Sifat-sifat senyawa Basa dan Peranannya Dalam Kehidupan

Amongguru.com. Sifat-sifat senyawa Basa dan Peranannya Dalam Kehidupan.

Secara kimia, basa dapat didefinisikan sebagai senyawa yang menghasilkan ion hidroksida (OH) ketika larut dalam pelarut air. Rumus senyawa basa selalu memiliki ion OH (kecuali untuk amonium hidroksida).

Adanya ion OH inilah yang menyebabkan suatu senyawa basa memiliki sifat-sifat khas sebagai suatu basa. Senyawa basa memiliki nilai derajat keasaman (pH) lebih dari 7.

  • Sifat-sifat Basa

Sebagaimana halnya sifat asam, maka basa pun memiliki beberapa sifat yang dapat digunakan untuk pengidentifikasian. Berikut ini adalah beberapa sifat basa dan penjelasannya.

  1. Pahit dan terasa licin di kulit

Mengapa sabun terasa licin ketika disentuh? Rasa licin pada sabun disebabkan oleh basa yang terdapat pada sabun tersebut. Basa pembuat sabun adalah natrium hidroksida.

Sifat-sifat senyawa Basa dan Peranannya Dalam Kehidupan
Sifat-sifat senyawa Basa dan Peranannya Dalam Kehidupan

Selain terasa licin, basa pun memiliki rasa yang pahit. Kita tidak dianjurkan untuk memeriksa apakah suatu zat bersifat basa atau tidak dengan cara menyentuh atau mencicipinya. Hal tersebut karena basa kuat bersifat korosif yang dapat menyebabkan tangan teriritasi dan terbakar.

  1. Mengubah warna kertas lakmus merah menjadi biru

Seperti halnya asam, larutan basa juga akan bereaksi dengan indikator, sehingga dapat mengubah warna indikator tersebut. Basa akan mengubah warna kertas lakmus merah menjadi biru, sedangkan lakmus biru akan tetap berwarna biru

  1. Menetralkan sifat asam

Salah satu sifat basa adalah mengurangi atau menghilangkan sifat suatu asam yang direaksikan dengan basa tersebut. Asam akan berkurang sifat keasamannya bahkan dapat berubah menjadi tidak asam jika direaksikan dengan basa.

Apabila basa direaksikan dengan asam, maka akan membentuk garam dan air. Reaksi tersebut dinamakan reaksi penetralan (netralisasi). Contoh reaksi penetralan adalah reaksi kalium hidroksida dengan asam sulfat akan membentuk kalsium sulfat dan air.

Reaksi :

Ca(OH)2(aq) + H2SO4(aq) à CaSO4(aq) + 2H2O(l)

  1. Menghantarkan arus listrik

Senyawa basa merupakan penghantar listrik yang baik, khususnya basa kuat. Basa kuat akan terionisasi secara sempurna di dalam air, sehingga banyak menghasilkan ion. Sebaliknya, basa lemah merupakan basa yang sedikit menghasilkan ion, karena hanya terionisasi sebagian.

  • Kekuatan Basa

Berdasarkan kemampuannya dalam melepaskan ion, basa dapat dibedakan menjadi dua, yaitu basa kuat dan basa lemah. Kekuatan basa sangat tergantung pada kemampuan basa tersebut dalam melepaskan ion OH dalam larutan.

Basa kuat bersifat korosif, sehingga kita harus berhati-hati dalam menggunakannya. Contoh basa kuat adalah natrium hidroksida (NaOH), kalium hidroksida (KOH), dan kalium hidroksida (Ca(OH)2). Sedangkan contoh basa lemah adalah ammonia (NH­3).

Kaustik merupakan istilah yang digunakan untuk basa kuat. Jadi, kita menggunakan nama kaustik soda untuk natrium hidroksida (NaOH) dan kaustik potas untuk kalium hidroksida (KOH).

  • Peranan Basa dalam Kehidupan

Basa dapat dengan mudah ditemukan di rumah maupun di industri, Ketika kita akan membuat rumah, maka semen yang kita gunakan merupakan basa. Semen terbuat dari basa kalsium hidroksida. Basa juga dapat ditemukan pada berbagai bahan pembersih dan bahan pembuat kue.

Pada saat membuat kue, sering ditambahkan baking soda agar kue yang dibuat dapat mengembang. Baking soda merupakan suatu basa.

Basa memiliki kemampuan untuk melarutkan minyak dan debu, sehingga dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Contohnya adalah pembersih alat dapur yang ada di pasaran mengandung natrium hidroksida yang berfungsi sebagai pembersih noda minyak atau mentega.

Demikian ulasan mengenai Sifat-sifat senyawa Basa dan Peranannya Dalam Kehidupan. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan