Permendikbud Nomor 10 Tahun 2018 : Kriteria Penerima dan Penyaluran Tambahan Penghasilan

Permendikbud Nomor 10 Tahun 2018 : Kriteria Penerima dan Penyaluran Tambahan Penghasilan

Amongguru.com. Tambahan Penghasilan (Tamsil) adalah sejumlah uang yang diberikan kepada Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) yang belum bersertifikat pendidik yang memenuhi kriteria sebagai penerima tambahan penghasilan.

Kriteria penerima dan mekanisme penyaluran Tambahan Penghasilan (Tamsil) diatur dalam Lampiran III Permendikbud Nomor 10 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi, Tunjangan Khusus, dan Tambahan Penghasilan Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah.

Permendikbud Nomor 10 Tahun 2018 : Kriteria Penerima dan Penyaluran Tambahan Penghasilan
Permendikbud Nomor 10 Tahun 2018 : Kriteria Penerima dan Penyaluran Tambahan Penghasilan

A. Tujuan Penyaluran Tambahan Penghasilan

Petunjuk Teknis ini disusun sebagai acuan dalam pelaksanaan pembayaran Tambahan Penghasilan bagi Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD).

B. Kriteria Penerima Tambahan Penghasilan

  1. Guru PNSD yang belum memiliki sertifikat pendidik;
  2. Berkualifikasi akademik paling rendah S-1/D-IV;
  3. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK);
  4. Hadir dan aktif mengajar sebagai Guru mata pelajaran/Guru kelas atau aktif membimbing sebagai guru bimbingan konseling/guru teknologi informatika dan komunikasi, pada satuan pendidikan yang sesuai dengan peruntukan sertifikat pendidik yang dimiliki, dan kehadirannya dibuktikan dengan verifikasi kehadiran melalui aplikasi Hadir GTK oleh dinas pendidikan sesuai kewenangannya;
  5. Memenuhi beban kerja sebagai guru PNSD; dan
  6. Terdata dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

C. Mekanisme Penyaluran Tambahan Penghasilan

  • Satuan pendidikan mengusulkan data Guru PNSD yang akan menerima dana Tambahan Penghasilan ke dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya.
  • Dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya melakukan verifikasi data Guru PNSD yang akan menerima dana Tambahan Penghasilan berdasarkan usulan dari satuan pendidikan.
  • Aplikasi Kehadiran Guru dan Tenaga Kependidikan (Hadir GTK)
  1. Aplikasi Hadir GTK merupakan aplikasi yang dirancang untuk mempercepat proses pembayaran Tunjangan Profesi.
  2. Pencatatan kehadiran Guru PNSD dilakukan secara daring (online) melalui aplikasi Hadir GTK yang terdapat pada website http://hadir.gtk.kemdikbud.go.id.
  3. Tata cara penggunaan aplikasi Hadir GTK diatur dalam pedoman penggunaan aplikasi Hadir GTK yang dapat diunduh di laman http://hadir.gtk.kemdikbud.go.id.
  4. Aplikasi Hadir GTK efektif berlaku pada tahun ajaran 2018-2019.
  5. Dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya dapat mengunduh hasil rekapitulasi kehadiran GTK melalui aplikasi Hadir GTK.
  • Surat Keputusan Dana Tambahan Penghasilan (SKDTP) Guru PNSD yang memenuhi persyaratan ditetapkan Pemerintah Daerah kabupaten/kota/provinsi sesuai dengan ketentuan perundangundangan.
  • Pemerintah Daerah provinsi/kabupaten/kota sesuai kewenangannya menyalurkan Dana Tambahan Penghasilan ke Guru PNSD penerima per triwulan. Pemerintah Daerah provinsi/kabupaten/kota wajib membayarkan Tambahan Penghasilan setiap triwulan, paling lama 7 (tujuh) hari kerja setelah diterimanya dana Tambahan Penghasilan di rekening kas umum daerah (RKUD) provinsi/kabupaten/kota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • Apabila terjadi perubahan tempat tugas antarkabupaten/kota, antarprovinsi, dan antarkementerian, baik atas kepentingan kedinasan atau pemekaran wilayah, maka Dana Tambahan Penghasilan bagi Guru PNSD disalurkan oleh Pemerintah Daerah provinsi/kabupaten/kota induk sesuai usulan awal dan statusnya akan disesuaikan pada tahun berikutnya.
  • Penyaluran Dana Tambahan Penghasilan dihentikan apabila Guru PNSD penerima:
  1. meninggal dunia, maka pembayarannya dihentikan pada bulan berikutnya;
  2. berusia 60 tahun, maka pembayarannya dihentikan pada bulan berikutnya;
  3. pensiun dini, maka pembayarannya dihentikan pada bulan berikutnya;
  4. tidak bertugas lagi sebagai Guru, Guru yang diberi tugas sebagai kepala satuan pendidikan, Guru yang mendapat tugas tambahan, maka pembayarannya dihentikan pada bulan berkenaan;
  5. sedang mengikuti tugas belajar, maka pembayarannya dihentikan pada bulan berkenaan;
  6. mengundurkan diri sebagai PNSD atas permintaan sendiri, maka pembayarannya dihentikan pada bulan berkenaan;
  7. memiliki jabatan rangkap, sesuai dengan peraturan perundangundangan, maka pembayarannya dihentikan pada bulan berikutnya;
  8. mutasi menjadi pejabat struktural atau fungsional lainnya, maka pembayarannya dihentikan pada bulan berikutnya;
  9. telah mendapat tunjangan profesi, maka pembayarannya dihentikan pada bulan berkenaan;
  10. dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan telah memiliki kekuatan hukum tetap, maka pembayarannya dihentikan pada bulan berkenaan; dan/atau
  11. tidak melaksanakan tugas/meninggalkan tugas mengajar tanpa alasan yang bisa dipertanggungjawabkan paling banyak 3 (tiga) hari berturut-turut atau kumulatif 5 (lima) hari dalam satu bulan, maka penghentian pembayarannya dilakukan pada bulan berkenaan.
  • Kepala daerah membuat dan menyampaikan laporan realisasi pembayaran Tambahan Penghasilan Guru PNSD secara rinci (nama, NIP, dan unit kerja penerima Tambahan Penghasilan) kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan c.q. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.

Gambar Proses penyaluran Tambahan Penghasilan bagi Guru PNSD.

D. Ketentuan Perpajakan

Tambahan Penghasilan Guru PNSD dikenakan pajak

Permendikbud Nomor 10 Tahun 2018 tentang tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi, Tunjangan Khusus, dan Tambahan Penghasilan Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah dapat Anda unduh pada link di bawah ini.

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAN (PERMENDIKBUD) NOMOR 10 TAHUN 2018

Baca juga :

Demikian ulasan mengenai Permendikbud Nomor 10 Tahun 2018 : Kriteria Penerima dan Penyaluran Tambahan Penghasilan. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan