SK Kwarnas Nomor 048 Tahun 2018 tentang Sisdiklat Kepramukaan

SK Kwarnas Nomor 048 Tahun 2018 tentang Sisdiklat Kepramukaan

Amongguru.com. Sistem Pendidikan dan Pelatihan (Sisdiklat) Kepramukaan secara khusus diatur dalam Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 048 Tahun 2018.

Pendidikan dan pelatihan kepramukaan bertujuan untuk membskali anggota dewasa melalui berbagai kemampaun agar dapat berperan serta bagi tercapainya tujuan Gerakan Pramuka.

Di dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepramukaan, dibutuhkan kurikulum yang mampu menjadi acuan seiuruh penyelenggara pendidikan dari tingkat nasional sampai gugus depan.

Untuk itu, maka sistem pendidikan dan pelatihan kepramukaan perlu ditetapkan dengan keputusan Kwartir Nasional.

Latar Belakang

Gerakan Pramuka bertujuan membentuk setiap anggotanya memiliki kepribadian yang berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila serta melestarikan lingkungan hidup.

Gerakan Pramuka merupakan pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi kaum muda di Indonesia.

Anggota muda Gerakan Pramuka, terdiri atas Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega berkedudukan sebagai peserta didik.

Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi kaum muda, untuk menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, yang sanggup bertanggungjawab dan mampu membina serta mengisi kemerdekaan nasional. Dalam
pelaksanaannya, diperlukan dukungan anggota dewasa.

Anggota dewasa dalam Gerakan Pramuka mempunyai tugas yang berbeda-beda sesuai dengan fungsinya dalam penyelenggaraan pendidikan kepramukaan.

Sehubungan dengan hal tersebut, anggota dewasa diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dirinya melalui pendidikan dan pelatihan.

Sistem Pendidikan dan Pelatihan (Sisdiklat) Gerakan Pramuka merupakan sistem yang mengatur jenjang pendidikan dan pelatihan kepramukaan untuk dapat mendampingi dan mengembangkan potensi peserta didiknnya. Jenjang pendidikan orang dewasa gugus depan melalui KMD dan KML.

Baca : Panduan Teknis Juknis Kursus Pembina Mahir Dasar KMD

Di tingkat kwartir diperlukan adanya Pelatih Pembina Pramuka yang handal melalui rekrutmen para pembina yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti KPD dan KPL.

Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan selain memiliki Sisdiklat, seharusnya memiliki
kurikulum pendidikan dan pelatihan kepramukaan yang mantap dan mampu dijadikan acuan bagi seluruh penyelenggara pendidikan dari tingkat nasional sampai gugusdepan.

Sisdiklat Gerakan Pramuka tersebut harus memberikan gambaran yang utuh, sistematis, terintegrasi, dan bermuatan isi berdasarkan perkembangan zaman. Kompetensi dasar setiap pendidikan dan pelatihan terjabarkan dengan tepat.

Dengan demikian, lulusan pendidikan dan pelatihan kepramukaan benar-benar dapat diandalkan tingkat kinerjanya sesuai dengan spesifikasi kursus yang telah diikutinya.

Berdasarkan pengamatan dan fakta yang ada selama ini, berikut ini beberapa temuan yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut.

1. Sisdiklat kepramukaan belum dapat memberikan acuan yang lengkap bagi pelaksanaan kursus di kwartir sehingga pola pelaksanaan tidak sama di setiap kwartir.

2. Model kepelatihan setiap pelatih berbeda-beda berdasarkan persepsi masing-masing sehingga memunculkan perbedaan kualitas meskipun dari kursus yang sama.

3. Pola kursus yang dijalankan belum mencerminkan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan (PDK dan MK).

4. Masih terjadi penyelenggaraan kursus yang terpisah-pisah antara materi kursus yang satu dan materi kursus yang lainnya.

5. Sajian materi dalam sebuah kursus sering tumpang-tindih karena materi tidak tertata secara segmentatif.

6. Lulusan kursus dipandang belum mampu menerapkan dengan benar dan baik sesuai dengan harapan kursus.

Berdasarkan problematika pendidikan dan pelatihan tersebut, diperlukan pembaharuan sistem pendidikan dan pelatihan kepramukaan yang mampu dipakai sebagai acuan bagi Gerakan Pramuka.

Pendidikan dan pelatihan kepramukaan diselenggarakan oleh kwartir dengan tujuan untuk membekali anggota dewasa sebagai kader Gerakan Pramuka melalui berbagai kemampuan agar
dapat berperan serta bagi tercapainya tujuan Gerakan Pramuka.

Kurikulum pendidikan dan pelatihan kepramukaan perlu ditinjau secara berkala agar dapat disesuaikan dengan perkembangan dalam mendukung program kaum muda di lingkungan Gerakan Pramuka. Dalam operasionalisasinya kurikulum dijabarkan dalam panduan masing-masing kegiatan pelatihan dan pertemuan

Dasar

1. Undang-undang Republik Indonesia nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.

2. Anggaran Dasar Gerakan Pramuka

3. Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka

4. Rencana Strategik Gerakan Pramuka 2014-2019

5. Keputusan Kwartir Nasional nomor Tahun 2018 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Organisasi Anggota Dewasa Gerakan Pramuka

6. Keputusan Kwartir Nasional nomor Tahun 2018 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Organisasi dan Tatakerja Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan.

Maksud dan Tujuan Sisdiklat

1. Maksud Sisdiklat

a. Sebagai sarana proses pendidikan bagi peserta didik dan pelatihan bagi anggota dewasa yang teratur, berkesinambungan dan berjenjang untuk meningkatkan kinerja anggota Gerakan Pramuka.

b. Sebagai sarana pembekalan dan pemberdayaan anggota Gerakan Pramuka dalam berbagai
kegiatan peserta didik, serta pelatihan bagi anggota dewasa.

2. Tujuan Sisdiklat

Memberi pedoman bagi kwartir dan satuan Gerakan Pramuka dalam meningkatkan kemampuan dan keterampilan, agar dapat melaksanakan perannya di lingkungan Gerakan Pramuka.

Pengertian

1. Sistem adalah sekumpulan komponen atau bagian yang saling berkaitan, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan.

2. Pendidikan dan pelatihan adalah upaya terarah untuk meningkatkan kemampuan dan kinerja
seseorang.

3. Kurikulum adalah seperangkat pedoman dan acuan yang memuat struktur, kisi-kisi, jadwal, syarat, dan penilaian pendidikan dan pelatihan bagi anggota dewasa Gerakan Pramuka agar terjadi peningkatan kompetensinya.

4. Anggota Dewasa dalam Gerakan Pramuka adalah Pembina Pramuka, Pelatih Pembina Pramuka, Pamong Saka, Instruktur Saka, Andalan, Majelis Pembimbing, Pimpinan Satuan Komunitas dan Anggota Gugus Darma.

5. Pelatihan dan pertemuan adalah bentuk pendidikan kepramukaan yang diberikan untuk anggota Gerakan Pramuka yang memiliki tujuan, sasaran, kurikulum dan metode.

6. Pola Segmental adalah cara melaksanakan pendidikan dan pelatihan melalui tahapan yang jelas, terintegrasi, berkaitan, dan tersistem dalam rangka pencapaian kompetensi peserta.

SK Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 048 Tahun 2018 tentang Sisdiklat Kepramukaan selengkapnya dapat dibaca dan di unduh pada tautan berikut ini.

Unduh

Demikian SK Kwarnas Nomor 048 Tahun 2018 tentang Sisdiklat Kepramukaan. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan