Strategi Pembelajaran PAUDDIKDASMEN di Masa Pandemi Covid-19

Strategi Pembelajaran PAUDDIKDASMEN di Masa Pandemi Covid-19

Amongguru.com. Strategi Pembelajaran PAUDDIKDASMEN di Masa Pandemi Covid-19 tentu harus disesuaikan dengan perkembangan kondisi yang ada, apakah akan melakukan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas atau Pembelajaran Jarak Jauh.

Sesuai dengan SKB 4 Menteri, orang tua/wali diberi kebebasan untuk memilih apakah menyetujui peserta didik untuk melakukan pembelajaran tatap muka terbatas atau tetap melanjutkan pembelajaran secara jarak jauh.

Jika semua orang tua mengizinkan peserta didiknya mengikuti PTM Terbatas, kepala satuan pendidikan menentukan strategi pembelajaran campuran.

Sebaliknya, jika ada orang tua/wali yang tidak mengizinkan peserta didik mengikuti PTM Terbatas, kepala satuan pendidikan menyediakan pilihan pembelajaran jarak jauh.

Rekomendasi Strategi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

1. Praktik

Menerapkan suatu pemahaman dalam bentuk tindakan nyata untuk mengembangkan kompetensi peserta didik.

2. Diskusi

Mencari solusi atau jawaban terhadap suatu pertanyaan yang diberikan dalam kelompok untuk mengembangkan kemampuan berpikir peserta didik.

3. Refleksi

Mengenali, menandai dan menilai upaya dan capaian belajar yang telah dicapai untuk menentukan langkah perbaikan/pengembangan selanjutnya. Refleksi bisa dilakukan dalam antar peserta didik berpasangan, berkelompok, maupun bersama dalam kelas.

4. Umpan Balik

Memberikan umpan balik terhadap hasil pengerjaan tugas peserta didik dengan tujuan peserta didik mengetahui bagian mana yang sudah dikerjakan dengan tepat dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki.

Rekomendasi Strategi Pembelajaran Jarak Jauh

1. Teknologi Pembelajaran

Penggunaan teknologi sistematis dan kompleks dalam mengelola pembelajaran yang sering

kali membutuhkan perangkat dan sumber daya tertentu.

2. Teknologi Interaktif

Penggunaan teknologi untuk memfasilitasi pembelajaran jarak jauh terutama dalam mengembangkan interaksi guru dan peserta didik.

3. Teknologi Komunikasi Satu Arah (Radio dan Televisi)

Penggunaan teknologi yang cenderung satu arah sebagai media belajar bagi peserta didik.

4. Guru Kunjung

Penggunaan teknologi yang paling lemah di mana guru mengunjungi rumah atau lokasi di tempat tinggal peserta didik untuk memandu pembelajaran.

Rekomendasi Metode Pembelajaran Jarak Jauh

1. Pembelajaran Mandiri (self paced)

Pemberian video, bahan bacaan, atau sumber belajar lain yang dapat dipelajari secara mandiri oleh peserta didik.

2. Tugas Kontekstual (Observasi dan Wawancara)

Pemberian tugas yang terkait dengan persoalan, potensi dan narasumber yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal peserta didik.

3. Tugas kolaborasi (Proyek dan Tugas Kelompok)

Pemberian tugas kepada sekelompok peserta didik untuk mengerjakan proyek atau tugas yang membutuhkan sebuah kolaborasi dalam penyelesaiannya.

4. Refleksi personal

Mengenali, menandai, dan menilai upaya dan capaian belajar yang telah dicapai untuk menentukan langkah perbaikan/pengembangan selanjutnya.

Refleksi dilakukan secara personal dengan pemberian pertanyaan reflektif yang diberikan guru kepada peserta didik.

Rekomendasi Alur Pembelajaran

1. Asesmen Diagnosis

Asesmen yang dilakukan sebelum pembelajaran untuk mengetahui kondisi psikososial dan penguasaan pelajaran oleh peserta didik sebagai dasar bagi guru dalam melakukan penyesuaian tujuan, asesmen, dan strategi pembelajaran.

Asesmen diagnosis disarankan dilakukan dalam bentuk sederhana, tidak berisiko dan tidak menentukan nilai akhir peserta didik.

2. Orientasi Kesiapan Belajar dan Psikososial

Upaya yang dilakukan guru melalui sejumlah aktivitas yang bertujuan untuk membangun kesiapan psikososial peserta didik, menumbuhkan minat belajar, dan memahami tujuan pembelajaran yang akan dicapai sehingga peserta didik siap melakukan pembelajaran.

3. Pembelajaran (PTM/PJJ)

Serangkaian aktivitas baik pembelajaran tatap muka maupun pembelajaran jarak jauh yang dirancang berdasarkan hasil asesmen diagnosis untuk mencapai tujuan pembelajaran.

4. Asesmen Formatif

Asesmen yang dilakukan pada pertengahan pembelajaran untuk mengetahui capaian belajar peserta didik sebagai dasar dalam melakukan penyesuaian dan perbaikan pembelajaran guna memastikan pencapaian tujuan pembelajaran.

Asesmen formatif disarankan dilakukan dalam bentuk sederhana, tidak berisiko dan tidak menentukan nilai akhir peserta didik.

Durasi alur pembelajaran dapat disesuaikan dengan bobot tujuan pembelajaran dengan prinsip semakin pendek durasi akan semakin efektif (kurang lebih 2 minggu) karena guru bisa segera mengetahui apa yang sudah dicapai dan apa yang belum tercapai untuk melakukan perbaikan pembelajaran.

5. Perbaikan atau Pengayaan Pembelajaran (PTM/PJJ)

Serangkaian aktivitas yang dilakukan berdasarkan hasil asesmen formatif kepada peserta didik yang membutuhkan dukungan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.

6. Asesmen Sumatif

Serangkaian aktivitas yang dilakukan untuk menentukan penguasaan tujuan pembelajaran oleh peserta didik di akhir alur pembelajaran.

Baca juga artikel terkait dengan penyelenggaraan pembelajaran PAUDDIKDASMEN pada masa pandemi Covid-19 berikut ini.

Source : Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran PAUDDIKDASMEN di Masa Pandemi Covid-19

Tinggalkan Balasan