Puasa Sebagai Cara Ampuh Untuk Mengobati Asam Lambung (Maag)

Puasa Sebagai Cara Ampuh Untuk Mengobati Asam Lambung (Maag)

Amongguru.com. Mungkin bagi sebagian orang akan terdengar aneh jika menahan diri untuk tidak makan atau minum selama kurang lebih 14 jam saat berpuasa justru akan menurunkan kadar asam lambung.

Pada umumnya, penderita asam lambung atau sering diistilahkan dengan maag akan takut melaksanakan puasa karena dikhawatirkan penyakitnya tersebut sewaktu-waktu kambuh.

Maag merupakan kumpulan rasa nyeri atau rasa tidak nyaman pada daerah sekitar ulu hati (epigastrium) akibat naiknya asam lambung.

Asam lambung adalah sejenis cairan dalam sistem pencernaan yang terdapat dalam lambung dan terdiri dari asam klorida (HCl), kalium klorida (KCl), dan natrium klorida (NaCl).

Cairan tersebut berperan penting untuk pencernaan protein, dengan menghidupkan enzim pencernaan yang mengurai protein menjadi rantai panjang asam amino.

Faktor pemicu naiknya asam lambung dapat disebabkan oleh adanya peradangan, sariawan (tukak) pada lambung, atau adanya tumor.

Biasanya ditandai dengan gejala rasa perih di daerah ulu hati, mual, muntah, kembung, cepat kenyang, dan sering bersendawa.

Gejala pengiring lainnya adalah menurunnya nafsu makan, nyeri atau panas dada, serta mulut terasa pahit.

Puasa menjadi salah satu cara yang efektif untuk menjaga kesehatan lambung dan membebaskan Anda dari penyakit asam lambung.

Puasa Sebagai Cara Ampuh Untuk Mengobati Asam Lambung (Maag)
Puasa Sebagai Cara Ampuh Untuk Mengobati Asam Lambung (Maag)

Sebuah penelitian dilakukan di Paris dengan melibatkan 13 relawan untuk melaksanakan puasa selama bulan Ramadan.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan terjadi peningkatan asam lambung pada minggu pertama bulan puasa.

Akan tetapi puasa keadaan kembali normal setelah minggu kedua puasa. Puasa telah menurunkan kadar hormon gastrin dan menurunkan asam lambung para relawan.

Produksi asam lambung  diatur oleh sistem saraf otonom dan beberapa hormon yang salah satunya adalah hormon grastrin.

Sistem saraf parasimpatis dan hormon gastrin akan menstimulasi sel parietal untuk memproduksi asam lambung. pH asam lambung berkisar antara 1,5 hingga 3,5 di dalam lambung.

Berikut ini beberapa penjelasan mengenai puasa sebagai cara ampuh untuk mengobati asam lambung (maag).

1. Puasa akan mengurangi gerak usus dan lambung

Pada saat berpuasa, usus dan lambung yang biasa aktif bergerak, secara perlahan menurunkan kualitas geraknya. Hal ini sebababkan karena perut kosong dalam jangka waktu cukup lama.

Semakin sedikit pergerakan usus dan lambung, maka lambung Anda juga akan terhindar dari gesekan yang dapat menyebabkan luka.

2. Puasa menurunkan sekresi asam lambung

Sekresi asam lambung disebabkan oleh meningkatnya hormon gastrin. Dengan puasa, sekresi asam lambung akan menurun.

Apabila sekresi asam lambung turun, maka rangsangan yang dapat menimbulkan luka pada dinding lambung juga ikut menurun.

Hal ini tentu akan sangat membantu penderita asam lambung untuk menjaga kadar asam lambungnya agar stabil.

3. Puasa dapat meredakan stres

Maag juga dapat dipicu oleh kondisi stres, yang secara psikis dipicu oleh faktor banyaknya pikiran. Puasa dapat mencegah terjadinya maag akibat kondisi stres tersebut.

Pada saat perut kosong, yang ada di dalam pikiran  Anda hanya ada dua hal, yaitu rasa lapar dan haus, sehingga kemungkinan besar Anda tidak akan memikirkan hal lain.

Hal ini tentu baik untuk penderita asam lambung, karena stres adalah salah satu pemicu munculnya asam lambung pada tubuh seseorang.

Di dalam menjaga kondisi asam lambung agar stabil saat menjalakan puasa, sebaiknya penderita asam lambung perlu melakukan pengaturan menu dan pola makan.

Hindari mengonsumsi makanan pemicu naiknya asam lambung, khususnya pada saat berbuka dan sahur.

Beberapa makanan dan minuman pemicu naiknya asam lambung adalah sebagai berikut.

  • Makanan yang mengandung gas, seperti sawi dan kol.
  • Makanan berserat tinggi
  • Minuman yang merangsang pengeluaran asam lambung, seperti kopi, alkohol, dan susu full krim).
  • Makanan yang sulit dicerna, seperti keju
  • Makanan yang dapat merusak dinding lambung, seperti makanan bercuka dan makanan pedas.

Konsultasi dengan dokter juga perlu dilakukan untuk mempertimbangkan kondisi penyakit asam lambung yang dialami

Dengan demikian, penderita asam lambung yang akan menjalakan puasa bisa mendapatkan informasi kesehatan yang lebih akurat untuk memutuskan apakah akan berpuasa atau tidak.

Tinggalkan Balasan