Penyebab Tsunami Sebagian Besar Dipicu Terjadinya Gempa Bumi Bawah Laut

Penyebab Tsunami Sebagian Besar Dipicu Terjadinya Gempa Bumi Bawah Laut

Amongguru.com. Tsunami merupakan salah satu bencana alam yang sering menimbukan dampak parah. Tidak hanya menghantam dan memporak-porandakan bangunan yang dilaluinya, gelombang tsunami juga banyak menghilangkan nyawa manusia.

Kata “tsunami” berasal dari bahasa Jepang, yang artinya gelombang pelabuhan. Tsunami adalah bencana alam yang perlu diwaspadai, karena tidak sedikit korban jiwa yang diakibatkan oleh bencana ini.

Kita tentu masih ingat betapa dahsyatnya tsunami di Aceh pada tahun 2004 silam, dimana lebih dari 170.000 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.  Gempa dengan kekuatan 9,1 skala Richter telah memicu serangkaian gelombang tsunami di Aceh pada waktu itu.

Gelombang tsunami dapat menempuh jarak yang jauh dari wilayah sumber, selanjutnya menyebarkan kehancuran di sepanjang wilayah yang dilaluinya.

Sebagian besar tsunami diakibatkan oleh terjadinya gempa bumi bawah laut. Gempa bumi di bawah laut dapat terjadi karena tumbukan lempeng-lempeng tektonik.

Penyebab Tsunami Sebagian Besar Dipicu Terjadinya Gempa Bumi Bawah Laut
Penyebab Tsunami Sebagian Besar Dipicu Terjadinya Gempa Bumi Bawah Laut

Tumbukan ini mengakibatkan pergerakan dasar laut dan mengganggu keseimbangan air yang berada di atasnya, sehingga terjadi suatu aliran energi air laut. Energi tersebut berupa gelombang bergerak menuju pantai dan biasa dikenal sebagai tsunami.

Akan tetapi, tidak semua gempa bumi bawah laut akan berpotensi menimbulkan tsunami. Misalnya, gempa bumi bawah laut yang pusat gempanya lebih dari 30 kilometer di bawah permukaan air biasanya tidak berpotensi tsunami.

Sebaliknya, apabila pusat gempa berada dekat dengan permukaan air laut, berada pada jarak 0 hingga 30 kilometer di bawah permukaan laut, maka potensi tsunami menjadi lebih besar.

Gempa yang memicu tsunami biasanya berkekuatan di atas 6,5 skala Richter dan memiliki pola pergerakan (sesar) yang naik turun secara tiba-tiba.

Tsunami juga sebagian kecil dapat disebabkan oleh letusan gunung berapi di bawah laut, meteor yang jatuh ke laut, longsoran tanah di bawah laut, atau faktor lain yang intinya dapat menyebabkan terganggunya keseimbangan air laut.

Berdasarkan hasil penelitian, selama ini tsunami yang sifatnya paling merusak adalah dari gempa besar dan dangkal dengan pusat gempa atau patahan di dekat atau di dasar laut.

Kondisi ini biasanya terjadi pada daerah yang ditandai subiduksi tektonik (zona yang terdapat pada batas antarlempeng yang bersifat memusat) di sepanjang batas lempeng tektonik. 

Megathrust (dorongan kuat) adalah nama yang diberikan untuk zona Subduksi yang memiliki sejarah gempa dengan kekuatan besar. Lebih dari 80 persen tsunami dunia terjadi di Pasifik di sepanjang zona subduksi cicin apinya.

Contoh zona subinduksi adalah daerah bentangan Sunda Megathrust yang berada di Sumatra yang membentang dari Selat Sunda sampai pada Kepulauan Nikobar, yaitu gugusan pulau di India.

Gempa Megathrust Penyebab dan Dampaknya Terhadap Potensi Tsunami

Kecepatan gerak tsunami dapat mencapai 800 kilometer per jam, melintasi lautan tanpa terdeteksi selama sehari atau kurang. Ilmuwan hanya bisa mendeteksi waktu tiba tsunami dengan memperhitungkan kedalaman air, jarak, dan kejadian yang memicu tsunami.

Hal inilah yang menjadikan tsunami selalu bersifat destruktif (merusak dan memusnahkan) tetrhadap apa pun yang dialuinya. Gelombang tsunami dapat melintasi samudra tanpa kehilangan energi.

Bahkan, gelombang tsunami yang dipicu gempa di Aceh pada tahun 2004 bergerak sejauh 5.000 kilometer sampai Afrika.

Baca juga :

Demikian ulasan mengenai gempa bumi bawah laut sebagai pemicu terjadinya tsunami. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan