Sebutkan 3 (tiga) manfaat teknik inseminasi buatan!

Sebutkan 3 (tiga) manfaat teknik inseminasi buatan!

Jawab :

Tiga manfaat teknik inseminasi buatan :

1. Dapat mengatur jarak kelahiran hewan ternak dengan baik.

2. Dapat mencegah terjadinya kawin sedarah pada hewan betina (inbreeding).

3. Dapat menghindarkan ternak dari penularan penyakit.

Penjelasan :

Inseminasi Buatan pada hewan ternak merupakan usaha yang dilakukan oleh manusia sebagai inseminator dalam memasukkan spermatozoa atau semen hewan jantan ke saluran reproduksi hewan betina menggunakan alat inseminasi agar terjadi pembuahan dan kehamilan (bunting).

Contoh hewan yang perkembangbiakannya dilakukan dengan menggunakan teknik Inseminasi buatan adalah sapi.

Pada ternak sapi, setelah dilakukan inseminasi buatan, masa buntingnya dihitung dari jangka waktu sejak terjadinya pembuahan sperma terhadap sel telur sapi betina sampai dengan melahirkan.

Biasanya, periode kebuntingan sapi berkisar antara 280 hingga 285 hari. Setelah melahirkan, maka masa kosong sapi yang bersangkutan bunting pada peride berikutnya.

Tujuan Inseminasi Buatan

Berikut ini adalah beberapa tujuan dari teknologi reproduksi hewan secara inseminasi buatan.

1. Memperbaiki mutu genetika hewan ternak.

2. Menghemat biaya, karena tidak harus mendatangkan pejantan unggul.

3. Mengoptimalkan penggunaan bibit pejantan unggul secara luas dengan jangka waktu lama.

4. Meningkatkan angka kelahiran ternak secara cepat dan teratur.

5. Mencegah terjadinya penularan dan penyebaran penyakit kelamin pada hewan ternak.

Manfaat Inseminasi Buatan

Manfaat yang dapat diperoleh dari teknik inseminasi buatan adalah sebagai berikut.

1. Dapat mengatur jarak kelahiran hewan ternak dengan baik.

2. Dapat mencegah terjadinya kawin sedarah pada hewan betina (inbreeding).

3. Spermatozoa dapat dipakai dan disimpan dalam jangka waktu lama.

4. Menghindari kecelakaan fisik pada ternak yang biasa terjadi saat perkawinan.

5. Dapat menghindarkan ternak dari penularan penyakit, khususnya lewat hubungan kelamin.

Kerugian Inseminasi Buatan

Meskipun ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dari teknik inseminasi buatan pada hewan ternak, ternyata teknik ini juga beresiko terjadinya kerugian.

Berikut adalah beberapa kerugian dari inseminasi buatan.

1. Apabila waktu pelaksanaan inseminasi buatan tidak tepat, maka tidak terjadi kebuntingan pada ternak betina.

2. Adanya kemungkinan kesulitan melahirkan (distoksia), jika spermatozoa dari pejantan keturunan besar diinsiminasikan pada sapi betina keturunan kecil.

3. Memungkinkan terjadinya kawin sedarah (inbreeding), jika menggunakan spermatozoa dari pejantan yang sama dalam jangka waktu lama.

4. Dapat menyebabkan menurunnya sifat-sifat genetik keturunannya, apabila pejantan donor tidak dipantau sifat genetiknya dengan baik.

Prosedur Inseminasi Buatan

Berikut ini adalah urutan prosedur dari inseminasi buatan ada hewan ternak, misalnya sapi,

1. Pencairan semen (spermatozoa)

Sebelum melaksanakan inseminasi, maka semen dari pejantan donor yang sudah beku harus dicairkan terlebih dahulu (thawing).

Caranya dengan mengeluarkan semen beku dari nitrogen cair dan memasukkan ke dalam air hangat atau diletakkan dibawah air mengalir selama 7-18 detik. Setelah dicairkan, semen dikeluarkan dari air dan kemudian dikeringkan dengan tissue. 

2. Memasukkan semen pada gun

Tahap selanjutnya, cairan semen dimasukkan ke dalam gun dan ujung yang mencuat dipotong menggunakan gunting bersih.

Gun merupakan alat yang menghantarkan semen ke uterus indukan sapi. Gun selanjutnya dibungkus dengan plastic sheet yang berbentuk pipet.

3. Persiapan induk sapi betina

Sap betina yang akan diinseminasi disiapkan dan dimasukkan ke dalam kandang jepit untuk selanjutnya diikat.

4. Penyemprotan sperma pejantan ke uterus

Sperma disuntikkan (diseprotkan) pada uterus induk betina oleh petugas Inseminasi Buatan. Sebelum melakukan penyemprotan, maka petugas memakai sarung tangan yang nantinya akan dimasukkan ke dalam rektum induk betina.

Tangan petugas dimasukkan ke rektum, hingga dapat menjangkau dan memegang leher rahim (servix). Apabila dalam rektum banyak kotoran, harus dikeluarkan lebih dahulu.

Setelah semua prosedur tersebut dilaksanakan, maka gun dikeluarkan dari uterus secara perlahan-lahan.

Tinggalkan Balasan