Pengertian Cawan Petri, Fungsi, Penemuan, dan Cara Menggunakan

Pengertian Cawan Petri, Fungsi, dan Sejarah Penemuannya

Amongguru.com. Cawan petri adalah salah satu alat gelas laboratorium yang berbentuk lingkaran silindris. Alat ini sering digunakan untuk mengembangkan mikroorganisme atau sel.

Cawan petri dimanfaatkan sebagai wadah untuk menjaga sterilisasi bakteri atau virus dari spesi atau elemen yang dapat mengkontaminasinya.

Cawan petri menjadi alat gelas yang tepat untuk menumbuhkan mikroorganisme tersebut.

Fungsi Cawan Petri

Cawan petri banyak digunakan sebagai peralatan di laboratorium kimia dan laboratorium biologi.

Fungsi cawan petri biasanya untuk menumbuhkan sel dengan menyediakan ruang penyimpanan yang luas dan mencegahnya terkontaminasi dengan spesi lain.

Dengan warna cairan yang transparan akan lebih memudahkan peneliti untuk mengamati fase pertumbuhan mikroorganisme secara jelas di dalam cawan petri tersebut.

Ukuran cawan petri juga memungkinkan untuk diamari menggunakan mikroskop secara langsung tanpa harus memindahkan sampel ke plat mikroskop.

Selain untuk menumbuhkan mikroorganisme, cawan petri juga sering digunakan untuk tempat penyimpanan beberapa jenis bahan kimia.

Bentuk cawan petri sangat mendukung sebagai tempat penyimpanan bahan kimia, karena dapat ditutup dengan penutupnya, kaca arloji, atau alumunium foil.

Di dalam beberapa laboratorium kimia, cawan petri juga digunakan untuk mengeringkan dan menguapkan bahan kimia.

Cawan petri difungsikan untuk mengeringkan atau menguapkan bahan kimia karena dengan meletakkan bahan ke dalam cawan petri, bahan tersebut akan memiliki permukaan lebih luas.

Dengan demikian, akan lebih banyak bagian yang mengalami kontak dengan udara bebas. Kondisi ini akan memudahkan dan mempercepat proses penguapan dari pelarut yang digunakan.

Pada saat digunakan untuk kultur sel, cawan petri biasanya diisi dengan medium pertumbuhan dari gel atau agar-agar dari ekstrak ganggang merah dan berbagai nutrisi. Cawan petri juga tahan panas jika dipanaskan, karena materialnya terbuat dari kaca.

Penemu Cawan Petri

Penemu cawan petri adalah seorang peneliti bakteriologi dari Jerman bernama Julius Richard Petri pada tahun 1877.

Penemuan cawan petri ini diawali dari rasa putus asa saat menggunakan alat untuk perkembangbiakan kultur.

Pada waktu itu, banyak ilmuwan yang menggunakan mangkuk dangkal atau botol untuk mengembangkan mikroorganisme.

Akibatnya, penelitian terhadap mikroorganisme tersebut sering gagal karena mudah terkontaminasi oleh elemen lain.

Petri kemudian berpikir bahwan cawan cangkal yang berbentuk lingkaran dan dilengkapi tutup dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Tutup cawan dinilai efektif untuk mencegah kontaminasi, sedangkan bentuk dasar cawan yang rata membuatnya dapat ditumpuk, sehingga memudahkan dalam penyimpanan dan penyusunan.

Cara Menggunakan Cawan Petri

Sebelum digunakan, penting untuk memastikan cawan petri dalam kondisi bersih dan bebas dari spesi lainnya yang dapat mengganggu perkembangan mikroorganisme.

Setelah cawan petri dalam kondisi bersih dan steril, selanjutnya kita masukkan media. Misalkan akan mengamati pertumbuhan bakteri, maka media agar kita isikan ke dalam cawan petri.

Media agar ini mengandung nutrisi, garam, indikator, dan antiobiotik untuk membantu mikroorganisme tumbuh dan berkembang. Langkah selanjutnya adalah menyimpan cawan petri ke dalam refrigrafor.

Kemudian, kita ambil sampel dari mikroorganisme yang akan diamati dan ditempatkan secara perlahan ke dalam media kultur.

Hal yang perlu diperhatikan adalah ketika meletakkan, tidak menekan terlalu kuat karena akan menyebabkan pecahnya media kultur.

Setelah tahap meletakkan mikroorganisme selesai, maka cawan petri selanjutnya ditutup dan ditempatkan pada suhu sekitar 37ºC selama beberapa hari dan dibiarkan tumbuh.

Beberapa hari kemudian, sampel yang ada dalam cawan petri akan tumbuh dan siap digunakan untuk penelitian.

Baca :

Demikian ulasan mengenai pengertian cawan petri, fungsi, penemuan, dan cara menggunakan. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan