Sifat Fisika dan Sifat Kimia Zat Dilengkapi Dengan Contohnya

Sifat Fisika dan Sifat Kimia Zat Dilengkapi Dengan Contohnya.

Amongguru.com. Kita dapat mengidentifikasi seseorang dari raut muka,tinggi badan, sidik jari atau DNA-nya. Semakin banyak sifat yang diketahui, maka semakin baik kita mengenali orang tersebut. Demikian halnya dengan zat yang memiliki beberapa sifat, sehingga dapat kita gunakan untuk pengidentifikasian

Zat memiliki sifat atau ciri khas masing-masing. Sifat zat dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sifat fisika dan sifat kimia. Berikut ini penjelasan tentang sifat fisika dan sifat kimia zat dilengkapi dengan contohnya

1.  Sifat Fisika

Sifat fisika adalah sifat suatu zat yang dapat diamati, diukur, atau dirasakan oleh pancaindra seperti warna, ukuran, wujud, zat, bau, rasa, titik didih, titik leleh, kelarutan, kelenturan, kekerasan, dan daya hantar listrik.

Berikut ini penjelasan tentang beberapa sifat fisika benda.

  • Wujud zat

Terdapat tiga jenis wujud zat yang kita kenal, yaitu padat, cair, dan gas. Ketiga wujud zat tersebut dapat berubah dari wujud satu ke wujud yang lainnya. Peristiwa perubahan wujud zat, antara lain menguap, mengembun,membeku, menyublim, dan mengkristal.

Zat memiliki titik didih dan titik leleh yang berbeda-beda untuk masing-masing jenis zat. Tititk didih air pada tekanan udara normal (76 cmHg) adalah 100°C, sedangkan bensin memiliki titik didih sekitar 80°C.

  • Warna

Setiap benda memiliki warna yang berbeda-beda. Warna merupakan sifat fisika yang dapat diamati secara langsung. Warna yang dimiliki suatu benda merupakan ciri tersendiri yang membedakan antara zat yang satu dengan zat lain. Misalnya, susu berwarna putih, karbon berwarna hitam, dan paku berwarna kelabu pudar.

  • Kelarutan

Air merupakan zat pelarut untuk zat-zat terlarut. Tidak semua zat dapat larut dalam zat pelarut. Misalnya, garam dapat larut dalam air, akan tetapu kopi tidak dapat larut dalam air. Kelarutan suatu zat dalam pelarut tertentu merupakan sifat fisika.

  • Daya hantar listrik

Benda logam pada umumnya dapat menghantarkan listrik. Benda yang dapat mengantarkan listrik dengan baik disebut konduktor, sedangkan benda yang tidak dapat menghantarkan listrik disebut isolator.

Daya hantar listrik pada suatu zat dapat diamati dari gejala yang dapat ditimbulkannya. Misalnya, tembaga dihubungkan dengan sumber tegangan dan sebuah lampu. Akbiat yang dapat diamati adalah lampu dapat menyala.

  • Kemagnetan

Berdasarkan sifat kemagnetannya, benda digolongkan menjadi dua, yaitu benda magnetik dan benda  non magnetik. Benda magnetik adalah benda yang dapat ditarik kuat oleh magnet. Sedangkan benda non magnetik adalah benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet.

Serbuk besi termasuk bahan magnetik, maka akan dapat ditarik kuat oleh magnet. Pasir merupakan benda non magnetik, sehingga tidak dapat ditarik kuat oleh magnet.

2.  Sifat Kimia

Sifat kimia adalah ciri-ciri suatu zat yang berhubungan dengan terbentuknya zat jenis baru. Contohnya, besi termasuk logam yang paling mudah bereaksi dengan oksigen, sehingga mudah berkarat. Berkarat merupakan salah satu sifat kimia dari zat.

Berikut ini adalah beberapa contoh sifat kimia suatu zat.

  • Mudah terbakar

Mudah terbakar merupakan sifat kimia yang dimiliki zat dalam hubungannya dengan kenaikan suhu. Contoh zat kimia yang mudah terbakar adalah bensin dan LPG.

  • Membusuk dan asam

Terjadinya reaksi kimia dalam makanan atau minuman, maka dapat menyebabkan makanan dan minuman tersebut membusuk dan berubah rasa menjadi masam. Contohnya, nasi yang dibiarkan berhari-hari akan bereaksi dengan udara sehingga nasi menjadi basi. Contoh lainnya adalah susu yang berubah rasa menjadi masam.

  • Berkarat

Reaksi antara logam dengan oksigen dapat mengakibatkan logam tersebut berkarat. Logam seperti besi dan seng memiliki sifat mudah berkarat, Terdapat pula benda-benda yang tidak mudah berkarat, misalnya plastik dan kaca.

  • Mudah meledak

Interaksi antara zat dengan oksigen di alam ada yang memiliki sifat mudah meledak, misalnya magnesium, uraniu,, dan natrium.

  • Beracun

Terdapat beberapa zat yang memiliki sifat kimia beracun, misalnya pestisida, fungisida, herbisida, dan rodentisida yang digunakan manusia untuk membasmi hama, baik serangga maupun tikus.

  • Memiliki pH (Power of Hydrogen)

pH menyatakan tingkat keasaman suatu zat. Nilai pH berkisar dari satu sampai dengan empat belas. Nilai pH kurang dari 7 menunjukkan bahwa zat tersebut bersifat asam. Nilai pH sama dengan 7 menyatakan bahwa zat tersebut bersifat netral. Sedangkan nilai pH lebih dari 7 menujukkan zat tersebut bersifat basa.

Baca juga : Ciri-ciri Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia Beserta Contohnya.

Demikian ulasan mengenai Sifat Fisika dan Sifat Kimia Zat Dilengkapi Dengan Contohnya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan