Sistem Autolisis Sebagai Rahasia Sehat Tubuh Anda Saat Puasa

Sistem Autolisis Sebagai Rahasia Sehat Tubuh Anda Saat Puasa 

Amongguru.com. Anda tentu sering mendengar informasi bahwa dengan berpuasa akan berdampak baik pada kesehatan tubuh. Di dalam beberapa penelitian ilmiah memang terbukti bahwa dengan berpuasa justru akan meningkatkan kinerja organ tubuh, sehingga sistem metabolisme tubuh menjadi semakin baik.

Berpuasa juga dianjurkan untuk orang-orang dengan kondisi sakit tertentu. Meskipun demikian, dalam keadaan penyakit tertentu, seseorang yang berpuasa harus berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan secara medis.

Bagi yang belum terbiasa berpuasa, maka menahan diri dari rasa haus dan lapar selama kurang lebih 13 jam menjadi sesuatu yang memberatkan.

Akan tetapi, Anda perlu memahami bahwa dengan sering berpuasa, maka tubuh Anda akan mengalami semacam pemulihan kesehatan, yang dinamakan dengan autolisis. Hal inilah yang menjadikan tubuh Anda lebih sehat ketika berpuasa.

Sistem Autolisis Sebagai Rahasia Sehat Tubuh Anda Saat Puasa 

Pola makan yang teratur selama berpuasa pada saat berbuka dan sahur, dapat membantu dalam suplai asam lemak dan asam amino. Kondisi ini akan memberikan kesempatan kepada sel-sel baru untuk memperbaiki fungsi dan kinerjanya.

Dengan berpuasa, akan mempercepat terbentuknya kembali (regenerasi) tunas-tunas protein, lemak, kolesterol, dan fosfat serta membersihkan sel-sel lemak yang menggumpal dalam hati. Inilah yang dinamakan proses autolisis.

Autolisis merupakan proses pembuangan sel-sel yang mati atau rusak di dalam tubuh. Autolisis dapat diartikan sebagai proses penghancuran sel yang dilakukan oleh enzim dari dalam sel itu sendiri yang berujung pada kematian sel. Secara sederhana, autolisis adalah sistem automatisasi dalam tubuh yang memformat ulang kondisi tubuh Anda ke dalam kondisi ideal.

Dalam keadaan tidak sedang berpuasa, maka tubuh akan mendapatkan energi dari makanan dan minuman yang Anda konsumsi setiap saat. Apabila tidak berpuasa, maka seluruh organ pencernaan tubuh Anda hampir tidak pernah berhenti bekerja untuk membakar energi. Setiap Anda makan, membutuhkan sekitar 8 jam organ pencernaan agar tetap bekerja.

Pada saat Anda berpuasa, melakukan aktifitas sahur sekitar jam 4 dini hari, maka organ pencernaan akan bekerja sampai jam 12 siang. Seluruh aktivitas gerak Anda pada rentang waktu tersebut akan membakar energi dari asupan sahur sampai dengan habis.

Energi ketika berpuasa akan diperoleh dari glukosa dari hasil sahur. Setelah glukosa habis digunakan, maka energi selanjutnya diperoleh dari glikogen dalam darah. Apabila  kandungan giklogen berkurang, maka otak akan menyatakan lapar sehingga memberikan tanggapan dengan menyuruh Anda makan.

Pada rentang waktu pukul 12 siang sampai pukul 18.00 petang, ketika Anda dalam keadaan berpuasa, otak akan menghidupkan program autolisis.

Proses autolisis yang sebenarnya baru dimulai sebagai reaksi tubuh setelah dua atau tiga hari Anda berpuasa. Setelah dua atau tiga hari puasa, maka tubuh Anda mulai mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme yang tak diperlukan lagi oleh tubuh.

Sistem Autolisis Sebagai Rahasia Sehat Tubuh Anda Saat Puasa
Sistem Autolisis Sebagai Rahasia Sehat Tubuh Anda Saat Puasa

Pengeluaran zat sisa metabolisme ini biasanya akan disertai dengan gejala lesu dan rasa mengantuk yang hebat pada awal-awal puasa. Gejala ini dinamakan krisis detoksifikasi (krisis penyembuhan) dan tidak berbahaya.

Secara keseluruhan ada sekitar 50 triliun sel penyusun tubuh Anda, yang terdiri dari sekitar 200 jenis sel. Pada saat otak mengaktifkan proses autolisis, yang terjadi selanjutnya adalah pemetaan terhadap sistem dasar tubuh manusia dari tiap-tiap sel secara genetis.

Otak akan mengirimkan sinyal ke tubuh untuk melakukan penataan ulang sel-sel tubuh dan mengaktifkan prosesi-proses penting dalam metabolisme tubuh, seperti pembakaran asam amino dan oksidasi lemak.

Autolisis ini akan berfungsi dalam pembuangan sel-sel yang sudah rusak dan mati, sehingga akan mampu berperan dalam pencegahan timbulnya penyakit akibat zat-zat beracun yang kita peroleh dari asupan makanan yang masuk ke tubuh.

Sistem autolisis ini akan mendeteksi kondisi kesehatan setiap jenis sel, menempatkannya sesuai dengan fungsi pada tubuh, dan menentukan banyaknya sel ideal dari tiap jenis sel bagi tubuh.

Di dalam prosesnya, autolisis akan mematikan sel-sel liar yang tidak sesuai dengan jumlah sel dasar, menghilangkan sel-sel yang rusak, mengubah asama amino dan glukosa, serta membakar lemak menjadi keton.

Sel-sel liar dan lemak yang sudah dihancurkan ini akan dibawa ke hati. Karena selama berpuasa, terjadi pengosongan lambung, sehingga hati tidak banyak bekerja untuk proses pencernaan makanan. Hal ini memudahkan organ hati untuk bekerja secara penuh dalam menyaring racun hasil autolisis.

Racun yang sudah disaring selanjutnya akan dibuang keluar dari tubuh. Proses inilah yang selanjutnya dinamakan detoksifikasi (penghilangan racun).

Efek positif dari pemaksimalan kerja hati adalah aliran darah menjadi lancar dalam mengangkut nutrisi serta oksigen, sehingga pembentukan dan penggantian sel-sel tubuh dapat berlangsung lebih baik. Sisa energi dari sistem pencernaan akan digunakan untuk aktivitas tambahan, misalnya untuk sistem kekebalan tubuh dan proses berpikir otak.

Sebuah penelitian menguatkan bahwa kegiatan berpuasa dapat mengurangi radikal bebas sekitar 90% dan meningkatkan antioksidan alami tubuh sekitar 12% dalam peningkatan daya tahan tubuh secara keseluruhan.

Silahkan baca juga artikel terkait berikut.
Demikian ulasan mengenai Sistem Autolisis Sebagai Rahasia Sehat Tubuh Anda Saat Puasa. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan