Pengertian Statif dan Klem, Fungsi, Jenis, Serta Prinsip Kerjanya

Pengertian Statif dan Klem, Fungsi, Jenis, Serta Prinsip Kerjanya

Amongguru.com. Statif dan klem merupakan dua alat laboratorium yang penggunaannya tidak dapat dipisahkan.

Pengertian statif adalah stand sebagai tempat untuk meletakkan klem. Sedangkan klem sendiri merupakan sebuah alat jepit yang berbuat dari besi dan digunakan untuk menjepit alat gelas kimia.

Kedua alat tersebut berfungsi untuk membantu dalam proses penelitian di laboratorium, seperti destilasi, titrasi, ekstraksi, dan refluks. Beberapa kegiatan tersebut membutuhkan statif dan klem untuk melakukannya.

A. Statif

Setiap alat laboratorium akan memiliki fungsi masing-masing. Fungsi tersebut tidak dapat digantikan dengan mudah oleh alat lainnya.

Demikian halnya statif, dimana alat laboratorium ini memiliki fungsi khusus dalam proses penelitian di laboratorium.

Prinsip kerja statis adalah untuk menegakkan beberapa peralatan laboratorium lainnya, seperti biuret, corong pisah, dan peralatan gelas lainnya.

Di dalam menjalankan fungsinya, statif biasanya akan dipasangkan dengan klem. Klem tersebut berfungsi sebagai penjepit peralatan gelas.

Bentuk statif mirip dengan tripo, berbahan besi atau stainless steel, dan dilengkapi dengan kaki tiga. Tinggi statif sekitar 60 cm dengan bagian kaki berupa alas berbentuk persegi panjang.

Cara Menggunakan Statif

Berikut ini adalah cara menggunakan statif yang benar.

  1. Letakkan statif dan klem pada tempat yang datar, seperti lantai dan meja.
  2. Pasang klem pada statis, selanjutnya sesuaikan tinggi klem pada statis. Di dalam menyesuaikan klem dengan kebutuhan, kita tinggal menaik turunkan klem sesuai kebutuhan. Caranya adalah dengan memutar mur yang berada di dekat statif.
  3. Setelah klem terpasang, kemudian pasangkan alat yang akan dijepit. Caranya adalah dengan mengecilkan ukuran mulut klem, selanjutnya letakkan peralatan laboratorium yang akan dijepit pada tengah mulut klem dan jepit.
  4. Apabila peralatan yang dijepit mudah jatuh, maka dapat menggunakan tissue agar jepitannya lebih kuat.

B. Klem

Klem adalah salah satu peralatan laboratorium yang berfungsi untuk menjepit peralatan laboratorium.

Proses kimia kadang membutuhkan waktu yang lama atau pemanasan dengan suhu tinggi, sehingga tidak memungkinkan untuk dipegang dengan tangan. Klem diperlukan untuk menjepit alat dalam proses pemanasan tersebut.

Klem terdiri atas dua bagian, yaitu bagian penjepit alat dan bagian penjepit statif. Penjepit alat berfungsi untuk menghubungkan klem dengan alat gelas lain. Sedangkan penjepit statif digunakan untuk menghubungkan klem dengan statif.

Di dalam klem terdapat pengunci untuk mengencangkan dan melonggarkan penjepit yang dapat diatur dengan mudah.

Penggunaan penjepit klem sebaiknya pada posisi menghadap ke atas. Hal ini bertujuan untuk mencegah klem agar tidak jatuh.

Jika akan menggunakan alat gelas untuk proses pemanasan, sebaiknya alat gelas tersebut dilapisi dengan kain atau tissue untuk melonggarkan bagian penjepit.

Dengan demikian, ketika alat memuai karena panas, maka pemuaian tidak akan tertahan oleh penjepit dan alat terhindar dari resiko pecah.

Jenis-jenis Klem

Klem dapat terbagi dalam beberapa jenis sesuai dengan fungsinya dalam proses penelitian di laboratorium. Berikut ini beberapa jenis klem dan fungsinya.

1. Klem Jepit

Klem jepit adalah jenis klem yang paling sering digunakan, karena sifatnya universal. Jenis klem ini berfungsi untuk menjepit alat kimia sesuai fungsinya secara umum.

Klem jepit biasa digunakan dalam proses destilasi, dimana klem akan menyangga bagian-bagian alat destilasi, seperti labu dan kondensor.

Klem jepit juga dgunakan dalam proses refluks, yaitu untuk menjepit kondensor. Kegunaan klem jepit lainnya, misalnya untuk penyangga corong pada saat penyaringan zat berlangsung.

2. Klem Holder

Klem holder adalah klem dengan dua bagian penjepit yang dapat digunakan secara bersamaan. Jenis klem ini biasanya digunakan untuk menjepit buret pada saat proses titrasi.

Klem holder mempunyai dua sisi yang dapat digunakan secara bersama-sama, sehingga kita dapat meletakkan dua buret sekaligus dalam satu alat statif.

Kelebihan dari klem holder ini adalah dapat memposisikan buret secara lurus, sehingga tidak akan mengganggu dalam proses pembacaan skala pada buret.

3. Klem Ring

Klem ring berfungsi untuk menyangga corong pisah pada saat melakukan ekstraksi. Sesuai dengan namanya, klem ring memiliki bentuk lingkaran pada ujungnya yang berfungsi untuk meletakkan corong pisah.

Ekstraksi adalah proses kimia untuk memisahkan dua zat atas dasar perbedaan kepolaran danĀ  massa jenisnya.

Di dalam proses ekstraksi, corong pisah yang akan digunakan dikocok dan selanjutnya didiamkan beberapa saat hingga zat di dalamnya terpisah dengan sendirinya.

Posisi klem yang lurus akan memudahkan untuk zat menjadi terpisah dan juga mudah mengeluarkannya melalui kran dan corong pisah.

Baca :

Demikian ulasan mengenai pengertian statif dan klem, fungsi, jenis, serta prinsip kerjanya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan