Pengertian Sel Darah Merah (Eritrosit), Ciri-ciri, dan Gambarnya

Pengertian Sel Darah Merah (Eritrosit), Ciri-ciri, dan Gambarnya

Amongguru.com. Sel darah merah memiliki komposisi paling banyak dalam darah manusia. Sel darah merah berperan penting dalam sistem peredaran darah manusiayaitu bertugas membawa dan mengedarkan oksigen ke seluruh bagian tubuh manusia.

Sel darah merah disebut juga eritrosit. Kata “eritrosit” berasal dari bahasa Yunani, yaitu erythros yang berarti merah dan kytos berarti selubung sel darah.

Eritrosit memiliki karakteristik fisik berwarna merah karena mengandung hemoglobin. Hemoglobin merupakan senyawa protein yang mengandung zat besi.

Kita dianjurkan untuk banyak mengonsumsi bahan makanan yang banyak mengandung  zat besi untuk suplai sel darah merah, misalnya sayur-sayuran, kacang-kacangan, dan beberapa buah kering.

Baca juga : Ciri-Ciri Keping Darah (Trombosit), Fungsi, dan Proses Pembekuan Darah

Hemoglobin adalah bagian dari sel darah merah yang berperan dalam mengikat oksigen. Ketika dalam paru-paru, hemoglobin dalam sel darah merah mempunyai daya ikat yang tinggi terhadap oksigen, sehingga akan mengikat oksigen membentuk kompleks oksihemoglobin.

Reaksi yang terjadi dalam proses pengikatan oksigen oleh hemoglobin dalam paru-paru sebagai berikut..

Hb (Hemoglobin) + O2 (Oksigen) —> HbO2 (Oksihemoglobin)

Ketika sel darah merah berada dalam jaringan tubuh, maka daya ikat hemoglobin terhadap oksigen berkurang, sehingga oksigen terlepas dari hemoglobin menuju sel-sel darah.

Sebaliknya, pada saat berada dalam jaringan tubuh, daya ikat hemoglobin terhadap karbondioksida menjadi tinggi.

Karbondioksida akan berikatan dengan hemoglobin, sehingga membentuk karbaminohemoglobin. Persamaan reaksinya sebagai berikut.

Hb  (Hemoglobin) + CO2 (Karbondioksida) —> HbCO2 (Oksihemoglobin)

Sel darah merah yang mengandung karbaminohemoglobin selanjutnya menuju paru-paru. Di dalam paru-paru, karbondioksida dilepaskan untuk dikeluarkan dari tubuh.

Ciri-ciri Sel Darah Merah (Eritrosit)

Sel darah merah paling banyak terdapat dalam darah. Sekitar 1 milimeter kubik (kurang lebih satu tetes) darah terdiri atas 4 sampai 5 juta sel darah merah.

Sel darah merah memiliki bentuk bulat pipih, pada bagian tengahnya cekung (bikonkaf), dan tidak berinti.

Ilustrasi Sel Darah Merah
Ilustrasi Sel Darah Merah

Sel darah merah dibentuk di dalam sumsum merah tulang. Akan tetapi, selama di dalam kandungan, sel darah merah dibentuk di hati dan limpa. Sel darah merah hanya berusia sekitar 100 – 120 hari saja.

Sel yang telah tua akan dihancurkan oleh sel makrofag di dalam hati dan limpa. Selanjutnya, di dalam hati, hemoglobin akan dirombak dan dijadikan bilirubin (pigmen kuning pada empedu).

Baca juga : Ciri-ciri Sel Darah Putih (Leukosit), Fungsi, Jenis, dan Gambarnya

Bilirubin tersebut berfungsi memberi warna kepada feses. Zat besi ada pada hemoglobin kemudian dilepas dan digunakan untuk membentuk sel darah merah baru.

Pada kondisi normal, jumlah sel darah merah dalam tubuh manusia kurang lima juta tiap milimeter kubik darah.

Kondisi lingkungan juga dapat memengaruhi jumlah sel darah dalam tubuh seseorang. Semakin tinggi suatu tempat, kadar oksigen di atmosfer makin berkurang.

Dengan demikian, orang yang hidup di dataran tinggi akan mengadakan adaptasi dengan cara memperbanyak jumlah sel darah merah, agar kebutuhan oksigen tubuh tetap tercukupi.

Baca juga : Ciri-ciri Plasma Darah dan Fungsinya Bagi Tubuh Manusia

Demikian ulasan mengenai ciri-ciri sel darah merah (eritrosit) dan contoh gambarnya. Terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan