Sejarah Tentang Hari Buruh Internasional (May Day) Tanggal 1 Mei

Sejarah Tentang Hari Buruh Internasional (May Day) Tanggal 1 Mei 

Amongguru.com. Hari Buru Internasional atau disebut juga may day secara rutin diperingati setiap tanggal 1 Mei.

Hari buruh menjadi sebuah hari libur tahunan di beberapa negara yang berawal dari usaha gerakan serikat buruh untuk merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial para buruh.

Di Indonesia sendiri, peringatan hari buruh sempat dilarang di era pemerintahan Presiden Soeharto.

Hari Buruh kembali menjadi hari libur nasional pada saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkannya di tahun 2014.

Sejarah Hari Buruh Internasional 

Hari Buruh lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja setelah revolusi industri. Akar sejarah May Day dimulai pada tahun 1806, ketika terjadi pemogokan pekerja di Amerika Serikat yang pertama kali.

Pada waktuj itu, itu pekerja Cordwainers, perusahaan pembuat sepatu, melakukan mogok kerja. Akan tetapi, para pengorganisir aksi mogok kerja kemudian dibawa ke pengadilan untuk diproses hukum.

Di dalam proses pengadilan tersebut, terungkap bahwa para pekerja Cordwainers benar-benar diperas tenaganya, karena mereka harus bekerja 19 sampai 20 jam setiap hari.

Sejarah Tentang Hari Buruh Internasional (May Day) Tanggal 1 Mei
Sejarah Tentang Hari Buruh Internasional (May Day) Tanggal 1 Mei

Mereka hanya memiliki waktu untuk beristirahat selama 4 jam saja dan tidak punya kehidupan lain selain harus bekerja di perusahaan yang membayar mereka.

Setelah terungkapnya fakta tersebut, maka  kelas pekerja Amerika Serikat pada masa itu kemudian memiliki agenda perjuangan bersama, yaitu menuntut pengurangan jam kerja.

Adalah Peter McGuire, seorang pekerja asal New Jersey, yang memiliki peran penting dalam mengorganisir perjuangan ini.

Pada tahun 1872, McGuire dan 100 ribu pekerja lainnya melakukan aksi mogok kerja untuk menuntut pengurangan jam kerja.

McGuire menghimpun kekuatan pekerja dan pengangguran, serta melobi pemerintah kota untuk menyediakan pekerjaan dan uang lembur bagi pekerja.

Peringatan Hari Buruh di Indonesia

Selanjutnya, pada tahun 1881, McGuire pindah ke Missouri dan memulai mengorganisir para tukang kayu.

McGuire kemudian mendirikan persatuan tukang kayu dimana dirinya berperan sebagai sekretaris umum. Organisasi tukang kayu inilah yang menjadi cikal bakal serikat pekerja.

Gagasan untuk membentuk serikat pekerja ini kemudian menyebar cepat, terbukti dengan didirikanya serikat-serikat pekerja lain di berbagai kota di Amerika Serikat.

Tepat pada tanggal 5 September 1882, digelar parade Hari Buruh pertama di kota New York yang dihadiri kurang lebih 20 ribu pekerja.

Para pekerja ini membawa spanduk berisi tuntutan untuk dapat bekerja selama 8 jam, beristirahat 8 jam, dan istirahat selama 8 jam.

Pembagian waktu selama 24 jam ini adalah kehidupan ideal dalam sehari yang diinginkan oleh kelas pekerja di Amerika Serikat.

Tuntutan pengurangan jam kerja tersebut pada akhirnya menjadi perjuangan kelas pekerja di seluruh dunia.

Kongres buruh internasional pertama dilangsungkan di Jenewa, Swiss, pada tahun 1886. Kongres ini dihadiri oleh organisasi pekerja dari berbagai negara.

Baca juga : Fakta Sejarah Lahirnya Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tanggal 2 Mei.

Kongres buruh internasional ini menetapkan tuntutan pengurangan jam kerja menjadi 8 jam sehari sebagai perjuangan resmi buruh sedunia.

Selanjutnya tanggal 1 Mei ditetapkan menjadi hari perjuangan kelas pekerja sedunia. Dipilihnya tanggal satu Mei karena terinspirasi dari kesuksesan aksi buruh di Kanada pada tahun 1872.

Ketika itu buruh Kanada menuntut 8 jam kerja seperti buruh di Amerika Serikat dan tuntutan tersdebut dikabulkan. Delapan jam kerja di Kanada secara resmi diberlakukan mulai tanggal 1 Mei 1886.

Kerusuhan Haymarket

Bertolak belakang dengan kesuksesan para pekerja pekerja di Kanada dalam menuntut 8 jam bekerja, buruh Amerika Serikat justru harus mengalami peristiwa pahit ditembaki oleh polisi mereka.

Pada tanggal 1 Mei 1886, bersamaan dengan mulai berlakunya 8 jam kerja di Kanada, sekitar 400 ribu buruh di Amerika Serikat menggelar demonstrasi besar-besaran untuk menuntut pengurangan jam kerja. Aksi ini berlangsung selama empat hari sampai dengan tanggal 4 Mei 1886.

Pada hari terakhir itu, 4 Mei 1886, polisi Amerika Serikat  menembaki para demonstran buruh hingga ratusan orang tewas. Pemimpin buruh juga ditangkap dan dihukum mati.

Kejadian ini dikenal dengan Kerusuhan Haymarket (Haymarket Riot), karena peristiwa berdarah tersebut terjadi di bundaran Lapangan Haymarket.

Kerusuhan Haymarket

Atas terjadinya tragedi tersebut dan sebagai bentuk penghormatan kepada para buruh yang tewas dalam aksi demonstrasi, maka Kongres Sosialis Dunia yang digelar di Paris pada Juli 1889 menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Sedunia (May Day).

Ketetapan ini sekaligus memperkuat keputusan Kongres Buruh Internasional yang berlangsung di Jenewa tahun 1886.

(Sumber: viva.co.id.)

Demikian ulasan sejarah tentang Hari Buruh Internasional (May Day) tanggal 1 Mei. Semoga bermanfaat..

Tinggalkan Balasan