Proses Perkecambahan Biji dan Tipenya Pada Tumbuhan Angiospermae

Proses Perkecambahan Biji dan Tipenya Pada Tumbuhan Angiospermae

Amongguru.com. Tahap perkecambahan (Germinasi) merupakan berakhirnya masa dormansi (istirahat) biji hingga biji mulai tumbuh menjadi tumbuhan baru.

Perkecambahan adalah proses pertumbuhan embrio pada biji untuk selanjunya berkembang membentuk tumbuhan baru.

Tumbuhan akan mengalami masa dormansi yang berbeda-beda, akan tetapi perkecambahan biji pada umumnya dipengaruhi oleh faktor yang sama, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal, meliputi tingkat kemasakan biji, ukuran biji, dormansi, dan adanya zat penghambat. Sedangkan faktor eksternal antara lain suhu, air, oksigen, gas normal, dan cahaya.

Baca juga :

Kecambah yang sudah terbentuk selanjutnya berkembang menjadi tumbuhan kecil yang sempurna.

Setelah tumbuh hingga mencapai ukuran dan usia tertentu, tumbuhan akan berkembang membentuk bunga dan buah atau biji sebagai alat perkembangbiakannya.

Proses Perkecambahan Biji

Biji akan mulai berkecambah setelah menyerap air dari lingkungan sekitar. Air yang masuk ke dalam biji tersebut akan memicu hormon dan enzim untuk bekerja, sehingga embrio dalam biji mulai tumbuh.

Biji adalah alat perkembangbiakan tumbuhan ketika sudah mencapai dewasa. Pada umumnya, biji tumbuhan akan berkecambah setelah terpisah dari induknya.

Biji memiliki struktur kering, karena kadar airnya yang sedikit dan akan mulai tumbuh ketika menyerap air dari lingkungan sekitar (tanah dan udara), sehingga dimulaikan proses perkecambahan tersebut.

Berikut ini adalah urutan proses perkecambahan biji.

  1. Proses perkecambahan diawali dengan masuknya air ke dalam biji yang kering. Biji yang kering tersebut akan menyerap air dari lingkungan sekitarnya (imbibisi).
  2. Setelah biji menyerap air, maka ukuran biji akan mengembang dan membesar sehingga menyebabkan kulit biji kadang menjadi pecah.
  3. Air yang masuk akan memicu aktifnya hormon giberelin pada embrio. Hormon tersebut kemudian akan memicu sel-sel di lapisan aleuron untuk memproduksi enzim amilase.
  4. Enzim amilase yang telah dihasilkan akan bekerja di endosperma (cadangan makanan) untuk mengubah pati menjadi gula.
  5. Gula yang telah dihasilkan akan ditransfer kepada embrio sebagai bahan untuk pertumbuhan embrio.

Tipe Perkecambahan Biji

Perkecambahan biji ditandai dengan mulai memanjangnya batang, akar, dan daun yang keluar dari biji.

Berdasarkan letak kotiledonnya, perkecambahan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu epigeal dan hipogeal.

1. Perkecambahan Epigeal

Perkecambahan Epigeal adalah tipe perkecambahan, dimana kotiledon biji terangkat dari tanah ketika biji berkecambah.

Terangkatnya kotiledon ini, karena pada masa awal pertumbuhan embrio bagian hipokotil tumbuh lebih panjang daripada epikotil.

Contoh biji yang mengalami perkecambahan epigeal adalah biji kacang merah, kacang hijau, dan biji kacang kapri.

2. Perkecambahan Hipogeal

Perkecambahan hipogela merupakan perkecambahan dimana kotiledon biji tidak terangkat ketika berkecambah.

Tidak terangkatnya kotiledon, karena pada masa awal pertumbuhan embrio bagian epikotil tumbuh lebih panjang daripada hipokotil.

Contoh biji yang mengalami perkecambahan hipogeal adalah biji padi, jagung, dan rumput-rumputan.

Demikian ulasan mengenai proses perkecambahan biji dan tipenya pada tumbuhan Angiospermae. Terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.

5 Replies to “Proses Perkecambahan Biji dan Tipenya Pada Tumbuhan Angiospermae

Tinggalkan Balasan