Sistem Penggolongan Darah pada Manusia Lengkap dengan Gambarnya

Sistem Penggolongan Darah pada Manusia Lengkap dengan Gambarnya

Amongguru.com. Sistem Penggolongan Darah pada Manusia Lengkap dengan Gambarnya.

Darah manusia dapat dikelompokkan berdasarkan sistem ABO, sistem Rhesus (Rh), dan sistem MN. Sistem ABO dan sistem Rhesus merupakan sistem penggolongan darah yang sering digunakan.

Berdasarkan sistem penggolongan darah ABO, maka darah manusia dapat digolongkan menjadi empat, yaitu golongan darah A, B, AB, dan O.

Pembagian ini didasarkan pada perbedaan aglutinin (antigen) pada permukaan sel darah merah (eritrosit) dan antibodi (aglutinin) dalam plasma darah.

  • Golongan darah A hanya dapat menyumbang kepada mereka yang berdarah A dan AB dan menerima darah A dan O saja.
  • Golongan darah B hanya dapat menyumbang kepada mereka yang berdarah B dan AB dan menerima darah B dan O saja.
  • Golongan darah AB disebut Penerima (Resipien) Universal karena dapat menerima darah A, B, AB, dan O.
  • Golongan darah O disebut Donor Universal karena dapat menyumbang ke semua jenis darah A, B, AB. dan O.
Sistem Penggolongan Darah pada Manusia Lengkap dengan Gambarnya
Sistem Penggolongan Darah pada Manusia Lengkap dengan Gambarnya

Setiap golongan darah juga dapat dikelompokkan lagi berdasarkan faktor Rhesus (Rh), yaitu Rhesus Positif (Rh+) dan Rhesus Negatif (Rh-), sehingga pada  dasarnya golongan darah manusia terdiri dari 8 (delapan) jenis, yakni A+, A-, B+, B-, AB+, AB-, O+ dan O-.

Terdapat dua jenis antigen pada sel darah merah, yaitu antigen-A dan antigen-B. Antibodi dalam plasma darah juga terdiri dari dua jenis, yaitu antibodi anti-A dan antibodi anti-B.

Jenis antibodi dan antigen inilah yang akan menentukan jenis golongan darah seseorang.

  • Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif.
  • Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau O-negatif.
  • Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Akan tetapi orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif.
  • Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif.

Mengetahui golongan darah sangat penting untuk proses transfusi darah. Transfusi adalah proses pemindahan darah dari donor (pemberi) ke resipien (penerima).

Apabila seseorang menerima transfusi darah dari golongan darah yang berbeda dengan golongan darah resipien, maka akan menimbulkan bahaya bagi resipien.

Darah resipien akan mengalami pembekuan atau penggumpalan dan dapat menyebabkan kematian.

Sehingga, dalam melakukan transfusi darah harus disesuaikan dengan jenis golongan darah, baik golongan darah berdasarkan ABO atau Rhesus.

Demikian ulasan mengenai Sistem Penggolongan Darah pada Manusia Lengkap dengan Gambarnya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan