Soal UH Besaran dan Satuan SMP MTs K13 Serta Kunci Jawaban

Soal UH Besaran dan Satuan IPA SMP MTs K13 Serta Kunci Jawaban

Amongguru.com. Berikut kami bagikan soal Ulangan Harian UH Besaran dan Satuan IPA untuk jenjang SMP MTs Kurikulum 2013.

Contoh soal Ulangan Harian ini dapat menjadi referensi peserta didik dalam mempelajari Besaran dan Satuan sebagai salah satu materi IPA SMP/MTs Kurikulum 2013.

Materi Pokok Besaran dan Satuan

1. Pengertian Pengukuran, Besaran, dan Satuan

Pengukuran adalah kegiatan mengukur suatu besaran fisika dari objek atau benda. Mengukur merupakan membandingkan nilai besaran yang diukur dengan alat ukur yang sesuai, misalnya mengukur lebar meja dengan mistar, mengukur kecepatan lari dengan stopwacth, atau mengukur massa benda dengan neraca.

Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan nilai dan satuan. Sedangkan satuan adalah pembanding dalam sebuah pengukuran.

Di dalam melakukan kegiatan pengukuran terhadap suatu benda, yang terpenting adalah menggunakan alat ukur yang sesuai dan standar.

Syarat pengukuran tersebut harus dipenuhi untuk mendapatkan nilai ukur yang tepat.  Pengukuran yang teliti akan menghasilkan nilai yang akurat. Semakin tinggi tingkat ketelitian sebuah alat ukur, maka nilai pengukuran semakin baik.

2. Macam-macam Pengukuran

Pengukuran terbagi menjadi dua jenis, yaitu pengukuran tunggal dan pengukuran berulang. Pengukuran tunggal merupakan pengukuran yang hanya dilakukan satu kali.

Pengukuran tunggal dilakukan jika besaran yang diukur tidak berubah-ubah (tetap), sehingga hasil pengukurannya cukup akurat.

Contoh pengukuran tunggal, misalnya pengukuran panjang pensil, pengukuran kecepatan pelari, dan pengukuran volume air.

Sedangkan, pengukuran berulang adalah pengukuran yang dilakukan berkali-kali. Contoh pengukuran berulang, misalnya pada kasus pengukuran diameter sebuah kelereng yang sering berbeda hasilnya jika diukur pada bagian yang berbeda.

Pengukuran berulang memiliki kelebihan, yaitu hasil pengukuran lebih mendekati nilai sebenarnya dan ketidakpastian lebih kecil dibandingkan ketidakpastian pengukuran tunggal.

3. Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Berdasarkan arah dan nilainya, maka besaran dibedakan menjadi dua, yaitu besaran skalar dan besaran vektor.

Besaran skalar adalah besaran yang tidak memiliki arah, hanya memiliki nilai saja. Contoh besaran skalar, yaitu massa, panjang, energi, usaha, dan kelajuan.

Besaran vektor merupakan besaran yang memiliki nilai dan juga arah, contohnya gaya, berat, kuat arus, percepatan, dan kecepatan.

Sedangkan berdasarkan jenis satuanya, maka besaran dibedakan menjadi besaran pokok dan besaran turunan.

Besaran pokok

Besaran pokok merupakan besaran yang satuannya telah didefinisikan terlebih dahulu, terdiri atas tujuh besaran.

Berikut ini tujuh besaran pokok besarta satuannya berdasarkan Satuan Internasional (SI).

Besaran turunan

Besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok. Misalnya : Luas adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok panjang, kecepatan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok panjang dan waktu.

Beberapa contoh besaran turunan yang lain dapat dilihat pada tabel berikut.

4. Satuan Baku dan Tidak Baku

Satuan baku adalah satuan yang telah disepakati pemakaiannya secara internasional atau disebut juga Sistem Internasional (SI).

Syarat satuan baku adalah berlaku internasional, mudah ditiru, dan tidak berubah. Satuan dalam Sistem Internasional dibagi menjadi dua sistem, yaitu sistem MKS (meter – kilogram – sekon) dan sistem CGS (centimeter – gram – sekon).

Satuan tidak baku adalah satuan yang tidak diakui secara internasional, hanya digunakan pada wilayah tertentu saja.

Sebelum ditemukannya alat ukur, maka penduduk pada jaman dahulu menggunakan satuan tidak baku untuk pedoman pengukuran. Contoh satuan tidak baku, antara lain hasta, depa, kaki, lengan, dan tumbak.

5. Jenis-jenis Alat Ukur

Alat ukur digunakan dalam pengukuran sesuai dengan besaran yang akan diukur. Setiap alat ukur memiliki tingkat ketelian yang berbeda-beda, tergantung pada skala yang ada. Semakin kecil skala yang digunakan, maka alat ukur memiliki tingkat ketelitian yang tinggi.

Penggunaan suatu alat ukur tertentu ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain ketelitian hasil ukur, ukuran besaran yang diukur, dan bentuk benda yang akan diukur.

Soal UH Besaran dan Satuan SMP MTs Kurikulum 2013

Untuk lebih mendalami materi IPA tentang Besaran dan Satuan, maka kami bagikan beberapa contoh soal UH Besaran dan Satuan untuk jenjang SMP/MTs Kurikulum 2013.

Soal UH Besaran dan Satuan ini berbentuk Pilihan Ganda dengan empat alternatif jawaban. Soal juga sudah dilengkapi dengan kunci jawaban yang dapat di unduh dengan mudah.

Silakan unduh contoh soal UH Besaran dan Satuan IPA SMP/MTs Kurikulum 2013 pada tautan link berikut ini.

  1. Soal UH Besaran dan Satuan SMP/MTs Paket 1 – Unduh
  2. Soal UH Besaran dan Satuan SMP/MTs Paket 2 – Unduh
  3. Soal UH Besaran dan Satuan SMP/MTs Paket 3 – Unduh
  4. Soal UH Besaran dan Satuan SMP/MTs Paket 4 – Unduh

Demikian yang dapat kami bagikan mengenai Soal UH Besaran dan Satuan SMP MTs Kurikulum 2013. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan