Perbedaan Antara Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik, dan Model Pembelajaran

Perbedaan Antara Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik, dan Model Pembelajaran

Amongguru.com. Bapak/Ibu Guru tentu sering mendengar istilah tentang pendekatan, strategi, metode, teknik, taktik, dan model pembelajaran.

Istilah-istilah tersebut biasanya muncul pada saat Bapak/Ibu Guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Bapak/Ibu Guru juga mungkin masih banyak yang bingung dengan perbedaan antara pendekatan, strategi, metode, teknik, taktik, dan model pembelajaran, sehingga sering rancu dalam menggunakan istilah-istilah tersebut saat penyusunan RPP.

Berikut ini adalah perbedaan antara pendekatan, teknik, strategi, model, dan metode pembelajaran.

Perbedaan Antara Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik, dan Model Pembelajaran
Perbedaan Antara Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik, dan Model Pembelajaran

1. Pendekatan Pembelajaran

Pendekatan pembelajaran merupakan cara pandang terhadap proses pembelajaran yang sifatnya masih umum.

Sebuah pendekatan pembelajaran di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatar belakangi metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.

Pendekatan menurut prosesnya dibedakan menjadi pendekatan yang berorientasi pada guru (teacher centered approach) dan pendekatan yang berorientasi pada peserta didik (student centered approach).

Pendekatan berorientasi pada guru menggunakan sistem pembelajarna konvensional, dimana hampir seluruh kegiatan pembelajaran dikendalikan oleh guru.

Kelebihannya, guru memiliki kebebasan untuk mengatur alokasi waktu pembelajaran. Sedangkan kelemahannya peserta didik cenderung pasif dan hanya terjadi komunikasi satu arah.

Pendekatan pembelajaran berorientasi pada peserta didik lebih banyak melibatkan peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Selama pembelajaran guru hanya berperan sebagai fasilitator, pembimbing, dan pemimpin.

Kelebihan pendekatan ini yaitu peserta didik mendapatkan kebebasan yang bertanggungjawab dalam menentukan pengalaman belajarnya dan memanfaatkan fasilitas yang ada.

Sedangkan kelemahannya alokasi waktu yang kurang efisien dan guru tidak dapat mengetahui kompetensi yang diharapkan.

Pendekatan pembelajaran dilihat dari segi materi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pendekatan kotekstual dan pendekatan tematik.

Pendekatan kontekstual merupakan model pengetahuan untuk membangun pengetahuan dan ketrampilan berpikir melalui bagaimana belajar dikaitkan dengan situasi nyata dilingkungan sekitar peserta didik, sehingga hasilnya lebih bermakna.

Pendekatan tematik merupakan suatu pembelajaran dimana materi yang akan dipelajari peserta didik disampaikan dalam bentuk tema yang dianggap relevan. Pembelajaran dengan pendekatan tematik dapat dilakukan dengan satu disipin ilmu atau multidisiplin ilmu.

2. Strategi Pembelajaran

Strategi pembelajaran merupakan cara-cara tertentu yang digunakan secara prosedural dan sistematis dalam suatu aktivitas pembelajaran untuk meningkatkan kualitas hasil dan proses belajar.

Contoh strategi pembeajaran adalah Quantum teaching-learning, Contextual teaching-learning, Mastery learning, Active learning, Discovery-inquiry learning, PAIKEM, dan Cooperative Learning.

Strategi pembelajaran adlah suatu aktivitas pembelajaran yang harus dikerjakan pendidik dan peserta didik, sehingga tujuan pembelajaran tercapai secara lebih efisien dan efektif.

Di dalam strategi pembelajaran tersirat makna perencanaan. Hal ini berarti bahwa strategi pembelajaran hakikatnya masih bersifat konseptual berkenaan keputusan-keputusan yang nantinya akan diambil dalam rangka melaksanakan proses pembelajaran.

Ditinjau dari cara menyajikan materi, strategi pembelajaran dapat dibedakan menjadi dua, yaitu strategi pembelajaran deduktif dan strategi pembelajaran induktif.

Strategi pembelajaran deduktif berupaya untuk menyajikan materi dari umum ke khusus, atau dimulai dari hal-hal yang abstrak menuju hal-hal yang konkret

Sedangkan strategi pembelajaran induktif, menyajikan materi yang konkret selanjutnya diarahkan pada materi yang kompleks, atau dimulai dari hal khusus menuju hal yang sifatnya umum.

3. Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran merupakan upaya atau cara untuk mengimplementasikan (mewujudkan) rencana yang telah disusun dalam kegiatan nyata, agar tujuan yang telah disusun tersebut dapat tercapai secara optimal.

Metode pembelajaran digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan dan merupakan cara yang tepat untuk melaksanakaan strategi. Dengan demikian suatu strategi dapat dapat dilaksanakan dengan berbagai metode.

Terdapat beberapa metode pembelajaran yang bisa dipergunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, misalnya metode ceramah, demonstrasi, diskusi, simulasi, laboratorium, pengalaman lapangan, brainstorming, penugasan, dan debat.

4. Teknik Pembelajaran

Teknik pembelajaran merupakan cara yang dilakukan seseorang guru dalam mengimplementasikan suatu metode pembelajaran secara lebih spesifik.

Milsanya penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas.

5. Taktik Pembelajaran 

Taktik pembelajaran adalah gaya seorang guru dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual.

Contoh, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, akan tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya.

Di dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik.

6. Model Pembelajaran

Model pembelajaran merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal hingga akhir yang disajikan secara khas oleh guru.

Model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran.

Di dalam sebuah model pembelajaran, terdapat sintaks yang menggambarkan keseluruhan langkah yang pada umumnya dikuti oleh serangkaian kegiatan pembelajaran.

Suatu sintaks pembelajaran menunjukkan dengan jelas kegiatan yang perlu dilakukan oleh guru dan siswa, urutan kegiatan, dan tugas-tugas khusus yang harus dilakukan siswa.

Beberapa contoh model pembelajara adalah discovery learning. problem based learning, dan project based learning.

Discovery learning adalah model pembelajaran yang mengembangkan cara belajar aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, dan hasil yang diperoleh akan lama diingat.

Model discovery menekankan pada pengalaman langsung dan pentingnya pemahaman struktur atau ide-ide terhadap suatu disiplin ilmu melalui keterlibatansiswa secara aktif dalam pembelajaran.

Problem based learning merupakan model pembelajaran yang menghadapkan siswa pada masalah dunia nyata.

Di dalam problem based learning diharapkan siswa dapat memiliki kecakapan dalam memecahkan masalah, kecakapan berfikir kritis, kecakapan bekerja dalam kelompok, kecakapan interpersonal dan komunikasi, serta kecakapan pencarian dan pengolahan informasi.

Sedangkan project based learning adalah model pembelajaran yang melibatkan peserta didik dalam isu-isu dan masalah kompleks dunia nyata dan peserta didik dapat menerapkan pengetahuan dan ketrampilannya dalam berbagai konteks.

Peserta didik melakukan riset, ketrampilan merencanakan, berfikir kritis, dan kekrampilan memecahkan masalah. Dalam project based learning segala aktivitas siswa mengarah pada tujuan akhir untuk menghasilkan  suatu produk.

Baca juga :

Demikian ulasan mengenai perbedaan antara pendekatan, strategi, metode, teknik, taktik, dan model pembelajaran. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan