Proses Terjadinya Letusan Gunung Berapi dan Upaya Mitigasi Bencana

Amongguru.com. Proses Terjadinya Letusan Gunung Berapi dan Upaya Mitigasi Bencana

Bagaimanakah proses terbentuknya gunung berapi? Gunung berapi terbentuk akibat pertemuan antara lempeng-lempeng bumi. Bagian lempeng bumi yang bertumbukan tersebut akan tenggelam dan mencair, karena suhu bawah lempeng bumi yang sangat tinggi. Lempeng bumi yang mencair ini akan menambah volume magma dalam perut bumi.

Magma yang terbentuk dari perut bumi memiliki berat jenis yang lebih kecil daripada berat jenis di sekitarnya. Akibatnya, magma akan terdesak hingga naik ke permukaaan bumi. Magma mengalir ke permukaan bumi melalui pipa kepunden atau pipa magma.

Magma yang mencapai permukaan bumi disebut sebagai lava. Lava dan abu yang meledak dari waktu ke waktu akan menumpuk sehingga membentuk gunung berapi.

Proses Terjadinya Letusan Gunung Berapi dan Upaya Mitigasi Bencana

Letusan atau dikenal dengan erupsi gunung berapi adalah letusan yang mengakibatkan keluarnya material gunung berapi dari dalam perut bumi. Material yang dikeluarkan oleh letusan gunung api berbentuk padat, cair dan gas.

Material berbentuk padat seperti pasir vulkanik, abu vulkanik dan batu apung. Material berbentuk cair, antara lain lava yaitu magma yang sampai ke permukaan bumi yang suhunya sangat tinggi, dan lahar yaitu lumpur panas yang terdiri dari campuran lava, air dan materi-materi yang ada di permukaan bumi.

Material berbentuk gas yang dikeluarkan oleh letusan gunung api adalah gas nitrogen, gas karbondioksida serta gas karbonmonoksida. Apabila erupsi terjadi dalam waktu yang lama dan dengan jumlah lava yang sangat besar, maka sangat dimungkinkan gunung berapi akan muncul hingga ke permukaan air laut.

Proses Terjadinya Letusan Gunung Berapi dan Upaya Mitigasi Bencana
Proses Terjadinya Letusan Gunung Berapi dan Upaya Mitigasi Bencana

Untuk mencegah adanya korban dari letusan gunung berapi ini, maka perlu dilakukan mitigasi benca. Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana (Pasal 1 ayat 6 Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana).

Bencana dapat diartikan sebagai rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam atau faktor non alam (manusia) sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan
lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Letusan gunung berapi merupakaan bencana alam yang perlu diwaspadai, karena apabila tidak dilakukan upaya mitigasi yang tepat dan cepat, akan menimbulkan banyak korban.

Mitigasi bencana letusan gunung berapi dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu mitigasi sebelum letusan, selama letusan, dan sesuda letusan. Berikut ini beberapa tindakan mitigasi yang perlu dilakukan dalam peristiwa letusan gunung berapi.

  1. Sebelum Letusan
  • Mencari tahu tentang sistem pengamanan di daerah masing-masing.
  • Mewaspadai mengenai bahaya yang menyertai letusan gunung, misalnya lahar, banjir, dan gempa bumi.
  • Melakukan rencana evakuasi
  • Menyiapkan persediaan perlengkapan darutat, misalnya senter, obat-obatan, makanan, minuman, masker, dan kacamata.
  • Menghubungi pihak-pihak yang berwenang dalam penanggulangan bencana.
  1. Selama Letusan
  • Mengikuti perintah pengungsian yang diperintahkan oleh yang berwenang.
  • Menghindari melewati searah dengan arah angin dan sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung yang sedang meletus.
  • Menghindari daerah bahaya yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau lembaga yang berwenang.
  • Menghindari melewati lembah-lembah sungai dan daerah yang rendah. Mencoba mendekati gunung api yang sedang meletus merupakan ide yang dapat membawa maut.
  • Mencari daerah yang lebih tinggi apabila melihat permukaan aliran air sungai naik cepat,
  • Selalui mendengarkan berita dari radio atau televisi mengenai situasi terakhir bahaya letusan gunung api.
  1. Pasca Letusan
  • Menghindari berada di daerah-daerah zona hujan abu.
  • Selalu menggunakan masker apabila berada di luar ruangan, karena debu gunungapi dapat mengiritasi sistem pernapasan.
  • Mengindari mengendarai kendaraan di daerah hujan abu yang lebat.
  • Menghindari sedapat mungkin kontak dengan debu gunung api.
  • Tinggal di dalam rumah sampai keadaan dinyatakan aman di luar rumah.

Baca juga :

Demikian ulasan mengenai Proses Terjadinya Letusan Gunung Berapi dan Upaya Mitigasinya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan