Pengertian Sistem Tata Surya dan Komponennya Dilengkapi Gambar

Pengertian Sistem Tata Surya dan Komponennya Dilengkapi Gambar 

Amongguru.com. Sistem Tata surya merupakan susunan benda-benda langit yang terdiri atas matahari sebagai pusatnya dan planet-planet, meteorid, komet, serta asteroid yang mengelilinginya.

Di dalam sistem tata surya, masing-masing benda langit akan melakukan revolusi dan rotasi. Peredaran benda langit mengelilingi matahari disebut revolusi. Sedangkan perputaran benda-benda langit pada porosnya disebut rotasi.

Garis edar planet-planet dalam mengelilingi matahari pada sistem Tata Surya disebut orbit. Orbit berbentuk bidang elips.

1.  Planet

Planet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dan tidak memancarkan cahaya. Jarak terdekat sebuah planet dengan Matahari disebut perihelium, sedangkan jarak terjauh planet dengan matahari disebut aphelium.

Planet-planet dapat dikelompokkan berdasarkan letak peredarannya serta berdasarkan ukuran dan massanya.

Jika bumi sebagai acuannya maka terdapat planet interior dan planet superior. Planet interior, yaitu planet yang peredarannya terletak di antara matahari dan bumi. Planet Interior adalah Merkurius dan Venus.

Sedangkan planet Superior, yaitu planet yang peredarannya terletak di luar peredaran bumi. Planet superior antara lain Mars, Yupiter, Sarturnus, Uranus, dan Neptunus.

Apabila Asteroid yang dijadikan sebagai acuan, maka planet dalam dan planet luar. Planet dalam, yaitu planet yang peredarannya antara matahari dan asteroid. Planet yang termasuk planet dalam yaitu Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.

Sedangkan planet luar, yaitu planet yang peredarannya di luar asteroid. Planet luar antara lain Yupiter, Sartunus, Uranus, dan Neptunus.

  • Merkurius
Planet Merkurius
Planet Merkurius

Merkurius merupakan planet terdekat dari matahari dan planet yang terkecil (diameternya hanya 4.880 km, ukurannya setengah ukuran bumi). Merkurius adalah planet yang tidak memiliki satelit dan tidak memiliki atmosfer.

Struktur Merkurius terdiri dari 70% logam dan 30% silikat dengan tingkat kepadatan sebesar 5,43 g/cm3. T

Tingkat kepadatannya yang tinggi ini diduga, karena planet tersebut mempunyai inti yang besar dan kaya akan besi.

Merkurius adalah planet yang paling banyak memiliki kandungan besi dalam tata surya. Ciri-ciri lengkap dari planet Merkurius dapat dilihat di sini.

  • Venus
Planet Venus
Planet Venus

Planet ini sulit dilhat karena tertutup oleh awan tebal yang berfungsi menahan energi matahari yang akan masuk ke permukaan planet. Energi tersebut tetap terperangkap dan menyebabkan suhu venus mencapai 4700°C. Venus tidak memiliki satelit.

Salah satu ciri planet Venus yang membedakan dengan planet lainnya adalah Venus tidak memiliki satelit alami. Selain itu, planet Venus merupakan objek alami paling cerah pada saat malam hari.

Karena kecerahannya inilah, maka planet Venus dijuluki sebagai Bintang Fajar atau Bintang Senja.

Venus juga sering disebut sebagai planet saudara Bumi, karena ukuran, gravitasi, dan komposisi yang mirip. Ciri-ciri lengkap dari planet Venus dapat dilihat di sini.

  • Bumi
Planet Bumi
Planet Bumi

Bumi adalah satu-satunya planet yang dapat dihuni makhluk hidup, karena memiliki atmosfer yang mengandung banyak oksigen.

Bumi juga memiliki cukup air untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Suhu udara di Bumi rata-rata 22 derajat Celcius, sehingga memungkinkan adanya kehidupan mahluk hidup.

Bumi sudah terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu. Kehidupan di Bumi sudah mulai ada kurang lebih 3,5 miliar tahun lalu.

Lebih dari 70% permukaan Bumi merupakan perairan dan sisanya adalah benua dan pulau. Kutub Bumi sebagian besarnya tertutup es.

Es padat terdapat  di Antartika dan es laut di paket es kutub. Ciri-ciri lengkap dari planet Bumi dapat dilihat di sini.

  • Mars
Planet Mars
Planet Mars

Mars adalah planet berbatu yang dekat dengan bumi. Planet ini memiliki pergantian musim dan memiliki kutub es.

Nama “Mars” diambil dari nama dewa perang Romawi. Planet Mars juga dijuluki sebagai Planet Merah, karena jika dilihat dari satelit akan tampak berwarna kemerah-merahan.

Warna merah tersebut disebabkan oleh kandungan besi oksida di permukaan planet atau yang lebih dikenal dengan nama hematite. Ciri-ciri lengkap dari planet Mars dapat dilihat di sini.

  • Yupiter
Planet Yupiter
Planet Yupiter

Yupiter adalah planet terbesar dalam sistem Tata Surya, memiliki 16 satelit. Planet ini tampak berpijar karena memantulkan 40% cahaya

Massa Yupiter 2,5 kali lebih besar dari massa seluruh planet lain di Tata Surya dengan diameter sekitar 142.796 km.

Sebagian besar komposisi planet Yupiter terdiri atas gas hidrogen dan helium. Inti Yupiter berbatu dan tersusun atas unsur-unsur berat.

Meskipun tersusun atas unsur-unsur berat, nyatanya planet ini tidak memiliki permukaan yang padat seperti planet-planet raksasa lainnya. Ciri-ciri planet Yupiter secara lengkap dapat dilihat di sini.

  • Saturnus
Planet Saturnus
Planet Saturnus

Saturnus adalah planet yang dikelilingi oleh cincin yang terdiri atas partikel-partikel es yang bergerak mengelilingi planet. Planet ini memiliki 18 satelit.

Kerapatan Planet Saturnus sangat rendah dikarenakan sebagian zat penyusun planet ini adalah gas dan cairan.

Atmosfer Saturnus terdiri dari gas amonia dan metana, sehingga tidak mungkin ada makhluk hidup yang menempati planet tersebut. Ciri-ciri lengkap dari Planet Saturnus dapat dibaca di sini.

  • Uranus
Planet Uranus
Planet Uranus

Ciri-ciri khusus planet Uranus antara lain geraknya sukar untuk diikuti. Permukaannya merupakan awan berwarna hijau dan biru yang tersusun atas metana. Uranus memiliki 25 satelit.

Uranus menjadi planet ketiga yang memiliki jari-jari terbesar dan merupakan planet keempat dengan massa terbesar dalam Tata Surya.

Atmosfer Uranus merupakan atmosfer planet terdingin dalam Tata Surya. Suhu terendah planet Uranus dapat mencapai −224 °C.

Atmosfer Uranus mempunyai struktur awan yang berlapis-lapis dan kompleks. Bagian bawah atmosfer diperkirakan terdiri atas air, sedangkan lapisan awan tertingginya terdiri atas metana.

Pada bagian dalam Uranus sebagian besar terdiri atas es dan bebatuan. Secara lengkap, ciri-ciri dari planet Uranus dapat dilihat di sini.

  • Neptunus
Planet Neptunus
Planet Neptunus

Neptunus adalah planet yang sering meninggalkan orbitnya, maka disebut sebagai planet petualang.

Atmosfer neptunus tersusun atas gas yang disebut metana, sehingga neptunus tampak berwarna hijau kebiru-biruan. Neptunus memiliki suhu rata-rata 186°C di bawah nol dan memiliki 8 satelit.

Pada awal penemuannya, planet Neptunus hanya dianggap sebagai planet yang berada di luar Uranus atau”planet Le Verrier”.

Akan tetapi, seiring perkembangan penemuan tersebut, selanjutnya planet di luar Uranus tersebut diberi nama Neptunus.

Secara harfiah, Neptunus diterjemahkan sebagai bintang raja laut atau dewa laut. Ciri-ciri lengkap dari planet Neptunus dapat di lihat di sini.

2. Satelit

Satelit adalah benda langit pengiring planet, selalu berputar mengelilingi planet dengan arah peredaran sama dengan arah peredaran planetnya.

Seperti halnya planet, satelit juga berotasi pada sumbunya, sehingga satelit melakukan tiga macam gerakan, yaitu berotasi pada sumbunya, berevolusi mengelilingi planet, dan bersama planet berevolusi mengelilingi matahari.

3. Komet

Komet adalah benda langit yang diselimuti awan dan gas sehingga tampak seperti bintang berekor.

Ada tiga bentuk lintasan komet, yaitu elips, parabola, dan hiperbola. Arah ekor komet selalu menjauhi matahari, karena terdorong oleh radiasi dan angin matahari.

Materi Sistem Tata Surya Lengkap dengan Gambarnya
Komet dan bagian-bagiannya

4. Asteroid

Asteroid adalah benda-benda langit yang beredar mengelilingi matahari dengan orbit sebagian besar diantara planet mars dan yupiter.

5. Meteor

Meteorid adalah benda-benda angkasa yang bergerak dengan cepat dan lintasannya tidak beraturan.

Meteor merupakan benda angkasa yang menembus atmosfer dan terbakar. Sedangkan meteor yang jatuh ke bumi disebut meteorit.

Materi Sistem Tata Surya Lengkap dengan Gambarnya
Meteor

Matahari Sebagai Bintang

Matahari termasuk bintang, yaitu benda langit yang mampu memancarkan cahaya sendiri. Energi yang dipancarkan matahari berbentuk gelombang elektromagnet. Sumber energi matahari berasal dari reaksi fusi yang terjadi di dalam inti matahari.

Jarak Matahari ke bumi sekitar 1.149 juta kilometer dan diameter matahari kurang lebih 1.390.000 kilometer besarnya dari diameter bumi.

Tanpa adanya matahari, maka kehidupan di bumi akan musnah. Matahari merupakan bintang yang paling dekat dengan bumi, sehingga tampak lebih besar dibandingkan dengan bintang-bintang lainnya yang terlihat pada malam hari.

Lapisan-lapisan matahari

Bagian-bagian Matahari sebagai Pusat Sistem Tata Surya

  1. Inti matahari: bagian paling dalam dari matahari, suhu sekitar 15 juta kelvin,tempat terjadinya reaksi fusi.
  2. Fotosfer: sebagai permukaan matahari, memancarkan cahaya paling kuat yang sebagian sampai ke bumi, suhu 5700 kelvin (benda dengan suhu tersebut akan berwarna kuning).
  3. Kromosfer: merupakan lapisan gas (disebut juga atmosfer matahari), suhu 400 kelvin, tampak seperti cincin berwana merah.
  4. Korona: lapisan matahari paling luar, berupa gas yang tampak seperti mahkota (korona),suhu 1 juta kelvin.
Gangguan-gangguan pada matahari :
  1. Granulasi; gumpalan-gumpalan pada fotosfer
  2. Sun spot: bintik matahari)
  3. Lidah api: semburan gas dari kromosfer
  4. Letupan (flare): menyebabkan gangguan sistem komunikasi di bumi

Baca juga : Bagian-bagian Matahari Sebagai Pusat Sistem Tata Surya

Demikian ulasan mengenai pengertian sistem Tata Surya dan komponennya dilengkapi gambarSemoga bermanfaat.

 

Tinggalkan Balasan