Pidato Sambutan Mendikbud Pada Upacara HUT Ke 74 Kemerdekaan RI

Pidato Sambutan Mendikbud Pada Upacara HUT Ke 74 Kemerdekaan RI

Amongguru.com. Upacara HUT ke 74 Kemerdekaan RI merupakan salah satu agenda yang harus dilaksanakan oleh setiap instansi pemerintah pada tahun 2019 ini.

Mulai dari tingkat sekolah sampai dengan nasional wajib untuk menyelenggarakan upacara HUT ke 74 Kemerdekaan RI.

Upacara ini sebagai acara seremonial yang susunan acaranya telah diatur dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing instansi.

Dengan demikian, pelaksanaan upacara bendera menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan HUT ke 74 kemerdekaan RI tahun 2019 ini.

Masing-masing instansi akan menyelenggarakan upacara bendera dalam rangka memperingati HUT kemerdekaan RI ke 74 dengan tema pidato yang disesuaikan kepentingan instansi tersebut.

Pidato Sambutan Mendikbud Pada Upacara HUT Ke 74 Kemerdekaan RI

Kemendikbud merupakan salah satu instansi pemerintah yang wajib menyelenggarakan upacara bendera peringatan HUT ke 74 kemerdekaan RI tahun 2019.

Baca juga : Susunan Upacara Bendera Peringatan HUT RI ke 74 Tahun 2019

Untuk itulah, maka seluruh instansi di bawah naungan Kemendikbud harus mengadakan upacara bendera tersebut, termasuk satuan pendidikan mulai dari jenjang SD sampai dengan SMA/SMK.

Salah satu acara penting dalam upacara bendera HUT Kemerdekaan RI di lingkungan Kemendikbud adalah pembacaan pidato sambutan Mendikbud.

Pidato sambutan Mendikbud ini biasanya terkait dengan tema peringatan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia, permasalahan pendidikan secara umum, pencapaian hasil pendidikan, dan harapan penyelenggaraan pendidikan pada masa mendatang.

Berikut adakah cuplikan Pidato Sambutan Mendikbud Pada Upacara HUT Ke 74 Kemerdekaan RI.

PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
PADA UPACARA BENDERA PERINGATAN HARI ULANG TAHUN KE-74
KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA
DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
DAN SATUAN PENDIDIKAN TAHUN 2019

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh/
Shalom/
Om Swastiastu/
Namo Buddhaya/
Rahayu/

Selamat Pagi, dan Salam Sejahtera bagi kita semua,

Marilah kita bersyukur ke hadirat Allah, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas karuniaNya, di hari bahagia ini kita dapat memperingati 74 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kemerdekaan ini tentu harus kita syukuri sebagai pengingat bagi kita semua bahwa kemerdekaan adalah sebuah capaian yang tak ternilai harganya atas perjuangan panjang dalam melawan penjajahan dan penindasan.

Tak terhitung berapa jumlah pejuang dan pahlawan kemerdekaan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya. Untuk itu marilah kita bersama mengenang jasa para pahlawan Kemerdekaan dan sembari mendoakan mereka agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Bapak Ibu Pelaku Pendidikan dan Kebudayaan yang berbahagia,

Pembangunan Sumber Daya Manusia adalah sejalan dengan isi pidato Presiden Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR-RI, 16 Agustus 2018 bahwa, “Membangun manusia Indonesia adalah investasi kita untuk menghadapi masa depan dan melapangkan jalan menuju Indonesia maju.

Kita siapkan manusia Indonesia menjadi manusia unggul sejak dalam kandungan sampai tumbuh mandiri”. Isi pidato Presiden juga mengisyaratkan bahwa pembangunan Sumber Daya Manusia Indonesia harus dimulai melalui penyediaan akses pendidikan yang merata, berkeadilan, berkualitas, inklusif, dan berkesetaraan.

Dalam rangka mendukung pembangunan tersebut, perlu adanya sebuah reformasi paradigma pendidikan. Yaitu paradigma pendidikan yang adaptif dengan perkembangan zaman. Reformasi pendidikan tersebut harus dilakukan melalui sistem zonasi.

Kebijakan zonasi pendidikan diperlukan sebagai langkah awal untuk pemerataan pendidikan yang adil dan berkualitas.

Kebijakan zonasi bukan berhenti pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) saja melainkan akan meliputi penataan dan pemerataan guru, pemerataan infrastruktur, berbagi sumber daya, pengintegrasian pendidikan formal dan non-formal, serta penataan ekosistem pendidikan.

Dengan adanya sistem zonasi, pendidikan yang berkualitas tidak hanya bisa didapatkan di kota-kota besar, tetapi juga di daerah, bahkan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Hal tersebut senafas dengan visi Nawacita Presiden Jokowi yaitu “Membangun dari Pinggiran”. Reformasi pendidikan, untuk pembangunan sumber daya manusia Indonesia, juga berfokus pada pembangunan karakter bangsa.

Pembangunan karakter bangsa dilakukan dengan menguatkan pendidikan yang berfondasikan pada nilai-nilai Pancasila dan budi pekerti di seluruh ekosistem pendidikan.

Nilai-nilai Pancasila harus dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pembangunan karakter bangsa juga ditempuh melalui pemajuan kebudayaan. Karena bangsa yang berkarakter adalah bangsa yang menghargai budayanya.

Pemajuan kebudayaan, penguatan ketahanan budaya, dan perlindungan hak kebudayaan menjadi bagian yang sangat penting.

Agar pembangunan karakter bangsa ini dapat terwujud, dibutuhkan kolaborasi dan keterlibatan aktif tripusat pendidikan yang meliputi keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ketiga komponen tersebut merupakan satu kesatuan dalam ekosistem pendidikan.

Dalam rangka menunjang pembangunan Sumber Daya Manusia Indonesia yang siap menghadapi Revolusi Industri 4.0, disamping melalui Penguatan Pendidikan Karakter di sekolah sejak usia dini, juga melalui pelaksanaan Wajib Belajar 12 Tahun serta Revitalisasi Pendidikan Vokasi.

Program Wajib Belajar 12 Tahun dibutuhkan dalam rangka mempersiapkan angkatan kerja Indonesia ke depan minimal berpendidikan sekolah menengah.

Adapun kebijakan revitalisasi pendidikan vokasi diharapkan dapat menghasilkan manusia-manusia Indonesia yang terampil, inovatif, dan berdaya saing tinggi sehingga dapat mengungguli angkatan kerja negara lain dalam persaingan global.

Hadirin peserta upacara yang mulia,

Melalui peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia, Upacara Bendera yang dilakukan serentak di seluruh satuan Pendidikan di Indonesia tidak hanya dihadiri oleh siswa dan guru, namun juga diharapkan dapat diikuti oleh orang tua dan masyarakat.

Mari kita jadikan hari ini sebagai tonggak bahwa kita akan tanpa lelah terus bekerja bersama, berikhtiar, dan berjuang untuk memajukan Bangsa Indonesia menjadi Bangsa yang Unggul di berbagai bidang.

Dirgahayu Indonesia,
“SDM Unggul, Indonesia Maju”

Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh/
Shalom/
Om Santi Santi Santi Om/
Namo Buddhaya/
Rahayu

Jakarta 17 Agustus 2019
Menteri Pendidikan dan Kebudayaaan Republik Indonesia

Prof. Dr. Muhadjir Effendy

Pidato sambutan Mendikbud pada Upacara HUT ke 74 Kemerdekaan RI tahun 2019 secar lengkap dapat anda unduh pada link berikut ini.

PIDATO SAMBUTAN MENDIKBUD HUT KE 74 KEMERDEKAAN RI

Baca juga :

Demikian informasi yang dapat dibagikan mengenai pidato sambutan Mendikbud pada Upacara HUT ke 74 Kemerdekaan RI tahun 2019. Terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan