Sejarah Saka Wanabakti, Lambang, Anggota, Krida, dan SKK/TKK

Sejarah Saka Wanabakti, Lambang, Anggota, Krida, dan SKK/TKK

Amongguru.com. Satuan Karya (Saka) Wanabakti adalah wadah bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk melaksanakan kegiatan nyata, produktif, dan bermanfaat dalam rangka menanamkan rasa tanggungjawab terhadap pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Kata “Wanabakti” berasal dari kata “wana” dan “bakti”. Wana merupakan bahasa Sansekerta yang berarti hutan. Sedangkan bakti memiliki arti tunduk, hormat, setia, atau perbuatan yang menyatakan kesetiaan.

Baca : Satuan Karya Saka Pramuka : Tujuan, Sasaran, Anggota, dan Jenisnya

Dengan demikian, Wanabakti merupakan kegiatan bakti yang berkaitan dengan masalah pelestarian hutan, termasuk di dalamnya sumber daya alam dan lingkungan.

Tujuan dan Sasaran Saka Wanabakti

Tujuan pembentukan Saka Wanabakti adalah untuk memberi wadah pendidikan di bidang Kehutanan kepada anggota Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega, agar dapat membantu, membina dan mengembangkan kegiatan pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup, melaksanakan secara nyata, produktif dan berguna sebagai baktinya terhadap pembangunan masyarakat, bangsa dan negara.

Sasaran kegiatan Saka Wanabakti adalah agar para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega agar :

1. memiliki rasa cinta dan tanggungjawab terhadap hutan dengan segala isi dan kekayaan yang terkandung di dalamnya, serta kesadaran untuk memelihara dan melestarikanya;

2. memiliki tambahan pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan kecakapan dibidang kehutanan yang dapat mengembangkan pribadinya;

3. memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi segala tantangan hidup dalam hutan dengan tetap memperhatikan keamanan dan kelestarian hutan;

4. memiliki disiplin dan tanggungjawab yang lebih mantap untuk memelihara kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup;

5. mampu menyelenggarakan kegiatan-kegiatanSaka Wanabkti secara positif, berdayaguna dan tepat guna, sesuai dengan bakat dan minatnya sehingga berguna bagi pribadinya, masyarakat, bangsa dan negara; dan

6. mampu menyebarluaskan pengetahuan, keterampilan dan kecakapannya kepada Pramuka Siaga dan Pramuka Penggalang serta anggota lainnya.

Sejarah Saka Wanabakti

Sejarah terbentuknya Saka Wanabakti diawali dengan penandatanganan kerjasama antara Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dengan Menteri Kehutananan pada tanggal 27 Oktober 1983.

Kerjasama tersebut selanjutnya ditindaklanjuti dengan ditetapkannya Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 134 Tahun 1983 tentang Satuan Karya Wanabakti tertanggal 10 Desember 1983.

Kemudian pada tanggal 19 Desember 1983, Wakil Presiden Republik Indonesia, Umar Wirahadikusumah melantik pimpinan Saka Wanabakti Nasional.

Lambang Saka Wanabakti

Lambang Saka Wanabakti berbentuk segilima sama sisi dengan panjang sisi 5 cm dengan warna dasar coklat muda. Di dalamnya terdapat lambang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sepasang lambang Gerakan Pramuka, dan tulisa Saka Wanabakti.

Warna lambang Saka Wanabakti terdiri dari :

  • warna dasar coklat;
  • warna gambar lambang Departemen Kehutanan hijau, biru, hitam;
  • warna gambar lambang lambing Gerakan Pramuka kuning; dan
  • warna tulisan hitam.

Arti kiasan lambang Saka Wanabakti :

1. Pohon hijau melambangkan hutan yang subur yang mempunyai berbagai fungsi dalam upaya konservasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup.

2. Pohon hitam melambangkan hutan yang produktif yang berfungsi sebagai sarana pendukung pembangunan nasional.

3. Garis-garis lengkung biru melambangkan fungsi hutan sebagai pengatur tata air.

4. Warna dasar coklat melambangkan tanah yang subur berkat adanya usaha konservasi tanah.

5. Tunas kelapa kuning melambangkan kegemilangan generasi muda yang tergabung dalam Saka Wanabakti yang giat mendukung pembangunan hutan dan kehutanan serta pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup.

6. Segilima melambangkan falsafah bangsa yaitu Pancasila yang merupakan azas tunggal bagi Saka Wanabakti.

7. Keseluruhan lambing Saka Wanabakti ini mencerminkan anggota Satuan Karya Pramuka Wanabakti yang aktif membantu usaha pembangunan hutan dan kehutanan serta pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup guna mencapai masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Anggota Saka Wanabakti

Anggota Saka Wanabakti terdiri dari Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega, Pembina Pramuka sebagai Pamong Saka dan instruktur tetap, serta pemuda calon anggota Gerakan Pramuka yang berusia 20 sampai 25 tahun.

Selain anggota tersebut, Saka Wanabkti juga memberikan kesempatan kepada anggota Pramuka Siapa dan Pramuka Penggalang untuk menjadi “Peminat Saka Wanabakti”.

Calon Pramuka Penegak dan Pandega dapat mengikuti kegiatan Saka Wanabakti dengan catatan dalam jangka waktu enam bulan yang bersangkutan sudah dilantik sebagai Penegak Bantara atau Pandega.

Calon anggota juga harus mendapat izin tertulis dari orang tua/wali, Pembina Satuan, dan Pembina Gugus Depannya

Kegiatan Saka Wanabakti

Di dalam Saka Wanabakti, selain diberikan pengetahuan dan keterampilan di bidang kepramukaan, anggota juga mendapatkan pembinaan, pengembangan IPTEK, serta keterampulan di bidang kehutanan.

Hal ini bertujuan untuk menanamkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap kelestarian sumber daya alam dan lingkungan.

Berikut ini adalah bentuk-bentuk kegiatan Saka Wanabakti.

1. Latihan rutin

2. Kegiatan berkala, misalnya untuk persiapan lomba

3. Perkemahan Bakti Saka WAnabakti (Pertiwana).

4. Perkemahan Antar Saka (Peransaka).

5. Lomba pelestarian lingkungan hidup.

6. Lintas alam dalam bentuk pendakian gunung atau penjelajahan hutan.

7. Survei dan penelitian.

Krida dan SKK/TKK Saka Wanabakti

Di dalam kegiatannya, anggota Saka Wanabakti dikelompokkan menjadi satuan-satuan kecil yang disebut Krida.

Setiap Krida beranggotakan 5 hingga 10 anggota Pramuka. Krida Saka Wanabakti diberi nama sesuai dengan jenis kegiatannya. Apabila terdapat dua krida atau lebih yang sejenis krida itu diberi tambahan nomor urut, misalnya krida Tata Wana I, Krida Tata Wana II, dan seterusnya.

Saka Wanabakti puteri di bina oleh Pamong Saka puteri dan Saka Wanabakti putera oleh Pamong Saka putera serta dibantu oleh instruktur.

Saka Wanabakti memmiliki 4 (empat) krida, sebagai berikut.

Masing-masing krida tersebut memiliki keterampilan-keterampilan khusus yang dimuat dalam Syarat Kecakapan Khusus (SKK).

Anggota krida yang mampu menyelesaikan sebuah SKK diperbolehkan mengenakan Tanda Kecakapan Khusus (TKK).

Berikut ini adalah SKK dan TKK dalam Saka Wanabakti.

1. Krida Tata Wana

a. SKK Perisalah Hutan

b. SKK Pengukuran dan Pemetaan Hutan

c. SKK Penginderaan Jauh

2. Krida Reksa Wana

a. SKK Keragaman Hayati

b. SKK Konservasi Kawasan

c. SKK Perlindungan Hutan

d. SKK Konservasi Jenis Satwa

e. SKK Konservasi Jenis Tumbuhan

f. SKK Pemanduan

g. SKK Penelusuran Gua

h. SKK Pendakian

h. SKK Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan

i. SKK Pengamatan Satwa\

j. SKK Penangkaran Satwa

k. SKK Pengendalian Perburuan

l. SKK Pembudidayan Tumbuhan

3. Krida Bina Wana

a. SKK Konservasi Tanah dan Air

b. SKK Perbenihan

c. SKK Pembibitan

d. SKK Penanaman dan Pemeliharaan

e. SKK Perlebahan

f. SKK Budidaya Jamur

g. SKK Persuteraan Alam

4. Krida Guna Wana

a. SKK Pengenalan Jenis Pohon

b. SKK Pencacahan Pohon

c. SKK Pengukuran Kayu

d. SKK Kerajinan Hutan Kayu

e. SKK Pengolahan Hasil Hutan

f. SKK Penyulingan Minyak Astiri

Penyelenggaraan Saka Wanabakti secara khusus diatur dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 054 Tahun 1984.

Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya (Saka) Pramuka Wanabakti selengkapnya dapat dibaca dan diunduh di sini.

Penjelasan mengenai jenis Satuan Saka (Saka) Pramuka lainnya, dapat dibaca pada link berikut ini.

1. Saka Bahari

Bidang Kegiatan : Kebaharian

Baca : Saka Bahari (Sejarah, Lambang, Anggota, Jenis Krida, dan TKK)

2. Saka Bhakti Husada

Bidang Kegiatan : Kesehatan

Baca : Saka Bakti Husada (Tujuan, Lambang, Anggota, Krida, dan Kegiatannya)

3. Saka Bhayangkara

Bidang Kegiatan : Kebhayangkaraan

Baca : Saka Bhayangkara (Sejarah, Lambang, Anggota, Jenis Krida, dan TKK)

4. Saka Kencana

Bidang Kegiatan : Keluarga Berencana

Baca : Saka Kencana (Pengertian, Lambang, Anggota, Krida, dan Kegiatan)

5. Saka Taruna Bumi

Bidang Kegiatan : Pertanian

Baca : Tujuan Saka Tarunabumi, Sejarah, Lambang, Anggota, dan Kegiatannya

6. Saka Dirgantara

Bidang Kegiatan : Kedirgantaraan

Baca : Saka Dirgantara (Tujuan, Sasaran, Anggota, Lambang, dan Kridanya)

7. Saka Wira Kartika

Bidang Kegiatan : Bela Negara

Baca : Saka Wira Kartika (Tujuan, Lambang, Anggota, Krida, dan Kegiatannya)

8. Saka Pariwisata

Bidang Kegiatan : Partiwisata

Baca : Pengertian Saka Pariwisata, Anggota, Lambang, Krida, dan Kegiatannya

9. Saka Widya Budaya Bakti

Bidang Kegiatan : Pendidikan dan Kebudayaan

Baca : Saka Widya Budaya Bakti (Lambang, Anggota, Krida, dan Kegiatannya)

Demikian ulasan mengenai sejarah Saka Wanabakti, lambang, anggota, krida, dan SKK/TKK. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan