Pengertian OSIS, Sejarah, Tujuan, dan Fungsinya Bagi Siswa

Pengertian OSIS, Sejarah, Tujuan, dan Fungsinya Bagi Siswa

Amongguru.com. OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) merupakan organisasi siswa di tingkat sekolah menengah (SMP dan SMA) untuk mencapai tujuan tertentu.

Sebagai organisasi intra sekolah, maka OSIS dibentuk di dalam lingkungan sekolah yang beranggotakan siswa di sekolah tersebut.

Layaknya sebuah organisasi, maka OSIS juga memiliki kepengurusan, meliputi ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan seksi-seksi.

Setiap pengurus OSIS memiliki tugas dan tanggung jawab masing,masing. Kepengurusan OSIS memiliki masa kerja terbatas, yaitu satu tahun dan selanjutnya akan dibentuk pengurus OSIS yang baru.

Di dalam melaksanakan program-programnya, maka pengurus OSIS akan dibimbing oleh Pembina OSIS.

Pengertian OSIS

OSIS menjadi wadah bagi siswa di sebuah sekolah untuk mencapai tujuan pembinaan dan pengembangan siswa sesuai visi misi sekolah.

Baca : Tidak Banyak yang Tahu, Inilah Pencipta Logo OSIS Sebenarnya

Berikut ini adakah pengertian OSIS secara sematis, organisasi, fungsional, dan sistem.

1. Secara Sematis

Di dalam Permendikbud Nomor 39 tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan dijelaskan bahwa organisasi kesiswaan di sekolah berbentuk organisasi siswa intra sekolah (OSIS) dan merupakan organisasi resmi di sekolah.

Masing-masing kata pada “OSIS” memiliki pengertian sebagai berikut.

a. Organisasi

Organisasi secara umum adalah kelompok kerja sama antara pribadi yang di adakan untuk mencapai tujuan bersama.

Di dalam hal ini, prganisasi dimaksudkan sebagai satuan atau kelompok kerja sama siswa yang di bentuk dalam usaha mencapai tujuan bersama, yaitu mendukung terwujudnya pembinaan kesiswaan.

b. Siswa

Siswa adalah peserta didik pada satuan pendidikan dasar dan menengah.

c. Intra

Intra berarti terletak di dalam. yaitu suatu organisasi siswa yang ada di dalam dan di lingkungan sekolah yang bersangkutan.

d. Sekolah

Sekolah adalah satuan pendidikan tempat menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar, yang dalam hal ini Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah atau Sekolah yang sederajat.  

2. Secara Organisasi

OSIS merupakan satu-satunya wadah organisasi siswa yang sah di sekolah dan tidak memiliki hubungan organisatoris dengan organisasi lain di luar sekolah.

Dengan demikian, setiap sekolah diwajibkan untuk membentuk Organisasi Siswa Intra Sekolah untuk wadah siswa dalam  mencapai tujuan tertentu.

3. Secara Fungsional

OSIS adalah salah satu dari empat jalur pembinaan kesiswaan dalam melaksanakan kebijakan pendidikan, selain latihan kepemimpinan, ektrakurikuler, dan wawasan wiyata mandala.

4. Secara Sistem

Jika dipandang sebagai suatu sistem, maka OSiS merupakan tempat kehidupan berkelompok siswa dalam bekerjasama mencapai tujuan bersama. Sekumpulan siswa tersebut akan salah berkoordinasi dalam upaya menciptakan tujuan tertentu.

Sejarah OSIS Singkat

Sebelum lahirnya OSIS, maka pada sekolah tingkat menengah (SMP sederajat dan SMA sederajat) banyak bermunculan organisasi yang beraneka sifat dan bentuknya.

Ada organisasi siswa yang hanya bersifat intern sekolah itu sendiri, ada pula organisasi siswa yang dibentuk di luar sekolah.

Organisasi siswa yang dibentuk tersebut mempunyai hubungan dengan organisasi siswa dari luar sekolah, sebagian ada yang mengarah pada hal-hal bersifat politis. Kegiatan organisasi siswa ini dikendalikan dari luar sekolah sebagai tempat diselenggarakannya proses pendidikan.

Akibatnya, timbul loyalitas ganda dari anggotanya. Di satu sisi siswa harus mengikuti peraturan yang dibuat sekolah. Sedang di sisi lain, mereka harus tunduk pada peraturan organisasi yang dikendalikan dari luar sekolah.

Padahal, pada saat itu, terdapat banyak organisasi siswa yang tumbuh dan berkemban. keadaan ini bisa saja dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, golongan, atau organisasi pihak luar sekolah.

Baca : Struktur Pengurus OSIS, Fungsi, dan Rincian Tugasnya

Itu sebabnya pada tahun 1970 sampai dengan tahun 1972, beberapa pimpinan organisasi siswa sadar setelah mendapat arahan dari pimpinan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Mereka kemudian berupaya menghindari bahaya perpecahan di antara siswa intra sekolah di sekolah masing-masing dengan cara menumbuhkan rasa persatuan di kalangan siswa dengan membentuk sebuah wadah bernama Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

Tujuan OSIS

Setiap organisasi memiliki tujuan yang ingin di capai, begitu pula dengan OSIS. OSIS bertujuan untuk memfasilitasi siswa dalam menyalurkan aspirasi, mengekspresikan kreativitas, dan berkontribusi untuk hal-hal positif di sekolahnya.

Selain itu, OSIS memiliki tujuan untuk memaksimalkan potensi siswa agar bisa meraih prestasi di sekolah. OSIS juga bertujuan untuk melatih keterampilan siswa dalam bersosialisasi dan berorganisasi.

Fungsi OSIS

Sebagai salah satu jalur pembinaan siswa, maka OSIS memiliki beberapa fungsi, sebagai berikut.

1. Fungsi Wadah

OSIS merupakan satu-satunya wadah kegiatan resmi di sekolah yang bersama-sama dengan jalur pembinaan lainnya untuk mendukung tercapainya tujuan pembinaan kesiswaan.

2. Fungsi Motivator

OSIS berfungsi sebagai motivator atau pendorong yang berperan dalam menggali minat dan bakat siswa  serta mengembangkannya melalui program kegiatan OSIS dan ekstrakurikuler.

3. Fungsi Preventif

secara preventif, OSIS ikut mengutamakan melindungi sekolah dari segala ancaman yang datang dari dalam maupun dari luar.

Fungsi preventif OSIS akan terwujud apabila fungsi OSIS sebagai pendorong lebih dahulu dapat diwujudkan.

Demikian ulasan mengenai pengertian OSIS, sejarah, tujuan, dan fungsinya bagi siswa. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan