Pengertian Preparat, Fungsi, Jenis, dan Cara Pembuatannya

Pengertian Preparat, Fungsi, Jenis, dan Cara Pembuatannya

Amongguru.com. Preparat merupakan kepingan kaca berisi objek yang yang akan diamati dan dipasang pada meja mikroskop.

Objek yang akan diamati tersebut biasanya berukuran kecil atau berupa potongan kecil (sayatan) suatu makhluk hidup.

Supaya objek yang diamati dengan mikroskop dapat jelas terlihat, maka objek harus transparan. Dengan demikian, benda yang diamati harus dipersiapkan terlebih dahulu dengan membuat preparat atau sediaan.

Cara Pengamatan Preparat di Mikroskop

Preparat dapat diamati secara secara melintang maupun membujur. Preparat melintang dibuat dari sayatan secara melintang, sedangkan preparat membujur dibuat dengan sayatan arah membujur.

Berikut ini cara pengamatan objek pada preparat menggunakan mikroskop.

1. Letakkan objek (spesimen) di atas kaca objek yang bersih.

2. Tetesi spesimen dengan air suling.

3. Tutup spesimen dengan kaca penutup (cover glass) menggunakan bantuan jarum panjang.

4. Tetesi dengan pewarna pada bagian ujung kaca penutup.

5. Keringkan air dan perwarna di sekeliling kaca penutup dengan kertas isap.

6. Amati spesimen pada preparat tersebut di mikoskop.

Alat dan Bahan Pembuatan Preparat

Alat dan bahan yang yang harus disiapkan dalam pembuatan preparat adalah sebagai berikut.

1. Gelas benda : untuk meletakkan objek

2. Penutup gelas : untuk menutup benda yang diletakan pada gelas benda

3. Air secukupnya : untuk menetesi objek yang diamati

4. Pipet tetes : untuk meneteskan air dan pewarna

5. Silet : untuk menyayat benda

6. Kertas isap : untuk mengeringkah air dan pewarna di sekeliling penutup gelas

7. Pewarna : untuk memudahkan pengamatan, misalnya lugol, metiln biru, dan eosin.

Jenis-jenis Preparat

Berikut ini adalah jenis-jenis preparat untuk pengamatan di mikroskop.

1. Preparat Sementara

Preparat sementara disebut juga preparat basah, karena objek terendam di dalam media air atau gliserin.

Preparat sementara merupakan preparat yang tidak perlu diawetkan dengan proses apa pun. Gelas penutup diletakkan di atas objek yang diamati tanpa perekat. Gelas penutup berfungsi untuk melindungi lensa objektif dari medium preparat dan mengurangi penguapan.

2. Preparat Awetan

Peparat awetan (preparat kering) dibuat agar selalu tersedia bahan untuk pengamatan saat praktikum, karena jenis preoarat ini tahan lama.

Pembuatan preparat awetan melibatkan banyak proses, seperti mematikan mematikan sel, mencuci, menghilangkan air, menghilangkan alkohol, pewarnaan, penjernihan, dan perekatan.

3. Preparat Utuh

Preparat utuh adalah preparat dari suatu objek utuh atau bagian tertentu suatu objek tanpa dijadikan irisan tipis. Misalnya preparat cacing hati, ganggang, dan protozoa.

4. Preparat Hapusan

Preparat hapusan merupakan lapisan tipis dari objek. Bahan pembuatan preparat jenis ini biasanya adalah cairan yang dioleskan pada kaca benda sehingga diperoleh lapisan tipis. Contohnya adalah hapusan darah dan feces. Preparat hapusan ini sering dibuat untuk mendiagnosis suatu penyakit.

6. Preparat Irisan

Preparat jenis ini dibuat dari irisan tipis-tipis yang tembus cahaya dari tubuh makhluk hidup. Pengirisan dapat dilakukan dengan alat khusus yang disebut mikrotom. Contohnya adalah prepart batang, akar, daun, dan otot.

6. Preparat Pejetan

Preparat pejetan dibuat dengan cara menekan benda yang akan diamati pada atas gelas benda. Penekanan bertujuan agar benda yang berwujud jaringan, sel-selnya dapat menyebar sehingga diperoleh lapisan yang tipis.

Contoh preparat ini adalah mitosis ujung akar bawang merah, meiosis, serbuk sari, dan kromoson kelenjar ludah lalat Dropophila.

Cara Membuat Preparat

Berikut ini adalah contoh cara pembuatan preparat basah untuk pengamatan objek di miksokkop.

1. Siapkan objek yang akan diamati.

2. Gunakan silet yang tajam untuk membuat sayatan tipis. Sayatan dibentuk dari arah luar ke dalam setipis mungkin.

3. Letakkan hasil sayatan pada objek gelas dan tetesi dengan air menggunakan pipet, Jika diperlukan, dapat ditambahkan pewarna untuk memperjelas objek.

4. Tutup sayatan objek dengan gelas penutup perlahan-lahan, Usahakan agar tidak terbentuk gelembung udara,

5. Keringkan air yang berlebi di sekitar kaca penutup menggunakan kertas isap.

6. Preparat siap diamati menggunakan mikroskop.

Berikut ini adalah gambar cara pembuatan preparat.

Demikian ulasan mengenai pengertian preparat, fungsi, jenis, dan cara pembuatannya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan