91 Tahun 2019 ini dapat mendorong terciptanya kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam setiap aspek kehidupan.

Susunan Upacara Bendera Peringatan Hari Ibu Ke 91 Tahun 2019

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan pedoman upacara bendera peringatan Hari Ibu ke 91 tahun 2019.

Pedoman upacara bendera peringatan Hari Ibu ke 91 tahun 2019 tersebut bernomor 148849/A.A6/TU/2019 tertanggal 18 Desember 2019.

Di dalam pedoman tersebut juga disampaikan tentang susunan upacara bendera peringatan Hari Ibu ke 91 Tahun 2019 di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Susunan Upacara Bendera ini sebagai dasar pelaksanaan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ibu ke 91 tahun 2019.

A. Ketentuan Umum

1. Waktu Pelaksanaan Upacara

a. Hari, Tanggal : Senin, 23 Desember 2019

b. Pukul : 07.30 waktu stempat

2. Tempat

Halaman kantor atau tempat lain yang telah disepakati oleh panitia setempat.

3. Pakaian

a. Lingkungan Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
  • Pembina upacara, undangan, dan seluruh peserta upacara menggunakan baju KORPRI dan celana panjang warna biru tua (pria) atau rok biru tua (wanita) lengkap dengan peci dan lencana KORPRI.
  • Pasukan Pengibar Bendera dan petugas lainnya menggunakan seragam yang telah ditentukan.
b. Lingkungan Perguruan Tinggi

Sesuai ketentuan yang berlaku pada Perguruan Tinggi.

4. Susunan Upacara Bendera

Berikut ini adalah susunan upacara bendera peringatan Hari Ibu Ke 91 tahun 2019.

a. Pemimpin Upacara siap di lapangan upacara.

b. Pembina Upacara tiba di tempat upacara.

c. Penghormatan kepada Pembina Upacara.

d. Laporan Pemimpin Upacara.

e. Pengibaran Bendera Merah Putih diiringi Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

f. Mengheningkan Cipta dipimpin oleh Pembina Upacara.

g. Pembacaan Naskah Pancasila oleh seluruh peserta upacara.

h. Pembacaan Naskah Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

i. Pembacaan sejarah singkat Hari Ibu.

j. Menyanyikan Hymne Hari Guru.

k. Amanat Pembina Upacara.

l. Menyanyikan Mars Hari Ibu.

m. Pembacaan Doa

n. Penghormatan kepada Pembina Upacara.

o. Pembina Upacara meninggalkan mimbar upacara.

p. Barisan dibubarkan.

B. Kelengkapan Upacara Bendera

1. Teks Pancasila

PANCASILA

1. KETUHANAN YANG MAHA ESA

2. KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB

3. PERSATUAN INDONESIA

4. KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN/ PERWAKILAN

5. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA

2. Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945

UNDANG-UNDANG DASAR
NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945
PEMBUKAAN

BAHWA SESUNGGUHNYA KEMERDEKAAN ITU ADALAH HAK SEGALA BANGSA DAN OLEH SEBAB ITU, MAKA PENJAJAHAN DI ATAS DUNIA HARUS DIHAPUSKAN KARENA TIDAK SESUAI DENGAN PERIKEMANUSIAAN DAN PERIKEADILAN.

DAN PERJUANGAN PERGERAKAN KEMERDEKAAN INDONESIA TELAH SAMPAILAH KEPADA SAAT YANG BERBAHAGIA DENGAN SELAMAT SENTOSA MENGANTARKAN RAKYAT INDONESIA KE DEPAN PINTU GERBANG KEMERDEKAAN NEGARA INDONESIA, YANG MERDEKA, BERSATU, BERDAULAT, ADIL DAN MAKMUR.

ATAS BERKAT RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA DAN DENGAN DIDORONGKAN OLEH KEINGINAN LUHUR, SUPAYA BERKEHIDUPAN KEBANGSAAN YANG BEBAS, MAKA RAKYAT INDONESIA MENYATAKAN DENGAN INI KEMERDEKAANNYA.

KEMUDIAN DARI PADA ITU UNTUK MEMBENTUK SUATU PEMERINTAH NEGARA INDONESIA YANG MELINDUNGI SEGENAP BANGSA INDONESIA DAN SELURUH TUMPAH DARAH INDONESIA DAN UNTUK MEMAJUKAN KESEJAHTERAAN UMUM, MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA, DAN IKUT MELAKSANAKAN KETERTIBAN DUNIA YANG BERDASARKAN KEMERDEKAAN, PERDAMAIAN ABADI DAN KEADILAN SOSIAL, MAKA DISUSUNLAH KEMERDEKAAN KEBANGSAAN INDONESIA ITU DALAM SUATU UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA INDONESIA, YANG TERBENTUK DALAM SUATU SUSUNAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA YANG BERKEDAULATAN RAKYAT DENGAN BERDASAR KEPADA: KETUHANAN YANG MAHA ESA, KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB, PERSATUAN INDONESIA, DAN KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN/ PERWAKILAN, SERTA DENGAN MEWUJUDKAN SUATU KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA.

3. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mengheningkan Cipta

LAGU MENGHENINGKAN CIPTA

Instrumen lagu Indonesia Raya dan Mengheningkan Cipta dapat diunduh pada tautan di bawah ini.

– Instrumen Lagu Kebangsaan Indonesia Raya (Download)

– Instrumen Lagu Mengheningkan Cipta (Download)

5. Hymne Hari Ibu

6. Mars Hari Ibu

 

7. Sejarah Singkat Hari Ibu

Gema Sumpah Pemuda dan lantunan lagu Indonesia Raya yang pada tanggal 28 Oktober 1928 digelorakan dalam Kongres Pemuda Indonesia menggugah semangat para pimpinan perkumpulan perempuan untuk mempersatukan diri dalam satu kesatuan wadah mandiri.

Pada saat itu sebagian besar perkumpulan masih merupakan bagian dari organisasi pemuda pejuang pergerakan bangsa.

Selanjutnya, atas prakarsa para perempuan pejuang pergerakan kemerdekaan pada tanggal 22-25 Desember 1928 diselenggarakan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama kali di Yogyakarta. Salah satu keputusannya adalah dibentuknya satu organisasi federasi yang mandiri dengan nama Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia (PPPI).

Melalui PPPI tersebut terjalin kesatuan semangat juang perempuan untuk bersama-sama dengan laki-laki berjuang meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka serta meningkatkan harkat dan martabat perempuan Indonesia menjadi perempuan yang maju.

Pada tahun 1929 Perikatan Perkoempoelan Perempuan Indonesia (PPPI) berganti nama menjadi Perikatan Perkoempoelan Istri Indonesia (PPII). Pada tahun 1935 diadakan Kongres Perempuan Indonesia II di Jakarta.

Kongres tersebut disamping berhasil membentuk Badan Kongres Perempuan Indonesia, juga menetapkan fungsi utama Perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa, yang berkewajiban menumbuhkan dan mendidik generasi baru yang lebih menyadari dan lebih tebal rasa kebangsaannya.

Pada tahun 1938 Kongres Perempuan Indonesia III di Bandung menyatakan bahwa tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. Selanjutnya, dikukuhkan oleh Pemerintah dengan Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur tertanggal 16 Desember 1959, yang menetapkan bahwa Hari Ibu tanggal 22 Desember merupakan hari nasional dan bukan hari libur.

Tahun 1946 Badan ini menjadi Kongres Wanita Indonesia disingkat KOWANI, yang sampai saat ini terus berkiprah sesuai aspirasi dan tuntutan zaman. Peristiwa besar yang terjadi pada tanggal 22 Desember tersebut kemudian dijadikan tonggak sejarah bagi Kesatuan Pergerakan Perempuan Indonesia.

Hari Ibu oleh bangsa Indonesia diperingati tidak hanya untuk menghargai jasa-jasa perempuan sebagai seorang ibu, tetapi juga jasa perempuan secara menyeluruh, baik sebagai ibu dan istri maupun sebagai warga negara, warga masyarakat dan sebagai abdi Tuhan Yang Maha Esa, serta sebagai pejuang dalam merebut, menegakan dan mengisi kemerdekaan dengan pembangunan nasional.

Peringatan Hari Ibu dimaksudkan untuk senantiasa mengingatkan seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda, akan makna Hari Ibu sebagai Hari kebangkitan dan persatuan serta kesatuan perjuangan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan perjuangan bangsa. Untuk itu perlu diwarisi api semangat juang guna senantiasa mempertebal tekad untuk melanjutkan perjuangan nasional menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Semangat perjuangan perempuan Indonesia tersebut sebagaimana tercermin dalam lambang Hari Ibu berupa setangkai bunga melati dengan kuntumnya, yang menggambarkan:

1. kasih sayang kodrati antara ibu dan anak

2. kekuatan, kesucian antara ibu dan pengorbanan anak; dan

3. kesadaran perempuan untuk menggalang kesatuan dan persatuan, keikhlasan bakti
dalam pembangunan bangsa dan negara.

Semboyan pada lambang Hari Ibu Merdeka Melaksanakan Dharma mengandung arti bahwa tercapainya persamaan kedudukan, hak, kewajiban dan kesempatan antara perempuan dan laki-laki merupakan kemitrasejajaran yang perlu diwujudkan dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara demi keutuhan, kemajuan dan kedamaian bangsa Indonesia.

Jakarta, 22 Desember 2019

8. Doa Peringatan Hari Ibu Ke 91 Tahun 2019

DOA PERINGATAN HARI IBU KE-91 TAHUN 2019

22 Desember 2019

Bismillahirrahmannirrahim
Alhamdulillahirobbil ‘Aalamiin
Allahumma Sholli ‘ala Muhammad wa’alaa Aalihii washahbihi Ajma’iin

Ya Allah Ya Tuhan Kami

Rasa syukur kami kepada-Mu Ya Allah, tak putus asa kami mengadu dan meminta, rahmat ampun-Mu senantiasa kami harap dan kami damba, dengan ridho-Mu semoga negara dan bangsa Indonesia tetap jaya.

Ya Allah Ya Rahman Yang Maha Pengasih

Pada hari ini kami berkumpul di sini dalam rangka mengikuti acara Peringatan Hari Ibu yang ke-91 Tahun 2019. Kiranya acara ini menjadi acara yang Engkau ridhoi sehingga dapat memberi manfaat bagi masyarakat demi terwujudnya negara Indonesia yang hebat, kuat dan damai.

Ya Allah Yaa Qowi Yang Maha Kuat

Kami menyadari masih banyak persoalan yang dihadapi oleh bangsa kami terkait perempuan dan anak. Masih tingginya kekerasan terhadap perempuan dan anak, masih maraknya perdagangan manusia, masih adanya kesenjangan akses bagi perempuan di bidang ekonomi.

Oleh karenanya Ya Allah, berikanlah kami kekuatan untuk dapat meningkatkan peranan dan kedudukan kaum perempuan Indonesia dalam segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara demi terwujudnya kesejahteraan perempuan dan anak di negeri kami tercinta ini.

Ya Allah Yaa Jaami’ Yang Maha Menyatukan

Satukanlah hati kami, padukanlah langkah kami, ikatlah kami dalam kasih sayang- Mu. Berikanlah kemampuan kepada Perempuan dan Ibu di Indonesia untuk dapat berperan dalam menciptakan dan menggerakkan perdamaian dalam keluarga dan masyarakat yang pada akhirnya dapat meneguhkan nilai kebangsaan dan mewujudkan perdamaian dunia.

Ya Allah Ya Ghofuur Yang Maha Pengampun

Ampunilah segala dosa dan kesalahan kami, dosa dan kesalahan orang tua kami, dosa dan kesalahan orang-orang yang kami sayangi dan kami cintai, baik mereka yang masih hidup apalagi yang sudah wafat.

Hanya kepada Engkaulah kami berharap dan hanya kepada Engkaulah kami mengadu. Engkau Maha Mendengar dan Mengabulkan. Kabulkanlah doa kami ini.

Rabbana Atina Fiddunya Hasanah…
Walhamdulillah…

C. Lain-lain

Di dalam penyelenggaraan Upacara Bendera Peringatan Hari Ibu Ke 91 Tahun 2019, seluruh instansi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diimbau untuk :

  1. menyelenggarakan upacara bendera berdasarkan pedoman; dan
  2. memasang spanduk dengan tema “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju” dan mencantumkan logo berikut :

Pedoman Upacara Bendera Peringatan Hari Ibu Ke 91 Tahun 2019 secara lengkap dapat di unduh di sini. 

Baca : Download Logo Peringatan Hari Ibu Ke 91 Tahun 2019

Demikian susunan upacara bendera dalam peringatan Hari Ibu ke 91 tahun 2019. 

Tinggalkan Balasan