Pengertian, Fungsi, Syarat, dan Tipe Laboratorium

Pengertian, Fungsi, Syarat, dan Tipe Laboratorium 

Amongguru.com.  Pengertian laboratorium berdasarkan asal katanya artinya ”tempat bekerja”. Di dalam perkembangannya, kata laboratorium tetap mempertahankan arti aslinya, yaitu sebagai tempat bekerja untuk kepentingan ilmiah.

Laboratorium adalah suatu ruangan atau kamar tempat melakukan kegiatan praktek atau penelitian yang ditunjang oleh adanya seperangkat alatalat serta adanya infrastruktur laboratorium yang lengkap (ada fasilitas air, listrik, gas,dan sebagainya).

Pada saat sains dan teknologi berkembang pesat dan menjadi salah satu mata pelajaran penting dalam kurikulum di banyak sekolah di Eropa, termasuk negeri Belanda, banyak pengajar sains merasa perlu mengadakan ruang tempat siswa melakukan kegiatan yang berkaitan dengan sains.

Para pendidik itu berpandangan bahwa sains adalah suatu ilmu empiris, yaitu ilmu yang didasari atas pengamatan dan eksperimentasi (percobaan). Oleh karena itu, pengamatan dan eksperimentasi adalah bagian integral pendidikan sains. Laboratorium yang digunakan untuk kegiatan ini disebut laboratorium sains sekolah.

Laboratorium merupakan lingkungan yang vital di mana sains dipraktekkan. Laboratorium dapat berupa ruang dengan perlengkapan khusus, ruangan kelas yang self contained, lapangan, atau tempat yang luas, seperti komunitas di mana eksperimen sains dilakukan.

Pengalaman laboratorium terintegrasi dengan sifat dari sains yang harus dilibatkan dalam setiap program sains untuk setiap siswa. Kegiatan sains dapat meliputi pengalaman individu, kelompok kecil, dan kelompok besar.

Berikut ini adalah beberapa pengertian dari Laboratorium

1. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Laboratorium adalah tempat atau kamar dsb tertentu yg dilengkapi dengan peralatan untuk mengadakan percobaan (penyelidikan dsb).

2. Oxford English Dictionary

Laboratorium adalah ruang atau bangunan yang dilengkapi dengan peralatan untuk melakukan percobaan ilmiah, penelitian, praktek pembelajaran, atau pembuatan obat-obatan dan bahan-bahan kimia.

3. PermenPANRB Nomor 3 Tahun 2010

Laboratorium adalah unit penunjang akademik pada lembaga pendidikan, berupa ruangan tertutup atau terbuka, bersifat permanen atau bergerak, dikelola secara sistematis untuk kegiatan pengujian, kalibrasi, dan/atau produksi dalam skala terbatas, dengan menggunakan peralatan dan bahan berdasarkan metode keilmuan tertentu, dalam rangka pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan/atau pengabdian kepada masyarakat.

Fungsi Laboratorium

Fungsi laboratorium tergantung dari jenisnya. Akan tetapi, secara garis besar, fungsi laboratorium adalah seagai berikut.

1. Meningkatkan keterampilan dan keahlian dari para peneliti dalam menggunakan peralatan yang tersedia di dalam laboratorium.

2. Menjadi sarana belajar bagi para peserta didik untuk mampu mengerti dan memahami seluruh ilmu pengetahuan yang bersifat abstrak sehingga menjadi bersifat konkrit dan nyata. Tentunya semua berkat penelitian yang dilakukan di dalam laboratorium.

3. Menjadi penyeimbang antara praktik dengan teori karena laboratorium menjadi tempat untuk menguji sebuah teori sehingga mampu menunjang pelajaran teori yang telah ada.

4. Meningkatkan berbagai aktivitas yang berpusat pada pengembangan keterampilan proses. Baik proses dalam ranah kognitif, afektif, psikomotorik, dan pembentukan sikap ilmiah.

Baca : Laboratorium IPA : Pengertian, Peran, dan Fungsinya di Sekolah

Tipe-tipe Laboratorium

Laboratorium dapat dibedakan sesuai bidang keilmuan yang dipelajari, misalnya laboratorium kimia yang berkecimpung di bidang ilmu kimia.

Laboratorium kimia juga terbagi lebih spesifik lagi, seperti laboratorium kimia fisika, laboratorium kimia organik, laboratorium kimia anorganik, laboratorium kimia analitik, laboratorium biokimia, laboratorium kimia instrumen, dsb.

Tipe Laboratorium berdasarkan PermenPANRB Nomor 3 Tahun 2010, terbagi dalam 4 (empat) kategori sebagai berikut.

1. Laboratorium Tipe I

Laboratorium Tipe I adalah laboratorium ilmu dasar yang terdapat di sekolah pada jenjang pendidikan menengah, atau unit pelaksana teknis yang menyelenggarakan pendidikan dan/atau pelatihan dengan fasilitas penunjang peralatan kategori I dan II, dan bahan yang dikelola adalah bahan kategori umum untuk melayani kegiatan pendidikan siswa. 

2. Laboratorium Tipe II

Laboratorium Tipe II adalah laboratorium ilmu dasar yang terdapat di perguruan tinggi tingkat persiapan (semester I, II), atau unit pelaksana teknis yang menyelenggarakan pendidikan dan/atau pelatihan dengan fasilitas penunjang peralatan kategori I dan II, dan bahan yang dikelola adalah bahan kategori umum untuk melayani kegiatan pendidikan mahasiswa. 

3. Laboratorium Tipe III

Laboratorium Tipe III adalah laboratorium bidang keilmuan terdapat di jurusan atau program studi, atau unit pelaksana teknis yang menyelenggarakan pendidikan dan/atau pelatihan dengan fasilitas penunjang peralatan kategori I, II, dan III, dan bahan yang dikelola adalah bahan kategori umum dan khusus untuk melayani kegiatan pendidikan, dan penelitian mahasiswa dan dosen. 

4. Laboratorium Tipe IV

Laboratorium Tipe IV adalah laboratorium terpadu yang terdapat di pusat studi fakultas atau universitas, atau unit pelaksana teknis yang menyelenggarakan pendidikan dan/atau pelatihan dengan fasilitas penunjang peralatan kategori I, II, dan III, dan bahan yang dikelola adalah bahan kategori umum dan khusus untuk melayani kegiatan penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa dan dosen.

Demikian ulasan mengenai pengertian, fungsi, syarat, dan tipe laboratorium. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan