Pengertian Pelapukan, Jenis, Faktor Penyebab, dan Contohnya

Pengertian Pelapukan, Jenis, Faktor Penyebab, dan Contohnya

Amongguru.com. Pelapukan adalah proses penghancuran massa batuan yang dapat terjadi secara fisika, kimiawi, maupun biologis.

Pelapukan batuan membutuhkan waktu yang sangat lama, karena dipengaruhi oleh cuaca. Cuaca sangat memengaruhi terhadap proses pelapukan batuan.

Batuan yang sudah mengalami pelapukan, selanjutnya akan berubah menjadi tanah. Apabila tanah tersebut tidak bercampur dengan mineral lainnya, maka disebut dengan tanah mineral.

Baca : Pengertian Korosi, Faktor Penyebab, dan Upaya Pencegahannya

Pelapukan juga dapat diartikan sebagai proses penghancuran batuan dari bentuk gumpalan menjadi butiran yang lebih kecil.

Pelapukan tersebut terjadi melalui proses pengelupasan batuan oleh tenaga eksogen, Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar Bumi. Di daerah tropis, proses pelapukan batuan sangat dipengaruhi oleh air dan suhu.

Selain itu, jika cuaca sering berganti, seperti terjadinya pergantian temperatur antara siang yang panas dan malam yang dingin begitu terasa, maka hal ini dapat semakin mempercepat proses pelapukan.

d. Keadaan Vegetasi

Vegetasi atau tumbuh-tumbuhan dapat menjadi faktor penyebab proses pelapukan. Tumbuhan memiliki akar – akar yang dapat menembus celah-celah batuan. Apabila akar tersebut semakin membesar, maka kekuatannya pun juga akan semakin besar sehingga mampu menerobos bebatuan dan membuat batuan jadi lapuk.

Selain itu, serasah dedaunan yang gugur juga dapat mempercepat proses pelapukan batuan. Serasah batuan mengandung zat asam arang dan zat humus yang dapat merusak kekuatan batuan.

Jenis-jenis Pelapukan

Berdasarkan prosesnya, pelapukan dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu pelapukan mekanik (fisis), pelapukan kimiawi, dan pelapukan organik (biologi).

1, Pelapukan Mekanik

Pelapukan mekanik disebut juga sebagai pelapukan fisis. Pelapukan mekanik adalah peristiwa hancurnya material batuan, yang terjadi tanpa mengubah struktur kimiawi batuan tersebut.

Pelapukan mekanik adalah proses penghancuran bongkah batuan menjadi bagian-bagian batuan yang lebih kecil.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya pelapukan mekanik, antara lain perubahan suhu secara tiba-tiba, erosi, pemuaian, perbedaan siang dan malam yang besar, serta pembekuan air dalam pori-pori batuan.

Berikut ini contoh-contoh pelapukan mekanik.

a. Pada siang hari sebuah batu akan mengalami pemuaian, karena panas matahari.

b. Terjadinya longsor batuan di daerah topografi curam

c. Pelapukan batuan gurun akibat perubahan cuaca harian secara ekstrim.

d. Kristalisasi air garam pada batuan di ekosistem pantai.

2. Pelapukan Kimiawi

Pelapukan kimiawi merupakan proses penghancuran massa batuan yang disertai adanya perubahan susunan kimiawi batuan yang lapuk tersebut. Peristiwa pelapukan kimia dapat terjadi jika batuan bereaksi dengan bahan kimia tertentu,

Pelapukan kimiawi juga dapat terjadi dengan bantuan air dan dibantu suhu yang tinggi. Proses yang terjadi dalam pelapukan kimiawi disebut juga dekomposisi.

Pelapukan jenis ini dapat terjadi dengan cepat pada daerah yang sangat panas atau sangat dingin. Contoh pelapukan kimiawi adalah pelapukan pada batuan gamping karena terkena air.

Air yang banyak mengandung CO2 (karbondioksia) akan dengan mudah dapat melarutkan batu kapur (CaCO2).

3. Pelapukan Organik

Pelapukan organik atau pelapukan biologi merupakan pelapukan batuan yang disebabkan oleh kegiatan-kegiatan dari makhluk hidup, seperti manusia, tumbuhan, hewan, jamur, dan bakteri.

Contoh pelapukan organk adalah pelapukan yang terjadi akibat lumut, cendawan, atau bakteri yang merusak permukaan batuan.

Faktor Penyebab Pelapukan

Terjadinya pelapukan pada batuan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, Akan tetapi, secara umum ada empat faktor yang memengaruhi pelapukan batuan, sebagai berikut.

1. Keadaan Struktur Batuan

Struktur batuan merupakan sifat fisik dan kimia yang dimiliki oleh batuan. Sifat fisik batuan, misalnya warna batuan, sedangkan sifat kimia batuan, antara lain unsur-unsur kimia yang terkandung di dalam batuan tersebut.

Kedua sifat inilah yang dapat menyebabkan perbedaan daya tahan batuan terhadap proses pelapukan.

Contoh batuan yang mudah lapuk misalnya, batu lempeng (batuan sedimen) dan contoh batuan yang sukar lapuk adalah batuan beku.

2. Keadaan Topografi

Topografi merupakan kondisi pada permukaan Bumi. Keadaan topografi juga memengaruhi terjadinya pelapukan batuan.

Batuan pada area lereng yang curam cenderung mudah mengalami pelapukan, jika dibandingkan dengan batuan yang ada di daerah yang landai.

Pada lereng yang curam, batuan dapat dengan mudah terkisis, sehingga akan mudah terlapukkan karena secara langsung bersentuhan dengan cuaca sekitar.

Sedangkan di daerah lereng yang landai atau rata, batuan cenderung terselimuti oleh berbagai endapan. Kondisi inilah yang membuat batuan di wilayah landai lebih lambat mengalami proses pelapukan.

3. Cuaca dan Iklim

Beberapa faktor cuaca penyebab pelapukan, yaitu suhu udara, curah hujan, sinar matahari, dan angin. Di daerah yang beriklim panas, maka batuannya akan lebih cepat mengalami proses pelapukan dibandingkan dengan daerah dengan iklim dingin.

Pergantian suhu antara siang dan malam yang begitu besar, juga akan mempercepat proses pelapukan batuan.

4. Keadaan Vegetasi

Akar vegetasi (tumbuhan) akan dapat menembus celah-celah batuan. Apabila akar tersebut semakin membesar, maka kekuatan menembus batuan juga akan semakin besar. Hal ini akan membuat akar tumbuhan mampu menerobos batuan dan menjadikan batuan jadi lapuk.

Serasah dedaunan yang gugur juga dapat mempercepat proses pelapukan batuan. Serasah batuan mengandung zat asam arang dan zat humus yang dapat merusak kekuatan batuan.

Demikian ulasan mengenai pengertian pelapukan, jenis, faktor penyebab, dan contohnya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan