Saka Bahari : Sejarah, Lambang, Anggota, Jenis Krida, dan TKK

Saka Bahari : Sejarah, Lambang, Anggota, Jenis Krida, dan TKK 

Amongguru.com. Satuan Karya (Saka) Bahari adalah wadah pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang kebaharian yang berguna bagi diri pribadi, keluarga, dan lingkungan serta dapat menjadi bekal dalam mengembangkan lapangan kerja.

Kegiatan Saka Bahari bersifat nyata, produktif, dan bermanfaat dalam rangka menanamkan rasa cinta dan menumbuhkan sikap hidup yang berorientasi pada kebaharian termasuk laut dan perairan dalam.

Tujuan

Saka Bahari bertujuan membina dan mengembangkan anggota Gerakan Pramuka agar :

1. memiliki tambahan pengetahuan, pengalaman, ketrampilan dan kecakapan di bidang kebaharian, yang dapat menjurus kepada kemandirian penghidupannya di masa mendatang;

2. memiliki rasa cinta bahari pada khususnya dan tanah air Indonesia pada umumnya;

3. memiliki sikap dan cara berpikir yang lebih matang dalam menghadapi segala tantangan hidup, terutama menyangkut kebaharian; dan

4. mampu menyelenggarakan kegiatan di bidang kebaharian secara positif berdaya guna dan tepat guna, sesuai dengan minat dan bakatnya serta bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.

Sasaran

Sasaran pembentukan Saka Bahari adalah agar selama dan setelah mendapatkan pendidikan dan latihan Saka Bahari, maka anggota Gerakan Pramuka akan:

1. mampu dan dapat memanfaatkan segala pengetahuan, keterampilan, pengalaman dan kecakapannya untuk ikut berperan serta secara aktif dalam pembangunan nasional, khususnya di bidang kebaharian.

2. ikut bertanggungjawab terhadap kelestarian lingkungan hidup yang menyangkut kebaharian.\

Sejarah Saka Bhayangkari

Semenjak tahun 1909, sudah dikenal istilah “Sea Scouts”  yang diadakan oleh kepramukaan Inggris. Pada tahun 1912, Asosiasi Pramuka Baden Powell mengadopsi Sea Scouts, sehingga kemudian berkembang luas di seluruh dunia.

Baca : Satuan Karya Saka Pramuka : Tujuan, Sasaran, Anggota, dan Jenisnya

Kepramukaan kelautan tersebut selanjutnya juga diadopsi oleh Pemerintah Belanda pada negara-negara jajahanya, termasuk di Indonesia. Melalui organisasi kepanduan pemerintah Hindia Belanda, maka didirikanlah “zeeverkenners“.

Tokoh-tokoh Kepanduan Nasional ikut tergerak untuk mendirikan “Pandu Laut” yang keberadaannya hingga Indonesia merdeka.

Pada tahun 1983, diterbitkan  Instruksi Bersama Staf TNI Angkatan Laut dan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 081 Tahun 1983 dan INS/I/VII/1983 tentang Satuan Karya Bahari.

Surat Keputusan tersebut selanjutnya menjadi penanda berdirinya Satuan Karya Pramuka Bahari di Indonesia.

Lambang Saka Bahari

Lambang Saka Bahari dibuat dari kain, berbentuk segi lima beraturan dengan warna dasar biru tua dan biru muda serta panjang sisi masing-masing 5 cm.

Didalamnya terdapat gambar jangkar dan rantai, sepasang tunas kelapa, tali melingkar, dn pita bertuliskan Saka Bahari.

Arti gambar lambang Saka Bahari :

  • Bentuk segi lima beraturan melambangkan falsafah bangsa Indonesia yaitu Pancasila.
  • Tali melingkar melambangkan persatuan dan persaudaraan yang erat.
  • Jangkar dan rantai melambangkan kegiatan kebaharian.
  • Tunas kelapa berpasangan melambangkan Pramuka putra dan putri yang masih murni; disamping mempunyai makna seperti arti lambang Gerakan Pramuka pada umumnya.
  • Pita yang melambai bertuliskan Saka Bahari melambangkan kejayaan Saka Bahari.

Anggota Saka Bahari

Anggota Saka Bahari adalah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega putra dan putri yang menjadi anggota gugus depan di wilayah ranting atau cabang yang mengembangkan bakat,
minat, kemampuan, dan pengalaman di bidang keterampilan, ilmu pengetahuan dan teknologi tertentu melalui Saka Bahari.

Calon Pramuka Penegak atau Pramuka Pandega dapat mengajukan diri sebagai anggota Saka Bahari dengan seijin pembina gugus depannya dan disyaratkan agar dalam waktu 6 (enam) bulan setelah menjadi anggota Saka Bahari telah dilantik sebagai Pramuka Penegak Bantara atau Pramuka Pandega di gugus depannya.

Pemuda yang berusia antara 16 sampai 25 tahun, dapat menjadi anggota Saka Bahari dengan ketentuan bahwa yang bersangkutan dalam waktu 1 (satu) bulan setelah menjadi anggota Saka Bahari wajib menjadi anggota suatu gugus depan Gerakan Pramuka dan selanjutnya menempuh Syarat Kecakapan Umum dan dilantik sesuai dengan golongan keanggotaannya.

Anggota Saka Bahari putra dan putri dihimpun secara terpisah. Anggota Saka Bahari putra dibina oleh Pamong Saka Bahari dibantu oleh Instruktur dan atau Instruktur Muda Saka Bahari
putra.

Sedangkan anggota Saka Bahari putri dibina oleh Pamong Saka Bahari dibantu oleh Instruktur dan atau Instruktur Muda Saka Bahari putri.

Anggota Saka Bahari membentuk Dewan Saka Bahari yang dipilih dari Pemimpin Krida, Wakil Pemimpin Krida dan beberapa anggota Saka Bahari.

Saka Bahari dapat diberi nama sesuai dengan nama pahlawan yang ada kaitannya dengan kebaharian, misalnya Yos Sudarso, Nala, Hasanuddin, Dewaruci, Malahayati, dan sebagainya.

Kegiatan Saka Bahari

Kegiatan kesakaan dilaksanakan pada gugusdepan dan satuan karya Pramuka disesuaikan dengan usia dan kemampuan jasmani dan rohani peserta didik.

Berikut ini beberapa bentuk kegiatan yang dilaksanakan pada Saka Bahari.

1. Latihan Saka Bahari.

2. Perkemahan Bakti Saka Bahari (Perti Saka Bahari).

3. Perkemagan Antar Satuan Karya (Peran Saka)

4. Kegiatah khusus, seperti Pelayaran Lingkar Nusantara (Pelantara) Ulang Tahun Saka Bahari, dan Hari Pramuka.

5. Pembinaan potensi diri.

6. Sistem bela negara matra laut.

Krida Saka Bahari dan TKK

Saka Bahari terdiri dari 4 krida, sebagai berikut.

1. Krida Sumber Daya Bahari.

2. Krida Jasa Bahari.

3. Krida Wisata Bahari.

4. Krida Reksa Bahari.

Masing-masing krida dipimpin oleh pemimpin krida yang berasal dari dan dipilih oleh seluruh anggota kridanya.

Jika satu jenis krida peminatnya lebih dari 10 (sepuluh) orang, maka nama krida tersebut dapat diberi tambahan nomor urut dibelakangnya. Misalnya: Krida Jasa Bahari 1, Krida Jasa Bahari 2, dan seterusnya.

Syarat Kecakapan Khusus (SKK) dan Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Saka Bahari diatur melalui Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 97 Tahun 1996 tentang Penyempurnaan Syarat-Syarat dan Tanda Kecakapan Khusus Kelompok Kebaharian.

SKK dan TKK Saka Bahari tersebut adalah sebagai berikut.

1. Krida Sumber Daya Bahari, terdiri atas TKK Penangkapan Ikan; TKK AIat Penangkap Ikan; TKK Budidaya Laut; TKK Pengelolaan Hasil Laut; dan TKK Pertambangan Mineral.

2. Krida Jasa Bahari, terdiri atas : TKK Listrik; TKK Mesin; TKK Pengecatan; TKK Elektronika; TKK Pengelas; TKK Perencana Kapal; TKK Perahu Motor; TKK Pelau; dan TKK Operator Kran/Derek/Alat Bongkar Muat.

3. Krida Wisata Bahari; terdiri atas : TKK Renang; TKK Layar; TKK Selam; TKK Dayung; TKK Ski Air; Pemandu Wisata Laut; TKK Selancar Angin; dan TKK Penyelamatan di Pantai

4. Krida Reksa Bahari, terdiri atas : TKK Navigasi Laut; TKK Telekomunikasi; TKK Isyarat Bendera; TKK Isyarat Optik; TKK Pelestarian Sumber Daya Laut; TKK Pengemudi Sekoci; dan TKK SAR di Laut

Penyelenggaraan Saka Bahari secara khusus diatur dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 158 Tahun 2011.

Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya (Saka) Bahari selengkapnya dapat dibaca dan diunduh di sini.

Penjelasan mengenai jenis Satuan Saka (Saka) Pramuka lainnya, dapat dibaca pada link berikut ini.

1. Saka Bhakti Husada

Bidang Kegiatan : Kesehatan

Baca : Saka Bakti Husada : Tujuan, Lambang, Anggota, Krida, dan Kegiatannya

2. Saka Bhayangkara

Bidang Kegiatan : Kebhayangkaraan

Baca : Saka Bhayangkara (Sejarah, Lambang, Anggota, Jenis Krida, dan TKK)

3. Saka Dirgantara

Bidang Kegiatan : Kedirgantaraan

Baca : Saka Dirgantara (Tujuan, Sasaran, Anggota, Lambang, dan Kridanya)

4. Saka Kencana

Bidang Kegiatan : Keluarga Berencana

Baca : Saka Kencana (Pengertian, Lambang, Anggota, Krida, dan Kegiatan)

5. Saka Taruna Bumi

Bidang Kegiatan : Pertanian

Baca : Tujuan Saka Tarunabumi, Sejarah, Lambang, Anggota, dan Kegiatannya

6. Saka Wana Bakti

Bidang Kegiatan : Kehutanan

Baca : Sejarah Saka Wanabakti, Lambang, Anggota, Krida, dan SKK/TKK

7. Saka Wira Kartika

Bidang Kegiatan : Bela Negara

Baca : Saka Wira Kartika (Tujuan, Lambang, Anggota, Krida, dan Kegiatannya)

8. Saka Pariwisata

Bidang Kegiatan : Partiwisata

Baca : Pengertian Saka Pariwisata, Anggota, Lambang, Krida, dan Kegiatannya

9. Saka Widya Budaya Bakti

Bidang Kegiatan : Pendidikan dan Kebudayaan

Baca : Saka Widya Budaya Bakti (Lambang, Anggota, Krida, dan Kegiatannya)

Demikian ulasan mengenai sejarah Saka Bahari, lambang, anggota, jenis krida, dan TKK. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan