Pengertian Pipet Tetes, Fungsi, dan Cara Penggunaannya

Pengertian Pipet Tetes, Fungsi, dan Cara Penggunaannya

Amongguru.com. Pipet tetes merupakan alat kimia yang umum digunakan untuk memindahkan cairan dalam skala tetesan kecil.

Pengertian pipet tetes adalah alat kimia yang terbuat dari kaca atau plastik dengan ujung meruncing dan pada bagian pangkalnya terdapat karet.

Pada bagan kaca berbentuk silindris dengan ujung bawah meruncing dan memilik lubang keci. Sedangkan bagian atas berupa ujung silinder yang terbuka.

Karet akan ditempatkan pada bagian ujung silinder untuk membantu dalam memberikan tekanan pada bagian kaca. Dengan demikian, zat cair dapat masuk atau keluar melalui bagian kaca silinder.

Pipet Tetes Kaca
Pipet Tetes Plastik

Bagian ujung kaca dibuat berbentuk runcing dengan tujuan agar terbentuk tetesan yang sempurna dan memungkikan untuk menetes dalam jumlah sedikit.

Fungsi Pipet Tetes

Di dalam proses penelitian, peneliti kadang diharuskan memindahkan cairan yang volumenya tidak terlalu besar.

Untuk memindahkan cairan tersebut dari satu wadah ke wadah lainnya, maka peneliti membutuhkan pipet.

Pemindahan cairain dengan menggunakan pipet tetes memang memerlukan waktu yang lama, karena volume cairan yang dipindahkan tidak dapat lebih dari 5 ml.

Secara umum, fungsi pipet tetes adalah sebagai media penampung cairan dalam skala kecil untuk dipindahkan ke media lainnya.

Dengan demikian, jika akan memindahkan cairan dalam jumlah besar, tidak dianjurkan menggunakan pipet tetes ini.

Baca :

Di dalam praktik laboratorium, pipet tetes biasanya digunakan jika ingin melakukan pengenceran larutan.

Pipet tetes juga berfungsi untuk menjaga kualitas dan sterilisasi cairan, sehingga tidak terkontaminasi oleh suhu ruangan.

Lubang pada pipet tetes dapat menutup secara otomatis dan hanya bisa terbuka serta mengeluarkan cairan ketika pipet tersebut ditekan.

Cara Menggunakan Pipet Tetes

Cara menggunakan pipet tetes sebenarnya sangat mudah, tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan alat kimia ini.

Apalagi jika kita akan menggunakan pipet tetes untuk memindahkan bahan kmia yang berbahaya.

Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan pipet tets untuk mengambil cairan.

1. Jenis zat cair

Sebelum menggunakan pipet tetes untuk mengambil zat cair, maka pastikan dulu bahwa zat cair yang akan diambil bukan zat yang reaktif terhadap bahan gelas atau kaca.

Contoh bahan kimia yang bersifat reaktif terhadap bahan kaca adalah asam fluorida. Bahan kimia ini mampu melarutkan kaca, sehingga pipet akan rusak dan larut ke dalam larutan.

Dengan demikian, kita pilih pipet tetes yang terbuat dari plastik untuk memindahkan atau mengambil asam fluorida, karena bahan plastik tidak bereaksi terhadap bahan kimia tersebut.

2. Kebersihan pipet tetes

Kebersihan pipte tetes merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Jika pipet tetes tidak dalam keadaan bersih, maka ada kemungkinan terdapat zat lain yang masih menempel.

Hal ini akan menyebabkan terjadinya kontaminasi dengan zat cair yang kita ambil. Kontaminasi tersebut akan merusak pencampuran bahan kimia yang kita lakukan.

Sebelum menggunakan pipet tetes, pastikan pipet tetes sudah dicuci dan bersih dari kontaminan.

3. Elastisitas karet pipet

Cara menggunakan pipet tetes sebenarnya terbantung dari fungs dan elastisitas karet pipet.

Apabila karet pipet tidak berfungsi dengan baik, maka tekanan yang diberikan tidak akan membuat cairan masuk dan hanya akan terjebak dalam pipet tersebut.

Setelah memastikan jenis zat cair yang akan diambil, kebersihan pipet tetes, dan elastisitas karet, maka pipet tetes dapat digunakan sesuai fungsinya.

Cara menggunakan pipet tetes adalah sebagai berikut.

1. Tekan dan tahan bagian karet pipet

Langkah pertama adalah ambil pipet tetes yang dapat berfungsi dengan baik, kemudian tekan bola karet yang ada pada bagian atasnya.

Cara ini dilakukan agar udara yang ada pada pipet dapat keluar, sehingga tidak akan bercampur saat pipte dimasukkan pada wadah cairan.

2. Masukkan pipet ke dalam cairan

Ketika posisi karet pipet ditekan, masukkan ujung pipet ke dalam wadah cairan. Secara perlahan lepaskan tekanan pada karet pipet, sehingga cairan dapat masuk ke dalamnya. Perlu diperhatikan bahwa proses pengambilan cairan disesuaikan dengan kebutuhan saja.

3. Keluarkan cairan dengan menekan karet pipet

Cairan yang sudah berada di dalam pipet, selanjutnya dipindahkan ke wadah lain yang sudah disiapkan.

Caranya adalah dengan menekan karet pipet, sehingga cairan dapat berhasil keluar. Terkadang kita perlu melakukannnya beberapa kali, karena satu tekanan pada pipet tetes hanya menghasilkan satu tetes cairan saja.

Demikian ulasan mengenai pengertian pipet tetes, fungsi, dan cara penggunaannya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan