Pengertian Spatula Laboratorium, Fungsi, dan Jenisnya

Pengertian Spatula Laboratorium, Fungsi, dan Jenisnya

Amongguru.com. Spatula laboratorium dikenal sebagai alat yang digunakan untuk mengambil objek penelitian. Alat laboratorium ini berbentuk sendok kecil, pipih, dan memiliki tangkai.

Spatula didesain untuk pengambilan bahan dengan jumlah yang sedikit dan berukuran kecil. Untuk fungsi itulah, maka pada spatula laboratorium terdapat dua jenis ujung, yaitu ujung melengkung seperti sendok dan ujung lain yang berbentuk datar. Kedua ujung spatula ini dapat digunakan untuk mengambil bahan padat maupun serbuk.

Fungsi Spatula

Fungsi spatula adalah untuk mengambil bahan kimia padat maupun serbuk pada saat akan di timbang. Pengambilan bahan ini harus dilakukan dengan teliti, karena akan ditimbang menggunakan neraca analitik yang memiliki tingkat ketelitian tinggi.

Selain untuk mengambil bahan kimia, fungsi spatula lainnya adalah untuk mengaduk campuran dalam bentuk larutan.

Akan tetapi, fungsi ini lebih disarankan menggunakan bahan pengaduk yang lebih bersifat inert terhadap berbagai jenis larutan. Dengan demikian, tidak akan terjadi reaksi antara pengaduk dengan larutan yang diaduk tersebut.

Jenis-jenis Spatula Laboratorium

Terdapat beberapa jenis bahan yang dapat digunakan dalam membuat spatula. Spatula dapat dibuat dari bahan kayu, aluminium, hingga stainless steel.

Pemilihan bahan spatula ini berhubungan dengan zat yang diambil dengan spatula tersebut. Apabila benda yang diambil beresiko akan bereaksi dengan bahan kayu, maka sebaiknya dipilih spatula berbahan aluminium atau stainless steel.

Terdapat tiga jenis spatula yang biasa digunakan untuk keperluan laboratorium, yaitu spatula stainless steel, spatula politena (tanduk), dan spatula nikel. Ketiga jenis spatula laboratorium tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda.

1. Spatula Logam

Spatula logam terbuat dari bahan stainless steel, sehingga bersifat anti karat. Bahan dasar dari spatula logam adalah besi, dimana dalam pembuatannya dicampurkan dengan bahan anti karat lainnya.

Spatula jenis ini biasanya digunakan untuk pengambilan objek sangat kecil yang sudah melalui proses pengirisan dan disiapkan untuk diamati pada mikroskop.

2. Spatula Politena

Spatula politena sering disebut juga sebagai spatula tanduk. Spatula ini berbahan plastik, dimana umumnya bahan plastik yang digunakan adalah polipropilena. Jenis spatula ini biasanya digunakan untuk mengambil bahan-bahan kimia berbentuk padat.

Spatula politena memiliki kelebihan dibandingkan spatula logam dalam hal reaktivitas, karena bahan plastik bersifat lebih inert terhadap bahan kimia.

Pengambilan bahan kimia dengan spatula berbahan plastik ini biasanya lebih dipilih, karena bahan plastik tidak berekasi dengan bahan kimia yang bersifat asam.

3. Spatula Nikel

Spatula nikel juga berfungsi sebagai sendok kecil yang digunakan untuk mengambil bahan kimia padat. Berbeda dengan spatula logam dan spatula politena, jenis spatula ini dapat digunakan sebagai alat pengaduk untuk membuat larutan.

Semua jenis larutan dapat dibuat, kecuali larutan asam, dapat menggunakan spatula nikel untuk alat pengaduk. Spatula nikel juga mampu digunakan pada suhu tinggi, bersifat inert terhadap bahan kimia, dan mudah dilakukan sterilisasi.

Baca :

Demikian ulasan mengenai pengertian spatula laboratorium, fungsi, dan jenisnya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan