Pengertian Gaya Adhesi dan Kohesi Serta Contohnya Dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengertian Gaya Adhesi dan Kohesi Serta Contohnya Dalam Kehidupan Sehari-hari

Amongguru.com. Gaya tarik menarik partikel tidak hanya terjadi pada zat yang sama, akan tetapi dapat terjadi juga pada dua zat yang berbeda.

Partikel merupakan bagian terkecil dari suatu zat yang masih memiliki sifat zat tersebut. Masing-masing zat memiliki susunan partikel yang berbeda, sehingga sifat yang dimiliki tiap jenis zat juga berbeda-beda.Berdasarkan wujudnya, zat sendiri dibedakan menjadi tiga, yaitu padat, cair, dan gas.

Baca juga : Susunan dan Gerak Partikel Berbagai Wujud Zat (Padat, Cair, dan Gas).

Gaya tarik antar partikel dapat dibedakan menjadi dua, yaitu gaya adhesi dan gaya kohesi. Berikut ini adalah pembahasan mengenai pengertian gaya adhesi dan kohesi serta contohnya dalam kehidupan sehari-hari

Pengertian Gaya Adhesi dan Kohesi Serta Contohnya Dalam Kehidupan Sehari-hari
Pengertian Gaya Adhesi dan Kohesi Serta Contohnya Dalam Kehidupan Sehari-hari

A. Pengertian dan Contoh Gaya Adhesi

Adhesi adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara partikel-partikel yang tidak sejenis. Gaya adhesi akan mengakibatkan sebuah zat dapat menempel pada zat lain, akan tetapi bukan merupakan gaya magnet atau gaya gravitasi bumi.

Contoh dari peristiwa adhesi adalah gaya tarik menarik antara cat dengan tembok, dimana cat dapat menempel kuat pada tembok.

Hal ini disebabkan karena gaya tarik antara partikel cat dengan tembok (partikel tidak tak sejenis) lebih besar daripada gaya tarik antar partikel cat dengan cat (partikel sejenis) atau partikel tembok dengan tembok (partikel sejenis).

Contoh lain dari gaya adhesi yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut.

  • Bercampurnya air dengan teh/kopi
  • Melekatnya air pada dinding pipa kapiler
  • Melekatnya tinta pada kertas
  • Melekatnya kapur pada papan tulis.
  • Semen dapat melekatkan batu dan pasir

B. Pengertian dan Contoh Gaya Kohesi

Kohesi adalah gaya tarik-menarik antara partikel-partikel yang sejenis. Berbeda dengan gaya adhesi, maka gaya kohesi akan mengakibatkan sebuah zat tidak dapat menempel pada zat yang lain.

Contoh gaya kohesi adalah gaya tarik menarik antara air dengan daun talas. Air tidak dapat menempel pada daun talas, karena gaya tarik-menarik antar partikel air (partikel sejenis) lebih besar daripada gaya tarik-menarik antara partikel air dengan daun talas (partikel tak sejenis).

Contoh lain gaya kohesi dalam kehidupan sehari-hari sebagai berikut.

  • Gaya tarik menarik antara air dengan minyak, menyebabkan air dan minyak tidak pernah bercampur.
  • Tidak melekatnya air raksa pada dinding pipa kapiler.

C. Akibat Gaya Adhesi dan Kohesi

Terdapat tiga kondisi yang mungkin terjadi jika dua macam zat dicampurkan, sebagai berikut.

  1. Jika gaya kohesi antar partikel zat yang berbeda lebih besar daripada gaya adhesinya, kedua zat tidak akan bercampur. Contohnya, minyak kelapa dicampur dengan air.
  2. Jika gaya adhesi antar partikel zat yang berbeda sama besar dengan gaya kohesinya, kedua zat akan bercampur merata. Contohnya, air dicampur dengan alkohol.
  3. Jika gaya adhesi antar partikel zat yang berbeda lebih besar daripada gaya kohesinya, kedua zat akan saling menempel. Contohnya, air yang menempel pada kaca.

Berikut ini adalah akibat dari adanya gaya adhesi dan kohesi pada zat yang saling berikatan.

  • Miniskus Cembung dan Cekung

Gaya adhesi dan kohesi dapat menyebabkan beberapa bentuk permukaan zat cair berbeda-beda. Ada yang berbentuk cembung dan ada yang berbentuk cekung, atau yang disebut dengan miniskus.

Miniskus merupakan peristiwa mencekung atau mencembungnya permukaan suatu zat cair di dalam suatu wadah atau bejana sempit.

Miniskus cembung terjadi ketika gaya kohesi lebih kuat daripada gaya adhesi. Contoh peristiwa miniskus cembung adalah raksa yang berada di dalam tabung reaksi atau pipa kapiler. 

Miniskus cekung terjadi ketika gaya adhesi lebih kuat daripada gaya kohesi. Contoh peristiwa miniskus cekung adalah raksa di dalam pipa kapiler.

  • Tegangan Permukaan

Kohesi antarpartikel zat cair di dalam suatu wadah dalam keadaan tenang akan menyebabkan permukaannya kelihatan tegang (tampak seperti ada selaput tipis) yang dinamakan dengan tegangan permukaan.

Karena adanya tegangan permukaan, maka jika kita menempatkan benda-benda, seperti silet, secara hati-hati di atas permukaan air, benda tersebut akan dapat terapung.

Beberapa serangga dapat bergerak di atas air tanpa tenggelam sedikit pun juga karena pengaruh tegangan permukaan zat cair.

Tegangan permukaan zat cair hanya bekerja pada benda-benda yang memiliki massa jenis kecil atau mempunyai luas penampang yang besar. Misalnya batu, memiliki massa jenis besar, maka apabila diletakkan di atas permukaan zat cair akan tetap tenggelam.

  • Kapilaritas

Kapilaritas atau gaya kapiler adalah gejala meresapnya zat cair melalui celah-celah sempit atau pipa rambut. Gejala ini disebabkan adanya gaya adhesi atau kohesi antara zat cair dengan dinding celah itu. Akibatnya, apabila pembuluh kaca dimasukkan dalam zat cair, permukaannya menjadi tidak sama.

Beberapa contoh peristiwa kapilaritas dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut.

  1. naiknya minyak tanah pada sumbu kompor, sehingga kompor dapat menyala.
  2. naiknya air tanah melalui akar dengan pembuluh-pembuluh tumbuhan.
  3. air menggenang dapat diserap dengan kain pel, spons, atau kertas isap.
  4. cairan tinta yang tumpah dapat diserap oleh kapur tulis atau kertas isap.
  5. naiknya minyak tanah pada sumber lampu tempel, sehingga lampu itu menyala.
  6. naiknya air pada musim hujan sehingga dinding rumah menjadi basah.

Baca juga :

Demikian ulasan mengenai Pengertian Gaya Adhesi dan Kohesi Serta Contohnya Dalam Kehidupan Sehari-hari. Semoga bemanfaat.

Tinggalkan Balasan