Prinsip-prinsip Pembelajaran Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi HOTS

Prinsip-prinsip Pembelajaran Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi HOTS 

Amongguru.com. Pengembangan pembelajaran berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS) merupakan program yang dikembangkan sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan meningkatkan kualitas lulusan.

Pembelajaran HOTS dikembangkan mengikuti arah kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang pada tahun 2018 telah terintegrasi Penguatan Pendidikan Karakter dan pembelajaran berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS).

Pembelajaran berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) adalah pembelajaran yang melibatkan tiga aspek keterampilan berpikir tingkat tinggi, yaitu transfer of knowledge, critical and creative thinking, dan problem solving.

Prinsip-prinsip Pembelajaran Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi HOTS

Contoh Desain Pembelajaran Keterampilan 4C Pendidikan Abad 21
Contoh Desain Pembelajaran Keterampilan 4C Pendidikan Abad 21

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam proses pembelajaran berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Kegiatan yang Perlu Dilakukan Guru

1. Memberikan penjelasan singkat.

2. Biasakan memberikan jawaban atas pertanyaan peserta didik dengan pertanyaan yang mendorong peserta didik untuk berpikir.

3. Setiap satuan pembelajaran diawali dengan masalah diakhiri dengan rumusan pemecahan masalah.

4. Membawa peserta didik pada realitas yang ada di masyarakat.

5. Mendorong para peserta didik untuk mengungkap pengetahuan yang telah dikuasai yang penting untuk memecahkan masalah yang dihadapi saat ini.

6. Memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk menemukan permasalahan secara mandiri.

7. Memberikan kesempatan para peserta didik untuk merumuskan permasalahan.

8. Mendorong para peserta didik melihat permasalahan dari bebagai aspek.

9. Memberikan kesempatan para peserta didik untuk menganalisis informasi dan data yang telah dimiliki.

10. Mendorong para peserta didik untuk mencari informasi dan data yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi.

11. Mendorong para peserta didik mengembangkan berbagai alternatif solusi dari permasalahan yang dihadapi.

12. Mendorong para peserta didik untuk mengevaluasi berbagai alternatif dan menentukan alternatif yang terbaik.

13. Memberikan kesempatan para peserta didik untuk merumuskan solusi.

14. Mendorong para peserta didik untuk menyusun MIND MAPPING (sistematika pengetahuan dalam otaknya dalam gambar, diagram, simbol, persamaan) dari apa yang baru saja dipelajari.

Kegiatan yang Tidak Perlu Dilakukan Guru

1. Banyak menerangkan dengan panjang lebar.

2. Memberikan langsung masalah kepada para peserta didik.

3. Banyak memberikan jawaban langsung pada apa yang ditanyakan.

4. Mengkritik apa yang peserta didik sampaikan, apakah jawaban atau pernyataan.

5. Memotong pembicaraan peserta didik.

6. Mengucapkan perkataan yang memiliki makna merendahkan, melecehkan atau menghina peserta didik.

7. Menyimpulkan pendapat peserta didik

Guru senantiasa membina komunikasi yang efektif agar peserta didik bisa melaksanakan perannya dalam pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Keterlibatan guru dalam proses pembelajaran menjadi sangat penting dalam menghasilkan peserta didik yang memiliki kompetensi unggul.

Peran Guru

1. Mempersiapkan Pembelajaran

a. Guru merencanakan cara-cara agar setiap peserta didik aktif berpartisipasi dalam pembelajaran.

b. Menyusun skenario pelaksanaan inkuiri dengan mempersiapkan pokok bahasan yang akan dikaji.

c. Mempersiapkan bahan-bahan materi yang diperlukan dalam investigasi dan diskusi.

d. Menyiapkan pertanyaan-pertanyaan untuk mendalami diskusi dan mengembangkan critical thinking.

e. Mencari dan menyiapkan bahan untuk menstimulasi peserta didik saat di awal pembelajaran.

f. Memiliki keterampilan, pengetahuan, dan perilaku kebiasaan serta pola pikir yang diperlukan dalam pembelajaran HOTS.

g. Menguasai teknik dan merencanakan caracara untuk mendorong peserta didik berpartisipasi dan memiliki tanggung jawab dalam pembelajaran.

h. Memastikan pembelajaran fokus pada tujuan yang akan dicapai.

i. Menyiapkan antisipasi munculnya pertanyaan dan saran yang tidak diduga atau diharapkan.

j. Menyiapkan lingkungan kelas dengan peralatan, bahan-bahan, dan sumber-sumber yang diperlukan dalam proses pembelajaran.

