Permenpan RB Nomor 36 Tahun 2018 : Pengolahan Hasil Seleksi dan Kelulusan CPNS 2018

 Permenpan RB Nomor 36 Tahun 2018 : Pengolahan Hasil Seleksi dan Kelulusan CPNS 2018

Amongguru.com. Kriteria pengolahan hasil seleksi dan pengumuman kelulusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 diatur dalam Permenpan RB Nomor 36 Tahun 2018.

Nilai akhir kelulusan seleksi penerimaan CPNS tahun 2018 ditentukan oleh integrasi nilai Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan nilai Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Permenpan RB Nomor 36 Tahun 2018 : Pengolahan Hasil Seleksi dan Kelulusan CPNS 2018
Permenpan RB Nomor 36 Tahun 2018 : Pengolahan Hasil Seleksi dan Kelulusan CPNS 2018

Pengolahan Hasil Seleksi Penerimaan CPNS Tahun 2018

Bobot nilai Seleksi Kompetensi Dasar dan Seleksi Kompetensi Bidang adalah 40% dan 60%; Hasil Seleksi Kompetensi Bidang dengan CAT merupakan nilai utama dengan bobot serendah-rendahnya 50% dari bobot nilai SKB;

Apabila instansi pusat menambah Seleksi Kompetensi Bidang dalam bentuk :

1. wawancara dan/atau tes praktik kerja, bobot yang diberikan paling tinggi masing-masing 25% dari total nilai/hasil Seleksi Kompetensi Bidang;

2. lebih dari 2 (dua) jenis Seleksi Kompetensi Bidang, bobot masing-masing tes dibagi secara proporsional;

Dalam hal instansi pusat tidak melaksanakan Seleksi Kompetensi Bidang dengan CAT, maka :

1. Dapat melaksanakan tes jenis lainnya dengan bobot maksimal 40% untuk jenis wawancara dan tes praktik kerja, dan wajib menambah minimal 1 (satu) jenis tes lainnya dengan bobot sekurang-kurangnya 20% dari total nilai/hasil Seleksi Kompetensi Bidang;

2. Dapat melaksanakan tes jenis lainnya dengan bobot maksimal 40% untuk jenis wawancara atau tes praktik kerja, dan wajib menambah minimal 1 jenis tes lainnya dengan bobot sekurang-kurangnya 60% atau dibagi secara proporsional dari total nilai/hasil Seleksi Kompetensi Bidang;

3. Dapat melaksanakan Seleksi Kompetensi Bidang selain wawancara atau praktik kerja, sekurang-kurangnya 2 (dua) jenis tes dengan bobot masing-masing tes dibagi secara proporsional dari total nilai/hasil Seleksi Kompetensi Bidang;

4. Instansi daerah hanya diperkenankan menambah 1 (satu) jenis tes selain Seleksi Kompetensi Bidang dengan CAT dan diberikan bobot paling tinggi 40% dari total nilai/hasil Seleksi Kompetensi Bidang, sehingga bobot nilai Seleksi Kompetensi Bidang dengan CAT menjadi 60% dari total nilai/hasil Seleksi Kompetensi Bidang;

5. Putra/putri daerah setempat yang mendaftar formasi umum untuk jabatan Guru dan Tenaga Kesehatan pada satuan unit kerja instansi daerah berkategori terdepan, terluar, terpencil, tertinggal, dan tidak diminati berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, dan

6. Kementerian Agama diberikan tambahan nilai pada Seleksi Kompetensi Bidang sebesar 10 (sepuluh) dari total nilai Seleksi Kompetensi Bidang;

7. Putra/putri daerah dibuktikan dengan alamat pada Kartu Keluarga atau yang bersangkutan memiliki ijazah SD/SMP/SMA di wilayah yang sama pada satuan unit kerja di Kecamatan/Distrik yang dilamarnya;

8. Pendaftar formasi umum jabatan Guru yang memiliki sertifikasi pendidik yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tidak diperlukan mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang;

9. Sertifikasi pendidik sebagaimana dimaksud  ditetapkan sebagai pengganti Seleksi Kompetensi Bidang yang nilainya sebesar nilai maksimal Seleksi Kompetensi Bidang;

10. Pendaftar formasi umum jabatan Guru yang memiliki sertifikasi pendidik baru bisa memanfaatkan nilai maksimal dimaksud, apabila yang bersangkutan memenuhi nilai
passing grade Seleksi Kompetensi Dasar dalam batas jumlah formasi;

11. Pengolahan hasil Seleksi Kompetensi Bidang dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Instansi masing-masing yang hasilnya disampaikan kepada Badan Kepegawaian Negara selaku Tim Pelaksana PANSELNAS dalam bentuk softcopy dan hardcopy. Selanjutnya, softcopy disampaikan pula kepada Tim Pengarah (Sekretariat);

12. Pengolahan hasil integrasi nilai Seleksi Kompetensi Dasar dannilai Seleksi Kompetensi Bidang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Negara selaku Tim Pelaksana PANSELNAS; dan

13. Hasil pengolahan  disampaikan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian Instansi masing-masing dan Ketua Tim Pengarah (Sekretariat) beserta Tim Pengawas secara daring/online.

Prinsip dan Penentuan Kelulusan Peserta Seleksi CPNS Tahun 2018

1. Prinsip penentuan kelulusan peserta Seleksi Kompetensi Dasar didasarkan pada nilai ambang batas kelulusan (passing grade);

2. Nilai ambang batas kelulusan (passing grade) Seleksi Kompetensi Dasar diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi secara tersendiri;

3. Apabila peserta seleksi memperoleh nilai kelulusan sama setelah integrasi nilai SKD dan SKB, penentuan kelulusan akhir secara berurutan didasarkan pada :

4. Nilai total hasil Seleksi Kompetensi Dasar yang lebih tinggi;

a. Apabila tersebut angka 1) masih sama, maka penentuan kelulusan akhir didasarkan secara berurutan mulai dari nilai Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK);

b. Apabila tersebut angka (2) masih sama, maka penentuan kelulusan akhir didasarkan pada nilai IPK bagi lulusan Diploma/Sarjana/Magister, sedangkan untuk lulusan SMA/sederajat berdasarkan nilai rata-rata yang tertulis di ijazah; dan

c. Apabila tersebut angka (3) masih sama, penentuan kelulusan didasarkan pada usia tertinggi.

5. Dalam hal kebutuhan formasi umum tidak terpenuhi, dapat diisi dari peserta yang mendaftar pada formasi khusus pada jabatan dan kualifikasi Pendidikan yang bersesuaian serta memenuhi nilai ambang batas kelulusan (passing grade) peringkat terbaik;

6. Dalam hal kebutuhan formasi khusus tidak terpenuhi, dapat diisi dari peserta yang mendaftar pada formasi umum pada jabatan dan kualifikasi pendidikan yang bersesuaian serta memenuhi nilai ambang batas kelulusan (passing grade) peringkat terbaik;

7. Pengumuman peserta yang dinyatakan lulus dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian berdasarkan hasil integrasi nilai SKD dan SKB.

8. Pengumuman peserta seleksi yang lulus tahap akhir tidak melebihi jumlah formasi pada masing-masing jabatan dan kualifikasi pendidikan;

9. Peserta seleksi yang sudah dinyatakan lulus wajib membuat surat pernyataan bersedia mengabdi pada instansi yang bersangkutan.

10. Dalam hal peserta seleksi sudah dinyatakan lulus oleh Pejabat Pembina Kepegawaian dan tetap mengajukan pindah, yang bersangkutan dianggap mengundurkan diri;

11. Peserta seleksi yang sudah dinyatakan lulus oleh Pejabat Pembina Kepegawaian, tetapi dikemudian hari terbukti kualifikasi pendidikannya tidak sesuai dengan yang dibutuhkan dan/atau tidak memenuhi persyaratan lainnya yang telah ditetapkan, maka Pejabat Pembina Kepegawaian harus mengumumkan pembatalan kelulusan yang bersangkutan;

12. Peserta yang lulus dan mendapat persetujuan NIP kemudian mengundurkan diri, diberikan sanksi tidak boleh mendaftar pada penerimaan CPNS periode berikutnya.

Pengawasan, Pengendalian, dan Pelaporan

Pengawasan dan pengendalian terhadap seluruh proses pelaksanaan seleksi diatur sebagai berikut.

1. Pengawasan Internal Lingkup Nasional

Pengawasan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar dan Seleksi Kompetensi Bidang internal lingkup nasional dilakukan oleh Panitia Seleksi Nasional; dan

2. Pengawasan Internal Lingkup Instansi

Pengawasan pelaksanaan seleksi lingkup Instansi secara fungsional dilakukan oleh Inspektorat Jenderal/Inspektorat Utama/Inspektorat Pengawasan Umum/Inspektorat pada Kementerian/Lembaga dan Inspektorat Daerah

3. Masing-masing Pejabat Pembina Kepegawaian harus melaporkan pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil paling lambat 1 (satu) bulan setelah seleksi CPNS.

Baca juga :

Demikian ulasan mengenai Permenpan RB Nomor 36 Tahun 2018 : Pengolahan Hasil Seleksi dan Kelulusan CPNS 2018. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan