SE Menag Nomor 15 Tahun 2020 : Panduan Kegiatan Agama di Rumah Ibadah Masa Pandemi

SE Menag Nomor 15 Tahun 2020 : Panduan Kegiatan Agama di Rumah Ibadah Masa Pandemi 

Amongguru.com. Panduan kegiatan keagamaan di Rumah Ibadah pada masa pandemi telah diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag).

Menteri Agama menerbitkan Surat Edaran (SE) Menag Nomor 15 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan Di Rumah Ibadah Dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid di Masa Pandemi.

Panduan kegiatan agama di rumah ibadah masa pandemi Covid-19 tersebut diterbitkan dalam rangka mendukung fungsionalisasi rumah ibadah pada masa pendemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Panduan ini disusun untuk mengatur kegiatan di rumah ibadah melalui adaptasi ke perubahan kegiatan keagamaan menuju masyarakat produktif dan aman Covid.

Penerapan panduan ini diharapkan dapat meningkatkan spiritualitas umat beragama dalam menghadapi pandemi Covid-l9 serta dampaknya, sekaligus meminimalisir risiko akibat terjadinya kerumunan dalam satu lokasi.

Rumah ibadah harus menjadi contoh terbaik dalam upaya pencegahan persebaran Covid- 19. Substansi dari SE Menag Nomor 15 Tahun 2020 adalah panduan pelaksanaan kegiatan keagamaan di rumah ibadah pada masa pandemi, yang lazimnya dilaksanakan secara beriamaah atau kolektif.

Di dalam panduan tersebur diatur mengenai kegiatan keagamaan inti dan kegiatan keagamaan sosial di rumah ibadah, berdasarkan situasi riil terhadap pandemi Covid-19 di lingkungan rumah ibadah, bukan hanya berdasarkan status Zona yang berlaku di daerah.

Meskipun daerah berstatus Zona Kuning, akan tetapi jika di lingkungan rumah ibadah tersebut terdapat kasus penularan Covid-19, maka rumah ibadah dimaksud tidak dibenarkan menyelenggarakan ibadah berjamaah.

Ketentuan Kegiatan

Berikut ini adalah beberapa ketentuan penyelenggaraan kegiatan keagamaan sosial di rumah ibadah pada masa pandemi Covid-19 berdasarkan Surat Edaran Menag Nomor 15 Tahun 2020.

1. Rumah ibadah berada di lingkungan yang aman dari Covid-19

Rumah ibadah yang dibenarkan untuk menyelenggarakan kegiatan berjamaah/kolektif adalah yang berdasarkan fakta lapangan berada di kawasan atau lingkungan yang aman dari Covid- 19.

Hal tersebut ditunjukkan dengan Surat Keterangan Rumah Ibadah Aman Covid dari Ketua Gugus Tugas Provinsi/ Kabupaten/ Kota/ Kecamatan sesuai tingkatan rumah ibadah dimaksud.

Surat Keterangan akan dicabut jika dalam perkembangannya timbul kasus penularan di lingkungan rumahibadah tersebut atau ditemukan ketidaktaatan terhadap protokol yang telah ditetapkan.

2. Pengajuan surat keterangan berkala bahwa rumah ibadah aman dari Covid-19

Pengurus rumah ibadah mengajukan permohonan surat keterangan bahwa kawasan/ lingkungan rumah ibadahnya aman dari Covid-19 secara berjenjang kepada Ketua Gugus Kecamatan/ Kabupaten/Kota/Provinsisesuai tingkatan rumah ibadahnya.

3. Pengajuan surat keterangan aman Covid-19 untuk rumah ibadah dengan jamaah dari luar lingkungan

Rumah ibadah yang berkapasitas daya tampung besar dan mayoritas jemaah atau penggunanya dari luar kawasan/lingkungannya, dapat mengajukan surat keterangan aman Covid-19 langsung kepada pimpinan daerah sesuai tingkatan rumah ibadah tersebut.

Baca : SE MenPANRB Nomor 58 Tahun 2020 tentang Tatanan Normal Baru Sistem Kerja ASN

4. Kewajiban pengurus rumah ibadah

Kewajiban pengurus rumah ibadah, antara lain sebagai berikut.

a. Menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area rumah ibadah.

b. Melakukan pembersihan dan desinfeksi secara berkala di area rumah ibadah.

c. Membatasi jumlah pintu/jalur keluar masuk rumah ibadah guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan;

d. Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/hand sanitizer di pintu masuk dan pintu keluar rumah ibadah.

e. Menyediakan alat pengecekan suhu di pintu masuk bagi seluruhpengguna rumah ibadah. Jika ditemukan pengguna rumah ibadah dengan suhu > 37,5°C (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), tidak diperkenankan memasuki area rumah ibadah.

f. Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus dilantai/kursi, minimal jarak 1 meter.

g. Melakukan pengaturan jumlah jemaah/pengguna rumah ibadah yang berkumpul dalam waktu bersamaan, untuk memudahkan pembatasan jaga jarak.

h. Mempersingkat waktu pelaksanaan ibadah tanpa mengurangi ketentuan kesempurnaan beribadah.

i. Memasang imbauan penerapan protokol kesehatan di area rumahibadah pada tempat-tempat yang mudah terlihat.

j. Membuat surat pernyataan kesiapan menerapkan protokol kesehatanyang telah ditentukan.

k. Memberlakukan penerapan protokol kesehatan secara khusus bagijemaah tamu yang datang dari luar lingkungan rumah ibadah.

5. Kewajiban masyarakat yang akan melaksanakan ibadah di rumah ibadah

Kewajiban masyarakat yang akan melaksanakan ibadah di rumah ibadah, antara lain sebagai berikut.

a. Jemaah dalam kondisi sehat.

b. Meyakini bahwa rumah ibadah yang digunakan telah memiliki SuratKeterangan aman Covid-19 dari pihak yang berwenang

c.  Menggunakan masker/ masker wajah sejak keluar rumah dan selamaberada di area rumah ibadah.

d. Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tanganmenggunakan sabun atau hand sanitizer.

e. Menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan.

f. Menjaga jarak antar jemaah minimal 1 (satu) meter.

g. Menghindari berdiam lama di rumah ibadah atau berkumpul di area rumah ibadah, selain untuk kepentingan ibadah yang wajib.

h. Melarang beribadah di rumah ibadah bagi anak-anak dan warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap Covid-19.

i. Ikut peduli terhadap penerapan pelalsanaan protokol kesehatan di rumah ibadah sesuai dengan ketentuan.

6. Penerapan fungsi sosial rumah ibadah

Penerapan fungsi sosial rumah ibadah meliputi kegiatan pertemuan masyarakat di rumah ibadah (misalnya: akad pernikahan/ perkawinan), tetap mengacu pada ketentuan di atas dengan tambahan ketentuansebagai berikut.

a. Memastikan semua peserta yang hadir dalam kondisi sehat dan negatifCovid-19.

b. Membatasi jumlah peserta yang hadir maksimal 20% {dua puluhpersen) dari kapasitas ruang dan tidak boleh lebih dari 30 orang.

c. Pertemuan dilaksanakan dengan waktu seefisien mungkin.

SE Menag Nomor 15 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan Di Rumah Ibadah Dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid di Masa Pandemi secara lengkap dapat dilihat dan di unduh pada link di bawah ini.

Unduh

Demikian informasi mengenai Surat Edaran Menag Nomor 15 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan Di Rumah Ibadah Dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid di Masa Pandemi . Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan