Sistem Perkembangbiakan Vegetatif dan Generatif pada Porifera (Spons)

Sistem Perkembangbiakan Vegetatif dan Generatif pada Porifera (Spons)

Amongguru.com. Porifera berasal dari bahasa latin, porus yang berarti pori dan fer yang artinya membawa.

Porifera (disebut juga hewan berpori, spons) merupakan hewan multiseluler purba yang paling sederhana, karena diperkirakan hidup sekitar 1,6 miliar tahun yang lalu.

Ciri khas dari porifera adalah ada tubuhnya yang berpori seperti busa atau spons. Tubuh porifera seperti tabung atau jambangan bunga berbentuk simetris radial dengan warna bervariasi. Di dalam tubuhnya, terdapat rongga tubuh yang disebut spongosol.

Habitat porifera seagian besar adalah air laut, mulai dari daerah pantai sampai dangkal hingga kedalaman 5 kilometer. Porifera selalu melekat pada substrat, sehingga tidak dapat berpindah tempat secara bebas.

Porifera memakan bakteri dan partikel makanan lainnya yang berada di air, termasuk plankton. Makanan yang masuk kedalam tubuhnya berbentuk cairan. Pencernaan dilakukan secara intraseluler di dalam koanosit dan amoebosit.

Air mengalir melalui badan spons dan membawa bahan makanan berupa partikel organik renik, plankton kecil, bakteri, dan mikroalga. Melalui pori-pori tersebut, air kemudian diserap oleh koanosit.

Ukuran porifera juga bervariasi, dari yang paling kecil (berukuran sebutir beras) sampai yang berukuran hingga 2 meter.

Struktur tubuh porifera terbagi dalam dua lapis, yaitu epidermis dan endodermis. Epidermis terdiri atas sel-sel epitel berbentuk pipih yang disebut pinakosit. Sedangkan endodermis terdiri atas sel berflagela yang berfungsi untuk mencerna makanan.

Saluran air pada porifera terbagi dalam tiga bentuk, yaitu sikon, askon, dan leukon. Askon adalah tipe saluran air pada porifera yang paling sederhana, berbentuk seperti jambangan bunga, pendek, tidak bercabang, dan tidak berlekuk-lekuk.

Sikon adalah tipe saluran air yang bercabang-cabang dan berlekuk. Sedangkan leukon merupakan tipe saluran air pada porifera dengan struktur yang kompleks.

Kerangka porifera merupakan kerangka luar atau eksoskeleton. Bahan kerangkanya dapat berupa kapur seperti pada Calcarea, dapat berupa silikat seperti yang dimiliki hexactinellida, atau kerangka lunak (spongin), misalnya pada Demospongia.

Klasifikasi Porifera

Berdasarkan karakteristik spikulanya, spons dibedakan menjadi tiga kelas, sebagai berikut.

1. Kelas Calcarea

Calcarea adalah kelas porifera yang spikulanya terbuat dari bahan kapur karbonat.

2. Kelas Hexactinellida

Hexactinellida adalah kelompok porifera yang terbentuk dari silikon dan berbentuk triakson. Triakson merupakan bentuk dari 3 sumbu yang dibentuk oleh 3 sel skleroblast, yaitu sel yang membentuk spikula.

3. Kelas Demospongia

Demospongia adalah kelompok porifera yang spikulanya terbentuk dari silikon dengan berbagai bentuk dan mengandung jaringan spongin.

Kelas ini merupakan kelompok terbesar dari spons, dan dapat dimanfaatkan manusia untuk mencuci, bahan kosmetik, sampai bahan obat.

Sistem Reproduksi Porifera

Perkembangbiakan porifera dapat terjadi secara vegetatif (seksual) maupun generatif (aseksual).

Perkembangbiakan vegetatif porifera dengan membentuk tunas, sedangkan perkembangbiakan generatif porifera melalui fertilisasi.

Perkembangbiakan Vegetatif Porifera

Perkembangbiakan Vegetatif dan Generatif pada Porifera (Spons)
Perkembangbiakan Vegetatif dan Generatif pada Porifera (Spons)

Perkembangbiakan pada porifera dilakukan dengan membentuk sebuah kuncup dalam koloni. Kuncup tersebut akan muncul dari pangkal kaki hewan ini.

Kuncup akan semakin membesar sehingga jika terjadi beberapa kuncup, maka akan terbentuklah sebuah koloni.

Selain itu, potongan tubuhnya yang telah lepas akan sangat mudah tumbuh dan berkembang menjadi porifera yang baru.

Perkembangbiakan vegetatif porifera juga dapat dilakukan dengan membentuk gemmulae (butir benih).

Gemmulae adalah sejumlah sel mesenkim yang berkelompok dan berbentuk seperti bola yang dilapisi kitin serta diperkuat spikula.

Gemmulae terbentuk apabila keadaan lingkungan sedang tidak menguntungkan. Ketika keadaan lingkungan membaik, maka gemmulae akan terbentuk menjadi individu baru.

Pada kondisi yang tepat, gemmulae menetas dan sel-sel di dalamnya keluar dan berdiferensiasi membentuk spons baru. Gemmulae ini hanya dimiliki oleh porifera air tawar.

Perkembangbiakan Generatif Porifera

Pada umumnya, porifera adalah hewan hermaprodit, karena memiliki dua alat kelamin dalam satu individu). Akan tetapi, sel telur dan sel sperma porifera dihasilkan pada waktu yang berbeda.

Porifera tidak memiliki gonad (alat reproduksi), tetapi mampu menghasilkan sperma melalui koanosit dan sel terlur dari amebosit.

Porifera akan mengeluarkan sel sperma ke dalam air dan bertemu sel telur (ada yang dilepas ke air dan ada yang tetap di tubuh induk) untuk melakukan fertilisasi.

Proses peleburan tersebut menghasilkan zigot yang kemudian berkembang menjadi larva bersilia.

Di dalam melengkapi referensi Anda tentang sistem reproduksi hewan, silakan baca artikel terkait berikut.

Perkembangbiakan Ikan (Pisces) – (Baca)

Perkembangbiakan Burung (Aves) – (Baca)

Perkembangbiakan Reptil- (Baca)

Perkembangbiakan Katak (Amfibi) – (Baca)

Perkembangbiakan Mamalia – (Baca)

Perkembangbiakan Hydra – (Baca)

Perkembangbiakan Coelenterata – (Baca)

Perkembangbiakan Cacing Pipih – (Baca)

Perkembangbiakan Amoeba – (Baca)

Perkembangbiakan Cacing Pita – (Baca)

Perkembangbiakan Protozoa – (Baca)

Demikian ulasan mengenai sistem perkembangbiakan vegetatif dan generatif pada porifera (spons). Terimakasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan