Sebutkan 4 (Empat) Gas Pemicu Terjadinya Efek Rumah Kaca!

Sebutkan 4 (Empat) Gas Pemicu Terjadinya Efek Rumah Kaca!

Jawab :

Empat gas pemicu efek rumah kaca :

1. Karbondioksida (CO)

2. Metana (CH4)

3. Nitrogen Oksida (NOx)

4. Chloro-Fluoro-Carbon (CFC)

Penjelasan :

Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah belerang dioksida, nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan klorofluorokarbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.

1. Karbondioksida (CO2)

Meningkatnya kadar CO₂ di atmosfer selama 150 tahun terakhir membuat para ilmuwan prihatin, karena hal tersebut berkaitan erat dengan meningkatnya suhu global. Lebih dari 100 tahun yang lalu, temperatur rata-rata suhu di permukaan Bumi meningkat sekitar 0,6ºC.

Kenaikan konsentrasi gas CO₂ ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya. Kontribusi karbon dioksida terhadap efek rumah kaca sebesar 9-26%.

2. Metana (CH4)

Metana merupakan insulator (zat penyerap, tidak menghantarkan, isolator) yang efektif, mampu menangkap panas 20 kali lebih banyak jika dibandingkan karbondioksida.

Metana dilepaskan selama produksi (penambangan, pengeboran) dan transportasi (pengolahan) batu bara, gas alam, dan minyak bumi. 

Metana juga dihasilkan dari pembusukan limbah organik di tempat pembuangan sampah (landfill), bahkan dapat keluarkan oleh hewan-hewan tertentu, terutama sapi, sebagai produk samping dari pencernaan. 

Gas ini efeknya lebih parah daripada CO₂, tetapi jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding CO₂, sehingga dampaknya tidak sebesar CO₂. Metana hanya menyumbang 4-9% terhadap fenomena efek rumah kaca.

3. Nitrogen Oksida (NOx)

Nitrogen oksida adalah gas insulator panas yang sangat kuat. Gas ini dihasilkan terutama dari pembakaran bahan bakar fosil dan oleh lahan pertanian. Nitrogen dioksida dapat menangkap panas 300 kali lebih besar dari karbondioksida.

4. Chloro-Fluoro-Carbon (CFC)

CFC atau yang disebut sebagai freon adalah gas yang dihasilkan oleh pendingin-pendingin yang menggunakan freon, seperti kulkas dan AC.

Gas ini selain mampu menahan panas juga mampu mengurangi lapisan ozon, yang berguna untuk menahan sinar ultraviolet masuk ke dalam bumi. 

CFC ini dapat menyerang Ozon. Akibatnya, kandungan Ozon di atmosfer menipis dan mengakibatkan terjadinya lubang di kutub utara dan selatan, sehingga ultraviolet mampu menerobos masuk ke atmosfer dan menyebabkan terjadinya radiasi.

5. Sulfur Heksafluorida (SF₆)

Konsentrasi gas sulfur heksafluorida di atmosfer dapat meningkat dengan sangat cepat. Meskipun masih tergolong langka di atmosfer tetapi gas ini mampu menangkap panas jauh lebih besar dari gas-gas rumah kaca yang telah dikenal sebelumnya. Hingga saat ini sumber industri penghasil gas ini masih belum teridentifikasi.

6. Uap Air (H₂O) 

Uap air sebenarnya timbul secara alami dan berperan paling banyak pada percepatan efek rumah kaca. Konsentrasi uap air berfluktuasi secara regional.

Ketika penguapan air laut, danau, dan sungai di suatu kawasan mengalami peningkatan, maka temperatur panas akan meningkat.

Apabila kondisi ini terus berlanjut maka akan mencapai titik ekuilibrium (keseimbangan). Uap air berkontribusi sekitar 36-70% terhadap efek rumah kaca.

Tinggalkan Balasan