Pengertian, Fungsi, Tahapan, dan Faktor Proses Spermatogenesis pada Manusia

Pengertian, Fungsi, Tahapan, dan Faktor Proses Spermatogenesis pada Manusia

Amongguru.com. Gametogenesis (pembentukan sel kelamin) pada manusia ada dua jenis, yaitu spermatogenesis dan oogenesis.

Di dalam istilah medis, spermatogenesis adalah proses memproduksi sel sperma yang terjadi pada testis pria. Sedangkan oogenesis merupakan proses produksi dan perkembangan sel telur atau ovum pada ovarium wanita. Keduanya merupakan bagian penting dari sistem reproduksi manusia. 

Pada kesempatan ini, admin akan membagikan informasi tentang Pengertian, Fungsi, Tahapan, dan Faktor Proses Spermatogenesis pada Manusia sebagai bagian dari Sistem Reproduksi Manusia.

Pengertian spermatogenesis adalah proses pembentukan dan pematangan spermatozoa. Spermatozoa merupakan gamet jantan dewasa yang ada dalam organisme secara reproduksi seksual.

Pengertian, Fungsi, Tahapan, dan Faktor Proses Spermatogenesis pada Manusia
Pengertian, Fungsi, Tahapan, dan Faktor Proses Spermatogenesis pada Manusia
  • Fungsi Spermatogenesis

Fungsi spermatogenesis adalah untuk menghasilkan sel sperma yang efektif mampu membuahi sel telur (ovum) sehingga terbentuk zigot. Zigot tersebut nantinya akan berkembang menjadi janin.

Spermatogenesis juga berfungsi untuk menjaga agar individu memiliki keturunan yang sehat dengan cara mempertahankan jumlah kromosom dalam tubuh. Kegagalan dalam mempertahankan kromosom akan menyebabkan kelainan, seperti sindrom Klinefelter, sindrom Down, dan aborsi janin.

  • Proses spermatogenesis secara singkat 

Pematangan sel sperma terjadi di tubulus seminiferus yang kemudian disimpan di epididimis. Menurut asal katanya “tubulus” berarti saluran, sedangkan “seminiferus” artinya adalah semen.

Pada tubulus seminiferus terdapat dinding yang terlapisi oleh sel germinal yang disebut  spermatogonium.

Materi spermatogenesis meliputi proses pematangan sel epitel germinal melalui pembelahan dan diferensiasi sel, yang bertujuan untuk membentuk sperma fungsional. Pembelahan sel tersebut terjadi secara mitosis dan meiosis.

Tahapan proses spermatogenesis secara berurutan adalah dimulai di dalam testis, tepatnya  pada sistem tabung kecil yang bernama tubulus seminiferus. Sel awal sperma yang berbentuk lingkaran berkembang hingga berbentuk seperti kecebong.

Setelah itu, sperma akan pindah ke epididimis untuk disimpan sementara. Kemudian dari epididimis, sperma bergerak lagi ke vas deferens untuk bercampur dengan air mani.

  • Faktor Spermatogenesis

Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya spermatogenesis, antara lain sebagai berikut.

  1. Perubahan suhu.
  2. Kekurangan gizi
  3. Paparan obat kuat
  4. Pemakaian alkohol
  5. Perubahan kadar hormon testosteron
  6. Kerusakan DNA pada sperma
  • Urutan Proses Spermatogenesis

Berikut ini adalah gambar urutan proses spermatogenesis.

Gambar spermatogenesis

Penjelasan skema tahap spermatogenesis :

  • Pada dinding tubulus seminiferus sudah tersedia calon sperma (spermatogonium) yang berjumlah ribuan. Spermatogonium bersifat diploid (2n). Sel diploid merupakan sel yang memiliki jumlah kromosom berpasangan.
  • Setiap spermatogonium akan membelah secara mitosis membentuk spermatosis primer (2n).
  • Spermatosit primer (2n) akan melakukan pembelahan meiosis pertama membentuk 2 spermatosit sekunder yang bersifat haploid (n). Sel haploid adalah sel yang hanya terdiri dari satu set kromosom.
  • Tiap spermatosit sekunder (n) melakukan pembelahan meiosis kedua, menghasilkan 4 spermatid yang bersifat haploid (n).
  • Keempat spermatid ini berkembang menjadi sperma matang yang bersifat haploid yang semua fungsional , yang berbeda dengan oogenesis yang hanya 1 yang fungsional.
  • Sperma yang matang akan menuju epididimis, selanjutnya ke vas deferens, vesicula seminalis, dan uretra serta berakhir dengan ejakulasi.

Sperma sendiri merupakan sel kelamin laki-laki. Sperma yang sudah matang terdiri dari tiga bagian, yaitu kepala yang berbentuk oval, badan, dan ekor yang panjang. Kepala sperma berisi materi genetik (gen), sedangkan ekor digunakan untuk bergerak. Panjang sperma dari kepala hingga ekor rata-rata adalah 0,05 milimeter.

Bagian kepala sperma terlindungi suatu badan yang disebut akrosom. Pada bagian ini juga mengandung  enzim hialurodinase dan proteinase.

Gambar sperma

Enzim tersebut berfungsi saat proses penembusan lapisan sel telur. Pada bagian tengahnya terdapat mitokondria kecil yang berfungsi menyediakan energi untuk menggerakkan ekor sperma.

  • Hormon yang Berperan dalam Spermatogenesis

Proses pembentukan spermatozoa dipengaruhi oleh kerja beberapa hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis, yaitu LH, FSH, dan hormon testoteron.

1. LH (Luteinizing Hormone)

LH (Luteinizing Hormone) adalah hormon yang merangsang sel Leydig untuk menghasilkan hormon testosteron. Pada masa pubertas, maka testosteron memacu tumbuhnya sifat kelamin sekunder.

2. FSH (Folicle Stimulating Hormone)

FSH (Folicle Stimulating Hormone) merupakan hormon merangsang sel Sertoli untuk menghasilkan ABP (Androgen Binding Protein) yang akan memacu spermatogonium untuk memulai proses spermatogenesis.

Proses pemasakan spermatosit menjadi spermatozoa disebut spermiogenesis. Proses ini terjadi di dalam epididimis dan membutuhkan waktu kurang lebih dua hari.

3. Hormon Testosteron

Hormon testosteron adalah hormon yang dihasilkan oleh testis. Hormon ini berfungsi merangsang perkembangan organ seks primer  pada saat embrio dan mendorong spermatogenesis.

Hormon testosteron juga mempengaruhi perkembangan alat reproduksi dan ciri kelamin sekunder pada laki-laki dewasa.

Baca juga :

Tinggalkan Balasan