2. Memfasilitasi Kegiatan Pembelajaran

a. Menyiapkan kerangka pembelajaran dalam bentuk catatan harian, mingguan, bulanan, dan bahkan tahunan. Juga dirumuskan penekanan kompetensi yang dikembangkan dan model serta pengembangan kebiasaan perilaku dan pola pikir peserta didik.

b. Menciptakan suasana kelas yang bebas, nyaman, dan menyenangkan untuk aktivitas berpikir.

c. Memberikan pedoman sesuai dengan bahan atau pokok yang akan dikaji.

d. Memahami bahwa mengajar merupakan bagian kesatuan dalam proses
pembelajaran.

e. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk mendorong untuk berpikir mulai pertanyaan inferensial, pertanyaan interpretatif, pertanyaan transfer, dan pertanyaan hipotetik, sebagai sarana mengantarkan peserta didik dalam proses pembelajaran.

f. Menghargai dan mendorong munculnya tanggapan dan ketika tanggapan kurang tepat atau adanya kesalahan konsep, guru membawa peserta didik melakukan eksplorasi secara efektif untuk menemukan mengapa terjadi miskonsepsi dan menemukan konsep yang benar.

g. Menghilangkan hambatan pembelajaran dan apabila diperlukan memberikan petunjuk kepada peserta didik.

h. Melakukan asesmen perkembangan peserta didik dan memberikan fasilitas dalam pembelajaran.

i. Mengontrol kelas meski secara tidak langsung.

j. Memonitor kegiatan peserta didik.

Peran Peserta Didik

1. Sebagai pembelajar

a. Senantiasa terus belajar.

b. Menunjukkan kemauan mempelajari lebih lanjut.

c. Bekerjasama dengan guru dan temannya.

d. Menunjukkan percaya diri dalam belajar, menunjukkan kemauan memahami dan mengubah, menambah gagasan, berani menanggung resiko serta cukup skeptis terhadap sesuatu yang baru.

2. Tertantang dan bersemangat melakukan eksplorasi.

a. Menunjukkan rasa ingin tahu dan melakukan observasi, mengkaji, dan memahami.

b. Mencari, bahan-bahan, fakta, data, dan informasi yang diperlukan.

c. Mendiskusikan dengan teman dan guru tentang apa yang diobservasi atau dikaji atau pertanyaan yang diajukan.

d. Mencoba untuk menguji gagasan sendiri.

3. Mempertanyakan, mengajukan eksplanasi dan melakukan observasi

a. Peserta didik mengajukan pertanyaan, baik lewat verbal maupun perilaku;

b. Peserta didik mengajukan pertanyaan yang mengarah pada kegiatan lebih lanjut.

c. Peserta didik melakukan pengamatan secara kritis, mendengarkan secara serius, menyampaikan gagasan secara jelas dan sopan.

d. Peserta didik menilai dan mempertanyakan sebagai bagian dari pembelajaran.

e. Peserta didik mengembangkan keterkaitan antara informasi baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki.

4. Merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran

a. Peserta didik merencanakan cara mencoba gagasannya.

b. Peserta didik merencanakan untuk melakukan verifikasi, mengembangkan, mengkonfrmasi atau membuang gagasannya.

c. Peserta didik melakukan kegiatan dengan menggunakan alat, melakukan observasi, mengevaluasi, dan mencatat informasi.

d. Peserta didik menyaring informasi.

e. Peserta didik mengkaji secara detail, mengikuti urutan kegiatan, memahami adanya perubahan, dan mengkaji persamaan dan perbedaan yang terjadi.

5. Melakukan evaluasi dan kritik atas apa yang telah dilakukan

a. Peserta didik mengembangkan indikator untuk mengevalausi kerja mereka sendiri;

b. Peserta didik mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan dari apa yang telah mereka kerjakan;

c. Peserta didik melakukan refleksi atas yang mereka kerjakan dengan teman dan gurunya.

Source : Buku Pedoman Pembelajaran HOTS 2019, Dirjen GTK.

Berikut ini beberapa artikel yang dapat Anda baca terkait Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS)

1. Tiga Model Pembelajaran Kurikulum 2013 Berorientasi HOTS (Baca)

2. Cara Melatih Tahapan Berpikir Tingkat Tinggi Melalui Stimulasi Pertanyaan (Baca)

3. Jenis-jenis Pertanyaan Berorientasi HOTS dan Contohnya (Baca)

4. Penerapan Pendekatan Saintifik 5M Dalam Kurikulum 2013 (Baca)

5. Contoh Desain Pembelajaran Keterampilan 4C Pendidikan Abad 21 (Baca)

6. Empat Komponen Penting Peningkatan Mutu Pendidikan Menghadapi Abad 21 (Baca)

7. Kenali 4 C, Empat Keterampilan Abad 21 yang Harus Dimiliki Peserta Didik (Baca)

8. Tiga Aspek Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi HOTS dan Penjelasannya (Baca)

Demikian prinsip-prinsip pembelajaran Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi HOTS. Terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan