Pengolahan Hasil Seleksi dan Kelulusan Peserta Tes CPNS 2019

Pengolahan Hasil Seleksi dan Kelulusan Peserta Tes CPNS 2019

Amongguru.com. Seleksi CPNS 2019 terbagi dalam tiga tahapan, yaitu Seleksi Administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Seleksi administrasi bertujuan untuk memverifikasi dokumen persyaratan yang diunggah pada saat pendaftaran secara online.

Verifikasi persyaratan administrasi kelengkapan dokumen pelamar dilakukan oleh Panitia Pelaksana Seleksi CPNS Instansi secara cermat dan teliti.

Pelamar dapat mengikuti tahap Seleksi Kompetensi Dasar, apabila dinyatakan lulus seleksi oleh Panitia Pelaksana Seleksi CPNS Instansi.

Kompetensi Dasar merupakan kemampuan dan karakteristik dalam diri seseorang berupa pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang menjadi ciri-ciri seorang Pegawai Negeri Sipil Republik Indonesia. Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar dilakukan dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT)

Materi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) meliputi : (1) Tes Wawasan Kebangsaan (TWK); (2) Tes Intelegensi Umum (TIU); dan (3) Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Kelulusan ujian tes kompetensi dasar ditentukan oleh ketercapaian passing grade untuk tiap-tiap bentuk soal tes.

Peserta SKD dengan nilai tiga terbaik dari tiap formasi jabatan berhak mengikuti tahap terakhir seleksi, yaitu Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Materi SKB untuk jabatan fungsional disusun oleh instansi pembina jabatan fungsional selanjutnya diintegrasikan ke dalam bank soal CAT BKN.

Sedangkan materi SKB untuk jabatan pelaksana yang bersifat teknis dapat menggunakan soal SKB yang bersesuaian dengan Jabatan Fungsional terkait.

Jumlah peserta yang dapat mengikuti SKB paling banyak 3 (tiga) kali jumlah kebutuhan/formasi setiap jabatan berdasarkan peringkat nilai SKD.

Pengolahan Hasil Seleksi dan Kelulusan Peserta Tes CPNS 2019

Berikut ini prosedur pengolahan hasil seleksi dan kelulusan peserta tes CPNS 2019 berdasarkan PermenPANRB Nomor 23 Tahun 2019 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil dan Pelaksanaan Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2019.

A. Pengolahan Hasil Seleksi

1. Pembobotan nilai SKD dan nilai SKB adalah 40% (empat puluh persen) dan 60% (enam puluh persen).

2. Instansi yang melaksanakan SKB dengan CAT, hasil SKB dengan CAT merupakan nilai utama dengan bobot paling rendah 50% (lima puluh persen) dari bobot nilai SKB;

3. Apabila Instansi Pusat menambah SKB dalam bentuk/jenis tes wawancara dan/atau tes praktek kerja, bobot yang diberikan paling tinggi masing-masing 25% (dua puluh lima persen) dari total nilai/hasil SKB.

4. Apabila Instansi Pusat menambah SKB lebih dari 2 (dua) jenis/bentuk SKB (wawancara, tes praktik kerja, tes potensi akademik, tes bahasa asing, tes fisik/kesamaptaan, psikotes, tes kesehatan jiwa), bobot masing-masing tes dibagi secara proporsional.

5. Jika Instansi Pusat tidak melaksanakan SKB menggunakan CAT, maka dapat melaksanakan bentuk/jenis tes lainnya dengan bobot paling tinggi 40% (empat puluh persen) untuk wawancara dan praktik kerja, serta harus menambah paling sedikit 1 (satu) bentuk/jenis tes lainnya dengan bobot paling rendah 20% (dua puluh persen) dari total nilai/hasil SKB.

6. Instansi pusat juga dapat melaksanakan bentuk/jenis tes lainnya dengan bobot paling tinggi 40% (empat puluh persen) untuk wawancara dan paling tinggi 40% (empat puluh persen) untuk praktek kerja, dan harus menambah paling sedikit 1(satu) bentuk/jenis tes lainnya dengan bobot paling rendah 60% (enam puluh persen) atau dibagi secara proporsional dari total nilai/hasil SKB.

7. Instansi pusat dapat melaksanakan SKB selain wawancara atau praktek kerja, paling sedikit 2 (dua) bentuk/jenis tes lainnya dengan bobot masing-masing tes dibagi secara proporsional dari total nilai/hasil SKB.

8. Instansi Daerah hanya diperkenankan menambah 1(satu) jenis tes selain SKB dengan CAT dan diberikan bobot paling tinggi 40% (empat puluh persen) dari total nilai/hasil SKB, sehingga bobot nilai SKB dengan CAT menjadi 60% (enam puluh persen) dari total nilai/hasil SKB.

9. Pendaftar formasi jabatan Guru yang memiliki sertifikasi pendidik sesuai dengan jabatan guru yang dilamar (linier), yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, atau Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi wajib mengunggah/upload sertifikasi dimaksud pada sistem SSCASN BKN.

10. Sertifikasi pendidik ditetapkan sebagai pengganti SKB yang nilainya sebesar nilai maksimal Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

11. Pendaftar Formasi Umum jabatan Guru yang memiliki sertifikasi pendidik, baru bisa memanfaatkan nilai maksimal tersebut, apabila yang bersangkutan memenuhi nilai ambang batas/passing grade SKD dalam batas jumlah 3 (tiga) kali formasi.

12. Pendaftar formasi tenaga kesehatan yang diwajibkan memiliki STR, wajib mengunggah/upload STR dimaksud pada SSCASN BKN.

13. Pengolahan hasil integrasi nilai SKD dan nilai SKB dilakukan oleh BKN selaku Tim Pelaksana Panselnas.

B. Prinsip dan Penentuan Kelulusan

Prinsip penentuan kelulusan peserta SKD penerimaan CPNS 2019 didasarkan pada nilai ambang batas kelulusan (passing grade).

Apabila peserta seleksi memperoleh nilai kelulusan yang sama setelah integrasi nilai SKD dan SKB, maka penentuan kelulusan akhir secara berurutan didasarkan pada nilai total hasil SKD yang lebih tinggi.

Jika nilai total SKD masih sama, maka penentuan kelulusan akhir didasarkan secara berurutan mulai dari nilai Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Apabila nilai masih juga sama, maka penentuan kelulusan akhir didasarkan pada nilai IPK bagi lulusan Diploma/Sarjana/Magister, sedangkan untuk lulusan SMA/sederajat berdasarkan nilai rata-rata yang tertulis di ijazah. Jika nilai ijazah masih sama, penentuan kelulusan didasarkan pada usia tertinggi.

Tinggalkan Balasan