Sebutkan 4 (empat) keuntungan dari teknik kultur jaringan!

Sebutkan 4 (empat) keuntungan dari teknik kultur jaringan!

Jawab :

Empat keuntungan teknik kultur jaringan :

1. Lebih cepat dalam memperbanyak tanaman cepat

2. Bibit tanaman baru lebih bermutu

3. Mudah dan tidak membutuhkan banyak biasa

4. Tanaman baru terbebas dari hama dan penyakit

Penjelasan :

Kultur jaringan (Tissue Culture) adalah salah satu teknologi reproduksi tumbuhan yang dilakukan secara vegetatif (aseksual).

Jika diperhatikan dari asal katanya, kultur artinya adalah budidaya dan jaringan adalah sekumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi sama.

Dengan demikian, kultur jaringan artinya budidaya suatu jaringan tanaman menjadi tanaman yang memiliki sifat sama seperti induknya.

Teknik kultur jaringan merupakan teknik memperbanyak tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman (misalnya daun dan mata tunas) kemudian menumbuhkan bagian tanaman tersebut pada media buatan secara aseptik.

Media tanam harus kaya dengan nutrisi dan dimasukkan ke dalam wadah tembus cahaya, sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri menjadi tanaman yang lengkap.

Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan menggunakan bagian tertentu tanaman dan ditanam pada media buatan secara steril.

Sejarah Kultur Jaringan

Gagasan tentang kultur jaringan sudah muncul sejak tahun 1838, pada saat Schleiden dan Schwann mengungkapkan teori totipotensi,

Teori ini menjelaskan tentang sel-sel yang bersifat otonom dan dapat beregenerasi menjadi tanaman lengkap.

Keberhasilan teknik kultur jaringan terhadap tanaman pertama kali dilakukan oleh White pada tahun 1934. White berhasil membuat kultur jaringan tanaman tomat.

Kemudian pada tahun 1939, White, Nobecourt, dan Gautheret berhasil menumbuhkan kalus tembakau dan wortel secara in virtro.

Teknik kultur jaringan semakin berkembang pesat setelah Perang Dunia II, sehingga dihasilkan banyak penelitian penting dalam dunia pertanian dan hortikultura.

Terbukti pada tahun 1960, Morel berhasil memperbanyak tanaman anggrek Cymbidium secara in vitro. Kemudian pada tahun 1962, Skoog dan Murashige menyempurnakan penemuan Morel dengan memformulasikan medium menggunakan garam mineral tingggi.

Penemuan tersebut semakin mempercepat teknik kultur jaringan pada berbagai jenis tanaman lainnya.

Prinsip Dasar Kultur Jaringan

Pada dasarnya, kultur jaringan adalah sebuah metode isolasi bagian tumbuhan, seperti protoplasma, sekelompok sel, jaringan, atau organ dengan cara menumbuhkannya secara aseptik, sehingga bagian-bagian tersebut dapat memperbanyak diri.

Teknik kultur jaringan dilandasi oleh teori Totipotensi yang dikemukakan Schawann dan Scheleiden (1838) yang menyatakan bahwa setiap sel tanaman dilengkapi dengan informasi genetik dan perangkat fisiologis lengkap untuk tumbuh dan berkembang menjadi tanaman baru yang utuh, jika kondisi sesuai.

Teori Totipotensi menjelaskan bahwa setiap bagian-bagian tanaman dapat untuk dikembangbiakkan, karena seluruh bagian-bagian tanaman tersebut terdiri dari jaringan-jaringan hidup.

Dengan demikian, organisme baru yang berhasil untuk ditumbuhkan dapat mempunyai sifat yang sama dengan induknya..

Manfaat Kultur Jaringan

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan.

1. Merupakan cara cepat memperbanyak tanaman dibandingkan cara konvensional

2. Bibit tanaman baru lebih bermutu

3. Sifat tanaman baru yang diturunkan dari induk tidak hilang

4. Cara perkembangbiakan mudah dan tidak membutuhkan banyak biaya

5. Tanaman baru terbebas dari hama dan penyakit

6. Bibit tanaman lebih cepat tumbuh daripada ditanam di tanah

7. Menjadi sarana untuk melestarikan plasma nutfah

8. Tidak tergantung musim pada saat penanaman.

Meskipun banyak manfaat yang diperoleh dari budidaya tanaman dengan kultur jaringan, ternyata ada kelemahan dari cara tersebut, yaitu sebagai berikut.

1. Tidak dapat mengubah sifat tanaman yang dihasilkan dari tanaman induk, karena sifat tanaman baru sama persis dengan induknya.

2. Tidak dapat menghasilkan individu baru jika dilakukan teknik kultur hewan, kecuali dengan kultur embrio.

Tinggalkan Balasan