Permendikbud Nomor 2 Tahun 2020 tentang Uji Kompetensi Mahasiswa Kesehatan

Permendikbud Nomor 2 Tahun 2020 tentang Uji Kompetensi Mahasiswa Kesehatan

Amongguru.com. Permendikbud Nomor 2 tahun 2020 diterbitkan untuk mengatur pelaksaksanaan uji kompetensi mahasiswa bidang kesehatan.

Permendikbud Nomor 2 Tahun 2020 disusun untuk melaksanakan ketentuan Pasal 21 Ayat (7) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan Pasal 16 Ayat (7) Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan .

A. Pengertian Uji Kompetensi Mahasiswa Bidang Kesehatan

Uji Kompetensi Mahasiswa Bidang Kesehatan adalah proses pengukuran pengetahuan, keterampilan, perilaku peserta didik pada perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan tinggi bidang kesehatan.

Pengakuan terhadap kompetensi tersebut diberikan dalam bentuk Sertifikat Kompetensi. Sertifikat Kompetensi merupakan surat tanda pengakuan terhadap kompetensi tenaga kesehatan untuk dapat menjalankan praktik di seluruh Indonesia setelah Uji Kompetensi.

Sedangkan Sertifikat Profesi adalah surat tanda pengakuan untuk melakukan praktik profesi yang diperoleh lulusan pendidikan profesi.

Mahasiswa bidang kesehatan pada akhir masa pendidikan program vokasi atau program profesi diwajibkan  mengikuti Uji Kompetensi secara nasional.

Mahasiswa bidang kesehatan sebagaimana dimaksud merupakan mahasiswa yang menempuh
pendidikan pada Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan tinggi bidang kesehatan.

B. Tujuan Uji Kompetensi Mahasiswa Bidang Kesehatan

Uji Kompetensi Bidang Kesehatan bertujuan untuk mencapai standar kompetensi lulusan yang memenuhi standar kompetensi kerja sebagai tenaga kesehatan.

Uji Kompetensi ini merupakan salah satu syarat kelulusan mahasiswa bidang kesehatan dari Perguruan Tinggi.

Penentuan kelulusan mahasiswa bidang kesehatan dari Perguruan Tinggi  dengan proporsi penilaian sebagai berikut.

1. Program Vokasi

  • Indeks Prestasi Kumulatif 60%  (enam puluh persen)
  • Uji Kompetensi 40% (empat puluh persen).

2. Program Profesi

  • Indeks Prestasi Kumulatif program sarjana atau sarjana terapan 60% (enam puluh persen).
  • Uji Kompetensi 40 % (empat puluh persen).

C. Persyaratan Uji Kompetensi Mahasiswa Bidang Kesehatan

Peserta Uji Kompetensi merupakan mahasiswa bidang kesehatan program vokasi dan program profesi yang telah menyelesaikan seluruh proses pembelajaran.

Peserta Uji Kompetensi harus memenuhi syarat sebagai berikut.

  1. Terdaftar pada pangkalan data pendidikan tinggi.
  2. Berasal dari program studi bidang kesehatan yang memiliki izin penyelenggaraan peraturan perundang-undangan.

D. Penyelenggara Uji Kompetensi Mahasiswa Bidang Kesehatan

Uji Kompetensi diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi bekerja sama dengan Organisasi Profesi. Selain bekerja sama dengan Organisasi Profesi, Uji Kompetensi dapat diselenggarakan bekerja sama dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan.

Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan sebagaimana dimaksud terdiri atas:

1. asosiasi program studi bidang kesehatan;

2. asosiasi politeknik bidang kesehatan; dan

3. asosiasi/himpunan Perguruan Tinggi kesehatan.

Asosiasi/himpunan Perguruan Tinggi Kesehatan tersebut merupakan kumpulan satuan Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan tinggi/program studi bidang kesehatan.

Di dalam menyelenggarakan Uji Kompetensi, Menteri membentuk Komite Nasional Uji Kompetensi. Komite Nasional Uji Kompetensi sebagaimana dimaksud terdiri atas:

1. Pengawas

Unsur-unsurnya :

a. Kementerian

b. Kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan

c. Konsil masing-masing tenaga kesehatan

2. Pengarah

Unsur-unsurnya :

a. Perwakilan pemimpin Perguruan Tinggi

b. Ketua Organisasi Profesi

c. Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan.

3. Pelaksana

Unsur-unsurnya :

a. Perguruan Tinggi

b. Organisasi Profesi

c. Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan.

4. Pejabat Pengelola Keuangan

E. Biaya Uji Kompetensi Mahasiswa Bidang Kesehatan

Biaya penyelenggaraan Uji Kompetensi terintegrasi dengan biaya pendidikan program vokasi atau program profesi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Biaya penyelenggaraan Uji Kompetensi dibayarkan secara kolektif oleh Perguruan Tinggi kepada Komite Nasional Uji Kompetensi.

Penerimaan dana yang diperoleh dari pendaftaran peserta Uji Kompetensi merupakan penerimaan negara bukan pajak yang penggunaannya dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

F. Hasil Uji Kompetensi Mahasiswa Bidang Kesehatan

Hasil Uji Kompetensi diumumkan secara terbuka oleh Komite Nasional Uji Kompetensi melalui laman resmi Kementerian.

Hasil Uji Kompetensi ditetapkan berdasarkan proporsi penilaian. Hasil uji kompetensi tersebut selanjutnya dikirimkan kepada Perguruan Tinggi untuk penerbitan Sertifikat Kompetensi atau Sertihkat Profesi.

Peserta Uji Kompetensi yang dinyatakan lulus berhak memperoleh:

1. Sertifikat Kompetensi

Sertifikat Kompetensi bagi peserta yang berasal dari mahasiswa bidang kesehatan program vokasi.

2. Sertifikat Profesi

Sertifikat Profesi diberikan bagi peserta yang berasal dari mahasiswa bidang kesehatan program profesi.

Unduh Permendikbud Nomor 2 Tahun 2020 tentang Uji Kompetensi Mahasiswa Bidang Kesehatan pada link berikut.

Permendikbud Nomor 2 Tahun 2020 (Unduh)

Baca :

Demikian informasi mengenai Permendikbud Nomor 2 Tahun 2020 tentang Uji Kompetensi Mahasiswa Bidang Kesehatan. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan