Pengertian Uji Biuret, Fungsi, Manfaat, dan Prosedurnya

Pengertian Uji Biuret, Fungsi, Manfaat, dan Prosedurnya

Amongguru.com. Uji Biuret merupakan salah satu uji bahan makanan yang mengandung protein. Fungsi uji biuret adalah untuk mengetahui adanya ikatan peptida pada sampel.

Biuret merupakan reagen campuran antara NaOH dan CuSO4 yang digunakan untuk menguji adanya kandungan protein. Bahan makanan yang mengandung protein akan berubah warna menjadi ungu setelah ditetesi biuret.

Reaksi biuret adalah reaksi warna yang umum untuk gugus peptida (-CO-NH-) dan protein. Rekasi positif ditandai dengan terbentuknya warna ungu untuk zat yang mengandung dua atau lebih ikatan peptida.

Hal ini disebabkan karena reaksi antara Cu2+ dan N dari molekul ikatan petida membentuk senyawa kompleks.

Panjang pendeknya ikatan peptida mempengaruhi perubahan warna yang terbentuk. Semakin panjang atau banyak asam amino yang terikat pada ikatan peptida akan memunculkan warna ungu.

Sebaliknya, semakin pendek atau sedikit ikatan asam amino, maka akan memunculkan warna merah muda,

Gambar di atas menunjukkan ikatan peptida antara dua molekul asam amino, sehingga terbentuk molekul protein. Ikatan peptida tersebut akan bereaksi dengan reagen biuret, sehingga menghasilkan perubahan warna ungu.

Protein sendiri merupakan biopolimer yang terdiri atas banyak asam amino yang saling terhubung dalam ikatan peptida.

Protein adalah salah satu senyawa penting yang dibutuhkan organisme. Protein merupakan salah satu zat yang melimpah dan terdapat di setiap sel-sel tubuh.

Tubuh akan memproduksi protein dalam bentuk bervariasi dengan memanfaatkan sumber makanan yang mengandung protein saat kita konsumsi.

Baca :

Protein merupakan pondasi utama bagi tubuh, karena fungsinya yang vital dalam memelihara jaringan tubuh, termasuk di dalamnya perbaikan sel-sel tubuh yang rusak.

Protein dapat ditemukan pada bahan makanan, baik makanan hewani maupun nabati. Contoh makanan yang mengandung protein, antara lain telur, ikan, daging, susu, dan kacang-kacangan. Di dalam satu gram protein akan menghasilkan energi sebanyak 4,1 kalori.

Molekul protein terbuat dari rantai asam amino. Pada saat tubuh kita mencerna protein yang diperoleh dari makanan, maka tubuh akan mengubahnya menjadi asam amino yang kemudian diserap ke dalam aliran darah.

Sel-tel tubuh selanjutnya akan menggunakan asam amino tersebut untuk menghasilkan protein tertentu sesuai dengan fungsinya masing-masing pada tubuh.

Terdapat kurang lebih asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Asam amino terbagi menjadi dua jenis, yaitu asam amino esensial dan asam amino nonesensial.

Asama amino esensial adalah asam amino yang diperlukan tubuh, tetapi tidak dapay diproduksi di dalam sel-sel tubuh.

Contohnya, yaitu lisin, isoleusin, dan metionin. Sedangkan asam amino nonesensial merupakan asam amino yang dapat dihasilkan dai dalm tubuh, misalnya alanin, prolin, dan glisin.

Asam amino yang ada di dalam tubuh dapat disusun kembali menjadi proten, apabila tubuh membutuhkannya.

Prosedur Uji Biuret

A.  Alat dan Bahan

1. Larutan CuSO4  0,1%

2. Larutan NaOH 10%

3. Tabung reaksi

4. Larutan telur

5. Pipet tetes

B.  Cara Kerja

1. Masukkan 2 ml larutan telur ke dalam tabung reaksi. Tambahkan 5-10 tetes larutan CuSO4 (tembaga sulfat).

Percobaan Sains Sederhana Uji Protein dalam Makanan (Uji Biuret)

2. Tambahkan 2 ml larutan NaOH. Amati perubahan warna larutan pada tabung reaksi.

C.  Hasil Percobaan

Setelah meneteskan larutan CuSO4 (tembaga sulfat) dan larutan NaOH ke dalam larutan telur pada tabung reaksi, maka larutan berubah menjadi berwarna ungu.

Hal ini membuktikan bahwa dalam bahan makanan, yaitu larutan telur, terdapat kandungan protein.

Demikian ulasan mengenai pengertian uji Biuret, fungsi, manfaat, dan prosedurnya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan