Pengertian Meteor dan Jenis-jenisnya Dilengkapi dengan Gambar

Pengertian Meteor dan Jenis-jenisnya Dilengkapi dengan Gambar 

Amongguru.com. Meteor merupakan salah satu dari anggota tata surya yang sering disitilahkan sebagai bintang jatuh.

Hujan meteor yang menghiasi langit bumi menjadi fenomena alam tersendiri yang dinantikan oleh penduduk bumi. Tidak jarang momen untuk melihat hujan meteor ini sering diabadikan karena merupakan kesempatan yang langka.

Pengertian Meteor dan Jenis-jenisnya Dilengkapi dengan Gambar
Pengertian Meteor dan Jenis-jenisnya Dilengkapi dengan Gambar

Meteor adalah meteorid yang menghujam ke bumi. Masuknya meteor ini akibat adanya gaya tarik bumi. Karena bergesekan dengan atmosfer, maka meteor akan terbakar terlebih dahulu sebelum masuk ke bumi.

Perbedaan Meteor, Meteoroid, dan Meteorid

Untuk mengetahui lebih jelas perbedaan antara meteor, meteoroid, dan meteorid, berikut ini adalah penjelasannya.

  • Meteor

Meteor merupakan pecahan benda langit (komet, asteroid, atau benda langit lainnya) yang masuk ke dalam atmosfer bumi dan menyebabkan terjadinya gesekan antara permukaan meteor dengan udara dalam kecepatan tinggi.

Proses tersebut akan menimbulkan sebuah fenomena pijaran api dan cahaya dari kejauhan yang biasa disebut dengan fenomena bintang jatuh.

  • Meteoroid

Meteoroid adalah benda kecil di luar angkasa yang ukurannya lebih kecil daripada asteroid, tetapi lebih besar daripada sebuah molekul yang bergerak dalam ruang antar planet.

Ketika meteoroid memasuki atmosfer bumi, maka meteoroid ini akan disebut sebagai meteor.

  • Meteorid

Meteorid adalah sisa dari meteor yang menyentuh permukaan bumi, karena tidak habis terbakar di atmosfer. Meteoroid ini

Meteor terbentuk karena adanya tumbukan antar benda langit tertentu (bisa asteroid, planet, atau komet), sehinggga membuat sisa atau pecahan dari benda tersebut keluar dari lintas asalnya.

Di dalam atmosfer bumi, meteor akan terbakar karena terjadinya gesekan dengan udara pada kecepatan yang tinggi. Sebagian besar dari meteor tersebut akan terbakar habis dan menguap sepenuhnya sehingga tidak mencapai permukaan bumi.

Akan tetapi, ada juga beberapa meteor tidak habis terbakar dan menyentuh permukaan bumi. Meteor yang menyentuh permukaan bumi ini yang disebut sebagai meteorid.

Jenis-jenis Meteor dan Meteorid

Secara umum, komponen penyusun meteorid adalah logam dan  bebatuan, Berdasarkan komposisi penyusunnya, meteorid dikelompokkan menjadi 3 (tiga) sebagai berikut.

1. Meteorid Besi

Meteorit besi merupakan jenis meteorit yang bahan penyusunnya sebagian besar berasal dari besi. Meteorit jenis ini ditemukan sebanyak 4,8% dari seluruh meteorit yang pernah ditemukan di dunia.

2. Meteorid Stony

Komponen penyusun meteorid Stony, sebagian besar adalah bebatuan dan sisanya besi. Meteorit jenis ini ditemukan sebanyak 94% dari seluruh meteorid yang pernah ditemukan di dunia ini.

3. Meteorid Campuran Besi dan Stony

Meteorid ini merupakan meteor campuran yang jenisnya masih langka. Jenis meteorid ini hanya memenuhi prosentase sebesar 1,2% dari total meteorid yang pernah ditemukan di dunia.

Berdasarkan asal usulnya, meteorid dibagi menjadi 3 (tiga) sebagai berikut.

1. Meteorid Asteroidal/ Keplanetan

Meteorit jenis ini merupakan meteorit yang berasal dari pecahan asteroid yang telah meledak atau hancur. Asteroid yang pecah ini kemudian akan berubah menjadi bagian-bagian lebih kecil yang disebut meteorid.

2. Meteorid Kekometan

Sesuai namanya, meteoriid ini berasal dari pecahan komet. Karena merupakan pecahan-pecahan dari komet, maka kandungan yang dimiliki oleh meteorid jenis ini sama dengan yang dimiliki oleh komet, yaitu gas atau pun komponen- komponen padatan lainnya.

3. Meteorit Parabolis

Meteorid  Parabolis merupakan pecahan dari sebuah benda di luar angkasa, akan tetapi belum diketahui secara pasti apa penyebabnya.

Apabila dilihat dari jenis hujan meteornya, maka meteor dikelompokkan menjadi 4 (empat) sebagai berikut.

1. Hujan Meteor Orionid

Hujan meteor Orionid merupakan hujan meteor yang terjadi setiap tahun dan puncaknya pada bulan Oktober.

Hujan meteor ini dapat terlihat dengan jelas, biasanya warna dari meteor yang melintas, yaitu hijau atau kuning.

Nama Orionid diambil dari tempat bercahaya sebagai titik meteor yang melintas berasal. Tempat tersebut terletak pada konstelasi Orion.

2. Hujan Meteor Perseid

Hujan Meteor Perseid adalah hujan meteor yag pusatnya berada di rasi perseus. Hujan meteor jenis ini biasanya terjadi ketika Bumi melewati aliran meteor yang dikenal dengan awan perseid.

Meteor Perseid dapat dilihat dengan jelas di belahan bumi bagian utara saat malam hari.

Puncak fenomena hujan meteor ini adalah pada pertengahan Juli sampai Agustus di setiap tahunnya.

3. Hujan Meteor Geminids

Hujan Meteor Geminids adalah hujan meteor yang disebabkan oleh meteor yang berasal dari sebuah asteroid yang disebut 3200 Phaethon.

Hujan meteor Geminids telah diamati sejak 1,5 abad dan biasanya terjadi pada bulan Desember, setiap tahunnya.

4. Hujan Meteor Quadrantid

Hujan Meteor Quadrantid atau Quadrantid meteor Shower adalah hujan meteor yang berasal dari konstelasi Bootes.

Nama Quandrantid diambil dari Quadrans Muralis, konstelasi yang sekarang menjadi bagian dari konstelasi Bootes. Biasanya, hujan meteor Quadrantid terjadi pada bulan Januari.

Tetapi, pengamatan dari hujan meteor ini lebih sulit dari beberapa hujan meteor lain, karena fenomena puncaknya berlangsung sangat singkat, hanya dalam hitungan jam.

Demikian ulasan mengenai Pengertian Meteor dan Jenis-jenisnya Dilengkapi dengan Gambar. Terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan